
sherena yang melihat ada pembatas jalan langsung menghentikan gelindingan nya dan menatap gadis kecil yang berada dalam pelukannya..
lalu mendudukkan gadis itu di tepian jalan dan sherena pun juga ikut terduduk, lalu bertanya dengan datarnya "Does anyone hurt Hem" tanya sherena pada gadis kecil itu, gadis kecil itu menggeleng takut
" Don't be afraid I'm here and I won't eat you" ujar sherena yang seolah tau bahwa gadis itu sedang ketakutan
"I'm fine, it's just that I'm afraid" ujar sang gadis itu takut dan terbata
ia takut dengan wajah datar dan suara dingin milik sherena membuat ia hanya menunduk tanpa mau menatap. di kejauhan ada fina, Alex, zihan, Gilang, amar dan juga zerin yang tengah berjalan menuju dua wanita yang masih terduduk dipinggir jalan dan pengendara yang hampir menabrak sang gadis itu hanya berlalu pergi tanpa mau bertanggung jawab ataupun minta maaf. lalu diikuti oleh Rere dan juga Hans tentunya..
zerin pun ikut terduduk menyamakan tubuhnya dengan gadis itu seraya mengelus rambut panjang yang bergelombang milik gadis kecil itu lalu bertanya "What's your name, is there anyone sick? Come on, tell me" tanya zerin dengan sangat lembut membuat gadis itu menatap zerin dengan mata yang sembab
__ADS_1
"my name is Safia, I am not sick and thank you for helping me " ucap sang gadis kecil bernama Safia itu seraya tersenyum tulus memperlihatkan deretan gigi susu miliknYa yang rapi membuat Zihan yang melihat sangat gemas namun sayangnya gadis itu terlihat sangat kurus membuat Zihan yang menyentuh pipi tirus milik Safia pun merasa kasihan. bayangkan saja Safia terlihat seperti orang tidak pernah makan. namun gadis itu hanya diam dan menunduk buliran buliran bening mulai berjatuhan kembali, membuat Zihan dan zerin bertanya gadis itu masih tetep tertunduk ia tidak pernah merasakan belaian lembut dari keluarganya. ia tak pernah dianggap. ia memang cantik hanya saja sang ibu meninggal saat melahirkan dirinya membuat ia sangat dibenci dan juga dimaki oleh kakak, ayahnya, bahkan keluarga nya sendiri. ia selalu mendapat perlakuan buruk makan saja ia hanya dikasih sisa makan mereka ia tidak boleh meminum air mineral atau apapaun itu, Safia selalu disuruh meminum air kran. ayahnya,, ayah nya pun sangat benci kepada dirinya. bukankah kematian adalah takdir? lantas mengapa gadis belia ini selalu dibenci?. saat ia baru dibawah pulang pun tidak ada yang menyambut nya dengan hangat ia ditaruh diruang yang sempit dan juga berdebu bahkan ruangan itu adalah bekas gudang. tidak ada yang boleh mengurusnya kecuali saat Safia menangis karna lapar barulah seorang art baru diperbolehkan masuk itu adalah perintah ayahnya sendiri. jahat yah, memang sangat jahat itu adalah ayah kandungnya sendiri loh kok malah sejahat itu sama darah dagingnya sendiri. sampai pada Safia yang berusia 4 tahun itu ia harus mencari uang dijalanan untuk ia beli makanan tidak ada yang peduli ia sakit ataupun sehat. Safia terkadang iri ketika melihat para kakak atau pun saudara nya yang selau mendapat perhatian, kasih sayang dan juga kelembutan. sedangkan ia setiap harinya selalu mendapat perlakuan buruk dari para kakak nya. ia mencoba untuk bertahan dengan hidup nya sendiri yang begitu menyakitkan. ia mencoba peduli tapi ia tak pernah dipedulikan, gadis kecil yang masih terus mencoba bertahan tapi tidak pernah dipertahankan. miris yah kehidupannya. Hingga kini ia yang berusia 6 tahun mencoba untuk bunuh diri kala melihat mobil tadi. ia hampir gila, jika saja ibunya tak pernah muncul dalam setiap Isak tangisnya, bayangkan saja jika kita hidup dalam angin topan yang terus melanda apakah kita akan tetap bertahan sampai angin itu berhenti? dan lantas bagaimana jika kita hidup selalu di terjang oleh saudara kita akan kah kita tetap bertahan? iya kalo orang tersebut sadar kalo enggak gimana?? ..
terkadang kita perlu egois dalam hidup..
jangan terlalu mudah mengalah karna banyak yang menyakiti mu kau harus egois untuk sesaat agar kamu merasakan kebahagiaan dari perjuangan mu..
eitss, jangan terlalu egois itu gak baik ya hehe
sherena mengangguk disana ia terlalu datar hingga Safia takut hanya untuk sekedar menatap. sherena mengangkat dagu yang agak terbelah milik Safia mata coklat yang sedari tadi tertunduk kini mengangkat wajahnya dan menatap manik mata indah dan sejuk milik sherena. entah lah mata hijau itu mampu menghanyutkan mata yang tengah memandang nya. keduanya saling menatap dalam hingga tangan sherena terulur untuk mengelus rambut Safia, ia melihat kerapuhan dan keputus asaan milik Safia "Come on, I'll take you home, I'm sure your family is looking for you" ujarnya sherena datar namun terdengar lembut
Safia menggeleng dengan takutnya "They don't care about me, I'd rather stay on the side of the road than have to feel a broken heart because my brothers and even my own father they never care" ujarnya disana dengan suara berat dan juga parau menahan tangis "I love you, because you have given me a soft caress." ujarnya disana melanjutkan ucapannya, mereka tidak paham dengan arah dimana Safia ceritakan anak yang tak dianggap? mereka tidak faham masih adakah? hanya sherena yang maksud arah dimana Safia bicara. karna, mata polos itu menyorotkan beribu rasa kecewa.
__ADS_1
"I love you too, don't cry well I will help you with my ability, if indeed they don't want you then my money will be your family. " ujarnya sherena yang langsung memeluk Safia dengan lembut. ia tahu kerasnya kehidupan sehingga ia tidaklah mau ada gadis kecil yang merasakan kejam nya dunia.
Safia terkejut dengan pelukan hangat milik sherena,membuat ia membalas pelukan hangat milik sherena lalu mengangguk dengan mantap. semuanya tersenyum menyaksikan dua wanita itu. lalu Fina membuka suara " nak ayo masuk mobil. kau harus istirahat dan jika kau ingin bawalah Safia ia sangat menggemaskan" ucapnya seraya mengelus rambut milik safia. sherena mengangguk lalu meraih jemari Safia yang terlihat panjang nan kurus. lalu membantu Safia berdiri dan melangkah diikuti oleh semuanya.selama mobil berjalan Safia duduk diatas pangkuan zerin yang terlihat begitu menyayangi anak kecil. sesekali terdengar suara tawa kecil milik safia , sherena disana hanya sesekali tersenyum tipis saja. Safia yang lelah diperjalanan menuju mansion milik hilang dan juga amar itu pun mulai merasa mengantuk itupun karna ia habis menangis. zerin mengelus kepala Safia dengan sayang dan sesekali menyuapi gadis kecil itu buah, dan juga susu kotak yang ia beli di minimarket tadi. sebenarnya Safia menolak keras karna ia terlalu merepotkan Meraka tapi zerin tidak menggubrisnya ia malah dengan antusias memilih cemilan sehat untuk anak,buah, beberapa madu dan sari kurma dan jangan lupakan berbagai Rasa susu kotak untuk safia.
setelah sampai di mansion mewah milik sang kakak akhirnyaa pun sherena dan zerin yang tidak mau mengganggu tidur Safia pun menggendong nya namun Safia terbangun dan mengerjap. saat matanya telah terbuka dengan sempurna ia menatap dan berdecak penuh kekaguman menatap mansion yang bercat warna hitam metalik dipadukan dengan warna silver itu terkesan mewah dan elegan dengan pagar yang menjulang tinggi, dihiasi mawar hitam dan juga mawar biru, bunga lili putih dan juga bunga bunga lain nya itu tersusun dengan rapi Yap itu adalah taman bunga. disampingnya lagi ada tanaman dari berbagai macam buah mulai dari pohon anggur, kelengkeng, mangga, blackcurrant,chery dan masih banyak lagi. semakin ditelusuri semakin membuat Safia yang tengah digandeng itu berdecak kagum. di dekat tempat bersantai ada kolam renang yang sangat luas dengan kedalaman mencapai 3 meter namun ada juga yanng sangal cekal yaitu untuk anak anak karna kebanyakan teman dari sang kakak sudah beristri dan punya anak jadilah anak mereka suka bermain air disana. sebenarnya Gilang dan juga amar tidak hanya kuliah saja namun mereka juga mengurus beberapa cabang perusahaan yang tersebar di beberapa dunia.
💫💫💫💫💫💫
hai pembaca yang baik hati jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan cara:
like, komen dan juga vote yah🙏💖
__ADS_1