GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
Tempat Terakhir Untuk Aku Kembali


__ADS_3

" Aku salah telah berambisi untuk memiliki segalanya..


aku salah telah menyia nyiakan waktu yang menyuruhku mendekatkan aku pada sang pencipta yang menjadi pemilik segalanya. kini aku tau dunia yang aku kejar kini tidak berarti lagi dalam masa masa terakhirku.yang pada akhirnya rumah terakhir untuk aku bersinggah adalah bawah tanah yang gelap tanpa secercah cahaya".*Ibrizun


🐾🐾🐾🐾🐾


sherena yang mengingat hal itu terkekeh sedih tapi apalah dayanya jika nasi sudah menjadi bubur....


zerin menatap adiknya sendu, ia mencoba diam untuk memberikan waktu untuk adiknya melepaskan rindunya yah walau hanya berucap pada batu nisan..


hatinya sakit mendengar ucapan bahkan isakan sherena yang menyayat. sebesar itukah rasa sayang dan cintanya terhadap keluarganya Hingga 17 tahun sudah berlalu.


ia malu pada dirinya sendiri yang masih diberikan kesempatan untuk menyayangi keluarganya namun ia malah terkadang tidak perduli.


kini ia tahu tangisnya seseorang yang tidak pernah menangis itu lebih menyayat daripada orang terlalu cepat menangis..


*utamakan lah keluarga mu dari kepentingan pribadi mu...


utamakan lah keluarga mu dari pada teman-teman mu..


karna pada akhirnya ketika kamu dilanda dalam jurang masalah yang curam orang yang akan pertama kali mengulurkan tangannya untuk mu adalah keluargamu bukan teman yang selau kamu prioritaskan*


sherena memeluk batu nisan kakaknya..


kakak yang mengajarkan kelembutan...


kakak yang selalu mengalah dengan apa yang ia inginkan...


kakak yang terkadang menyuliknya ketika ia sedang tidur bersama kedua orangtuanya..


bukan karna kakaknya iri kepada sherena hanya saja ia terlalu menyayangi dirinya...


ia kembali memeluk batu nisan kakaknya ia sadar jika semuanya akan kembali padanya.membuat ia bergumam "tunggu Rin yah.cepat atau lambat Rin pengen nyusul kalian,tapi dosa Rin masih banyak banget apa Rin bisa kumpul sama kalian" ia bergumam nanar disana


hal itu sontak membuat zerin yang sudah berderai air mata itu pun memeluk sherena dari belakang sambil terisak "kamu gak boleh pergi ada kami yang sayang sama kamu.jadi jangan pergi yah" ujarnya menatap sherena nanar


sherena terdiam menatap kakaknya dalam tersirat rasa sayang yang besar disana membuat dirinya berucap "aku lelah kak, takdir dari dulu udah mainin perasaan sheren


sakit kak, sheren gak mau nyalahin tuhan Karana sheren tau tuhan adil tapi yang buat sheren sakit kenapa takdir gak mau terima sheren" ujarnya lalu melanjutkan ucapannya "maafin sheren yah kak yang kadang iri ngeliat kakak punya keluarga yang utuh tapi sheren bahagia kok walau rasa sakit yang selalu menghampiri aku setidaknya masih ada orang baik dalam lingkungan sheren, dan yah sherena tau semesta nyuruh sheren memilih. memilih itu bukan hal sulit untuk kita tunjuk tapi menjalani nya perlu duri dan rasa sakit" ujarnya lirih menatap sendu mata kakaknya yang sembab


"jangan ngomong kayak gitu gak baik bukan takdir yang gak adil cuma takdir lagi nguji kamu untuk bersabar akan angin topan yang yang mencoba merobohkan kamu sher" ujarnya disana membelai kepala sherena yang tertutup hijab..


takdir lagi mau menguji kamu diantara butiran debu yang mau menghalangi langkahmu" gumamnya pelan sambil melepaskan pelukannya

__ADS_1


sherena diam dan langsung berdiri meraih jemari kakaknya untuk digenggam mengayunkan kaki untuk pergi. melangkah untuk kembali, tersenyum untuk menguatkan hati yang kian rapuh. walaupun ia adalah orang yang kejam , dingin dan juga datar ia tetaplah seorang wanita yang terkadang rapuh dan putus asa. sejujurnya ia ingin pergi dari dunia ini namun takdir menolak nya untuk pergi.ia pernah berfikir untuk mengakhiri hidupnya yang tidak pernah menemukan titik terang untuk bahagia. entahlah ia tidak yakin dengan hatinya yang mengatakan bahwa Damian belum meninggal tapi pikirannya menyatakan bahwa kakaknya kini sudah pada sang pemilik nyawa.


zerin membalas genggaman sheren untuk keluar dari pemakaman. ia dan sherena menaiki motor sportnya untuk kembali


 


Dilain tempat ada Arga Reza dan juga Rasya sudah dua jam mereka menunggu sherena yang tak kunjung datang tapi Arga masih setia untuk menunggu kini mie itu sudah tidak enak lagi mungkin yah..


"Ar sampe kapan Lo mau nungguin sherena sih udah dua jam kita disini" omel Rasya kepada Arga


" iya tuh bener kata rasya, percuma Lo nunggu tanpa kepastian" pungkas Reza kesal


"EA bahasa Lo za menungu tanpa kepastian haha" ujar Rasya tergelak kencang


"I am not the one who gives up too easily, I will never give up even though there is no certainty " ujarnya disana marah


"OK, I'll give up about that"ujarnya Reza


Arga akhirnyaa pun lelah untuk menunggu sherena yang tak kunjun datang senyum tipis yang tadi terukir kini mulai meredup


'apa dia dah pulang ya ' gumamnya dalam hati membuat dirinya beranjak dari kursi untuk pergi dari sahabatnya yang memandang dirinya kesal


" woy anjir Lo yah, malah ninggalin kita "teriak Rasya dan Reza bersamaan sambil melangkah mengejar Arga


seolah tidak mendengar ocehan bahkan umpatan yang kawannya lontarkan.ia berjalan santai dengan muka datar sepanjang lorong banyak sekali yang menatap dirinya histeris namun tiba tiba langkahnya terhenti.


"Arga kamu dari mana aja sih aku nyariin kamu loh " ujar seorang wanita sambil bergelayut manja dilengan kekar Arga


Arga menatap tajam kearah wanita itu.melepas setiap jemari yang melingkar di tangan nya


" kok dilepasin si Ar aku kan kangen sama kamu" ujar siwanita itu dengan suaranya manja dan mengelus tangan Arga dengan gaya sensual nya


hal itu sontak membuat ia mendorong tubuh siwanita itu "don't ever touch me "ujarnya marah


wanita itu hamper jatuh untung kawannya menangkap dirinya jadi ia tidak jadi jatuh. wanita itu mendengus kesal dan menatap punggung Arga yang kian menjauh.


di belakang mereka ada Reza dan juga Rasya yang menertawakan wanita itu " hadeh malu kali lilak yang cantik dan montok walau tetep cantikan sheren yang udah ditolak berkali kali sama Arga " ujar Reza dengan nada yang meledek


" wajar dong kalo si Arga gak mau sama lo,kan Lo terlalu murahan untuk jadi pendamping arga haha" gelak tawa dari Rasya sangat terdengar dan melenggang pergi meninggalkan wanita itu yang tak lain adalah lilak in the geng yang menatap mereka penuh rasa marah dan juga kesal


"sit sial, gue gak akan nyerah sebelum dapetin apa yang gue mau" ujarnya menyeringai licik entahlah author juga gak tau rencana apa yang bakal dibuat sama kulak hihi,kita tunggu aja nanti yah readers


" yuk cabut girls" ujar kolak mengayunkan kaki putih nya yang terlihat indah bahkan ia mengenakan pakaian yang begitu ketat dan sanagat mencolok sehingga terlihat sangat jelas lekuk tubuh indahnya.

__ADS_1


"gue yakin kok,kalo Lo bakal milikin dia jadi semangat" ujar Rere tersenyum licik juga


" ho'oh lak jangan nyerah,Pepet terus" ujarnya Wardah tersenyum memberikan semangat kepada lilak. huhu lucu yah jaman sekarang untuk berbuat buruk saja banyak yang kasih suport sedangkan orang yang memberikan nasihat yang baik diabaikan dan diacuh kan.


" akh MANTAP,serepet" ujarnya terkekeh geli dibuatnya


mereka berjalan kembali sambil sesekali tertawa lepas hingga ia diperhatikan beberapa mahasiswa yang sedang berjalan ataupun mengobrol dilorong kampus


 


sherena dan zerin kini tengah mengendarai motor mereka untuk pulang kerumah.keduanya mengendarai motor dengan beriringan,seolah sedang sangat bahagia untuk keduanya. kedua gadis cantik yang berbeda yang satu sangat ceria dan mudah bergaul,dan yang satunya sangat dingin dan datar.dua gadis yang memiliki kepribadian yang sangat berbanding terbalik namun tidak membuat mereka saling merendahkan malahan mereka saling melengkapi satu sama lainnya.walaupun tidak ada ikatan darah diantara keduanya namun seolah batin mereka terikat sangat kuat.


mereka kini telah sampai dirumah yang besar dan juga mewah membuat mereka melepas helm dan juga turun dari motornya memasuki pintu utama. yang pertama mereka lihat adalah seorang wanita yang mungkin umurnya sudah menginjak kepala 7 membuat kedua gadis itu berlari kecil untuk menghampiri wanita paruh baya itu.


"Hua grand ma" teriak zerin heboh dan langsung memeluk neneknya erat ia begitu merindukan neneknya


"halo nenek apa kabar, sher kangen banget sama nenek" ujarnya sherena sembari memeluk neneknya


" wah cucu nenek makin cantik yah" pungkasnya sambil membalas pelukan keduanya.yah dia adalah rafina angkasa ibunda dari Alex papa zerin.wanita hebat dan juga berkarir "nenek kangen banget sama cucu nenek yang cantik" lanjutnya kembali


" nenek sih tinggalnya sama kakak kita yang twins" ujar zerin dengan muka yang dibuat sekesal mungkin


hal itu sontak membuat sherena dan Fina terkekeh kecil..


"yaampun jadi cucu nenek ini cemburu yah?" ujarnya terkekeh "yaudah nenek bakal tinggal sama cucu cucu nenek yang cantik sampe tempat peristirahatan terakhir nenek" ujarnya sembari mengelus kepala cucunya


"ah sayang Nenek"ujar kedua nya bersamaan


"udah dulu ya acara pelukan nya kita makan dulu nanti bisa dilanjutin. tuh liat sekarang cacingnya lagi pada DJ an sama dangdutan " ujar Zihan kepada ketiga wanita yang tengah melepas rinduuu


"ternyata menantuku ini reseh juga yah menghancurkan kerinduan yang baru saja tercapai haha" gelak tawa dari Fina menyalur keseluruh penjuru rumah


" makanya mah jangan rindu..


rinduuu itu berat mama gak akan kuat biar Alex aja yang angkat" ucap Alex yang tiba tiba masuk membuat semuanya kembali tergelak


" uhuk uhuk udah udah perutku sakit " ujar Fina tergelak sampai terbatuk batuk.kembali suara gelak tawa yang menggelegar dari keluarga ini. begitupun dengan sherena yang tergelak tak kalah kencang


" Uda yuk pada makan liat ni perut ku udah keroncongan minta di isi" ujar zerin mengelus perutnya yang lapar membuat mereka berhenti tertawa dan menggangguk lalu mengayunkan kaki untuk menuju meja makan


setelah selesai makan Zihan menyuruh seorang art nya untuk membersihkan meja makan setelah itu mereka semua duduk didepan tv untuk sekedar mengobrol santai..


disana ada sherena yang tiba tiba merasakan sesak di dadanya dan juga merasakan sakit yang teramat diperutnya ia menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang semakin lama semakin membuncah membuat ia pamit untuk beristirahat " em sheren istirahat dulu yah soalnya sheren agak kecapean hehe" ujarnya disana semabari berdiri mereka semua mengangguk paham.lalu sherena berjalan dengan cepat kekamarnya lalu mengunci pintu kamarnya ia membanting tubuhnya diatas kasur yang empuk sambil memukul mukul dadanya yang sesak dan meremas perutnya yang sakit

__ADS_1


__ADS_2