
semenjak pertemuan Arana dan Gilang tadi siang itu membuat sosok amar selalu menggoda adik kembarnya..
seperti saat ini mereka berada dilorong kampus amar masih terus menggoda Gilang hingga membuat Gilang sangat kesal dan ingin menghajar habis habisan wajah pria disampingnya ini...
" eh tapi ngomong ngomong Arana cantik juga yah Lang boleh tuh gue deketin " ujar amar yang masih berada di samping Gilang ia ingin tahu reaksi kembarannya akan seperti apa...
lirikan mata tajam itu menghunus pada mata coklat disampingnya " sekali lagi Lo bilang dia cantik gue robek mulut Lo. dan juga jangan pernah deketin dia" ujar Gilang dengan suara dingin nya
amar disana terkekeh geli melihat tingkah Gilang yajg sangat posesif ini memang nya Arana siapanya Gilang kenal saja baru beberapa menit yang lalu hadeh hadeh " yatuhan Lang Lo ini lucu deh " ujar Gilang semakin terkekeh kala melihat wajah datar itu berlalu pergi karena sangking keselnya
Amar disana pun ikut pergi tapi mulutnya masih saja berkomat Kamit menggoda Gilang..
Gilang yang saat ini berada di parkiran kampus langsung masuk kedalam mobilnya tanpa menghiraukan amar ia langsung tancap gas sambil mengumpat si cunguk Amar...
setelah sampai dirumah ia dapat melihat keluarga nya sedang menonton televisi disana ada Safia yang meletakan kepalanya diatas paha zerin. zerin dengan senang hati itu mengelus rambut panjang Safia..
" hai semua" ucap Gilang dengan wajah sumringah tak ada lagi wajah kesal dan datarnya yang ada hanya wajah yang terlihat tampan penuh kasih sayang dan ceria
" udah pulang kak. lah kak amar mana" tanya zerin sembari menatap sang kakak
Gilang berjalan menghampiri zerin " belum dek kakak belum pulang" ujarnya sembari mengacak rambut panjang zerin dengan sangat gemas
zerin yang rambutnya diacak pun memanyunkan bibirnya membuat siapapun terkekeh
" ada yang sedang jatuh cinta...
pada pertemuan yang tak disengaja...
ada yang sedang jatuh cinta...
pada gadis kota...
lalalalla...
aku pun tak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama...
aku ingin bertanya pada nya yang sedang dilanda akan rasa cinta" ucap amar yang masuk dengan senandung lagu yang entah nadanya apa....
__ADS_1
membuat semua orang menatap dirinya datar
" kak amar kenapa sih?" tanya sherena heran
amar melirik sekilas kearah Gilang yang juga menatapnya dengan tatapan perhitungan " hehe gak papa by cuma lagi ada yang kasmaran aja kok" ujarnya santai dan mencubit pipi Safia
semua orang kembali heran dengan jawaban amar " memangnya siapa yang lagi kasmaran sih mar ?" tnaya nenek Fina dengan penasaran..
amar kembali melirik kembaran dan menahan tawa " yaampun nenek udah tua kepo amat sih" ujar Amar
Fian yang mendapat respon dari cucunya itu pun mendelik " hais kamu ini berjanda aja, jawab dulu dong pertanyaan nenek kan kepo nih. lagian ya nenek tua tua gini masih cantik kali" ujar nya dengan percaya diri membuat yang lain terkekeh saja
" mah bukan berjanda tapi berduda" ujar Zihan kepada mertuanya
Dion geleng geleng kepala " yaampun gak mantu gak mertua sama aja yang satu berjanda yang satu berduda yang bener itu bercanda" ujar Dion terkekeh
" em yang lagi kasmara adalah......" ucap amar yang sengaja digantung agar membuat semuanya tambah penasaran...
benar saja keluarganya sudah memasang telinga secara baik " adalah Gilang" ujarnya amar disana
Gilang yang mendapat tatapan penuh tuntutan untuk menjelaskan kepada keluarga nya itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berlari menaiki anak tangga agar tidak mendapatkan pertanyaan beruntun satu keluarganya tapi ia sangat mengumpat pada sosok amar yang sangat ember...
entahlah seolah hari esok adalah hari yang tak ingin untuk ia adakan wajahnya jelas terlihat sedih.....
harusnya ia bahagia karna esok adalah hari kelulusan nya...
masih ada rasa bahagia itu dalam dirinya tapi rasa sedih itu akan berpisah pada gadis yang tadia ia bantu...
malam yang semakin larut itu membuat matanya mulai memberat direbahkan nya tubuh kekar itu diatas kasur...
pagi ini semua sudah terlihat cantik dan juga tampan. semua orang sudah bersiap dengan pakaian mereka....
4 mobil Ferarri mulai melaju membelah jalanan raya yang terlihat mulai padat wajah mereka berseri menandakan kebahagiaan...
setelah sampai di kampus tentu semua mata menatap mobil mewah itu dengan tatapan kagum. apalagi ketika para pemiliknya keluar dari setiap mobil membuat semua orang semakin mengganga menatap kagum keluarga itu....
keluarga itu berjalan dengan elegan nya menuju aula tempat wisuda teentunya keluarga itu sudah disiapkan kursi terdepan..
__ADS_1
hingga semua orang sudah mulai berkumpul untuk menyaksikan hari yang penuh akan kebahagiaan dan tangisan haru untuk sang buah hati. hanya sekali orang orang kaya disana...acara demi acara sudah terlewati bahkan pengumuman hasil kelulusan terbaik pun sudah dilontarkan...
kini tinggallah sudah perpisahan untuk semua orang..
banyak air mata yang tumpah dari banyak nya orang...
tak jauh dari tempat itu terdapat sosok gadis berhijab tengah memandang pria tampan bertoga yang menjadi lulusan terbaik dan meraih IPK yang sempurna ia hanya mampu mengucapkan selamat dari jarak jauh saja..
gadis itu juga merasa sedih akan kelulusan pria itu entah ada apa dengan hatinya yang detik itu juga merasa kosong ada yang berkurang. ia merasa pernah ada ikatan yang membuat dirinya dan pria itu sangat dekat tapi ia tak tahu dan tak mengingat apapun...
setelah cukup puas memandang sang pria tampan itu gadis cantik itu memilih pergi.
kini acara sudah selesai membuat keluarga itu meryakannya disebuah kafe l...
keluarga itu penuh dengan canda tawa saat ini. melupakan sebentar masalah yang mungkin sedang terjadi menutupi dengan senyum tulus itu adalah cara terampuh untuk mengubur luka..
bugh..
satu tendangan mematikan dari seorang wanita muslimah pada pelayan. seketika semua orang terkejut. tatapan yang tadi bahagia itu kini sirna menjadi tatapan seorang pembunuh berdarah dingin..
gadis itu menghampiri pelayan yang mencoba kabur. tapi gerakan gadis itu benar benar begitu cepat hingga ia mengunci tubuh pria berbadan kekar pukulan pukulan mematikan mampu membuat sosok pria itu terkapar tak berdaya yang membuat sosok gadis kecil yang tak lain Safia bergetar hebat
ia mengambil sebuah suntikan yang tadi dipegang oleh pelayan itu untuk menyuntikkan nya pada Gilang " apa itu by" ujar amar d Ngan wajah serius semua orang bahkan tidak berani menatap wajah cantik itu
" kita bicara kan nanti sekarang kita harus pulang " ujar sherena dingin tak lupa ia menyuruh beberapa pengawal nya untuk membawa pria itu kemarkas mereka semua menyetujui saja karna takut terjadi apa apa..
semuanya pulang kemansion kecuali sherena kedua kakak laki lakinya dan juga papanya
" apa maksud dari semua ini putriku" tanya Dion dengan wajah serius
" aku tidak tahu jelas ayah" ujar sherena d Ngan dinginnya
" apakah ini ada sangkut pautnya dengan orang dimasa lalu mu?" tanya Gilang dengan wajah serius
sherena menggeleng " bukan dia. dia belum tahu jati diriku. tapi dalang tersembunyi dibalik semuanya" ujarnya
" kita harus saling mengawasi dan menjaga jangan sampai lengah." ujar amar dengan dinginnya semua mengangguk dan memulai rencana
__ADS_1
bahkan sesuatu terpental dari tangan