GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
Masa Lalu yang teringat part 2


__ADS_3

tiga jam sudah berlalu kini sherena mulai membuka mata satu kali kerjapan sosok yang pertama ia lihat adalah Areta yang menyandarkan tubuhnya pada dinding yang terlihat tertidur namun tangannya masih berada diatas kepala sherena. membuat sherena tersenyum " kau sangat baik dan perhatian kak are" gumamnya sambil mengelus wajah cantik areta. merasa ada yang mengelus wajahnya Areta langsung terbangun lalu tersenyum saat menyadari sang pemilik tangan


" kau sudah sadar dik. apakah ada yang sakit ?" tanya Areta sambil mengusap kepala sherena


sherena menggenggam tangan Areta " tidak apa kak are aku baik baik saja mau liat nih" ujarnya sambil jingkrak jingkrak seperti anak kecil


Areta terkekeh melihat sherena " yaudah ayo makan tadi mereka memberikan kita makan" ucap Areta sembari menyodorkan nasi dan ayam rica rica membuat sherena mengangguk dan memakan bersama Areta


beberapa menit mereka telah usai makan...


namun tiba tiba lampu diruangan yang sherena tempati mati membuat kedua gadis itu mempertajam penglihatan mereka..


hingga tatapan tajam sherena melihat seperti bolongan yang terlihat didinding sebelah pojok sofa yang membuat sherena penasaran ia melangkah menuju dinding yang terlihat bolong dan diikuti oleh Areta


argh


terdengar suara teriakan seseorang dari ruangan sebelah..


membuat Areta ketakutan, hal itu membuat sherena menggenggam tangan Areta agar tidak takut dan juga jangan berisik


dengan pandangan yang sangat tajam sherena mengintip...


disana terlihat sosok pria yang tengah disandera dengan kejamnya..


ruangan itu memiliki cahaya jadi sherena dapat melihat dengan jelas..


lalu ia melihat seseorang yang tengah menyiapkan beberapa tanaman langka dan juga cairan kimia. sherena bahkan tidak memperdulikan penyiksaan malahan ia menonton seseorang yang sedang membuat ramuan. semua tanaman langka itu dijadikan satu dan ditumbuk sampai halus lalu diperas airnya dan langsung dicampur oleh beberapa cairan kimia yang berbahaya..


setelah semuanya tercampur rata maka ramuan itu dimasukkan kedalam alat suntik..


" maaf tuan mengapa anda membuat ramuan seperti itu?" tanya pria berbadan kekar


seseorang itu tersenyum licik " ini adalah ramuan kematian dalam jangka waktu satu Minggu hahah" ujar pria itu sambil tertawa mengerikan


bahkan pria itu juga sudah membuat ramuan penyembuh nya. sherena mengingat semua yang diperlukan untuk membuat obat mematikan...


ia kembali melihat seorang pria yang tadi disiksa badannya sudah tidak utuh lagi. bahkan jantung, ginjal,hati dan matanya diambil. dengan beberapa organ tubuh lainnya sudah dipotong potong. darah segar berceceran di dalam ruangan itu membuat sherena hanya diam lihatlah bahkan tubuhnya sangat gemetar mengingat keluarganya mati dengan keadaan mengenaskan. sherena mengepalkan tangannya, jujur awalnya ia sosok yang sangat takut darah namun mengingat dendamnya yang belum terbalaskan membuat ia mencoba untuk menyeimbangkan dan mengurangi rasa trauma nya...


ia benci akan hidupnya! sungguh ia sangat sang benci dengan takdirnya ia benci dunia ia benci segala nya! ia tak berharap umur uang panjang satu harapannya yaitu MEMBUNUH IBLIS YANG BERWUJUD MANUSIA. MEREBUT KEMBALI KEBAHAGIAAN YANG TENGAH DIRENGGUT OLEH ORANG TAMAK..


...karna Ada AIR MATA YANG HARUS DIBALAS DENGAN TETESAN DAN ALIRAN DARAH.....


...DAN ADA KEBAHAGIAAN YANG HARUS IA HANCURKAN DENGAN PERLAHAN...


...itulah tujuan hidupnya....


sherena juga tak mengizinkan Areta untuk melihatnya membuat Areta hanya membuang nafas kasar...


sherena kembali ketempat semula.


Areta bahkan sekarang tertidur disampingnya sherena, sedangkan sherena masih belum tertidur ia memiliki rencana untuk pergi dari ruangan ini.


setelah bermain dengan pemikiran nya akhirnya ia lelah dan tertidur...


pagi hari sekali sherena sudah terbangun lebih awal dan membangun kan Areta..


" kak are bangun" ujar sherena mengguncang pelan tubuh Areta karna terganggu Areta pun terbangun dengan mata terpejam nya


" sher kenapa sih kok aku dibangunin" tanya Areta dengan masih mengucek matanya

__ADS_1


sherena diam " kita harus cepat pergi dari sini kak are " ujarnya sambil melirik jendela besar yang terkunci


" beneran" tanya Areta dengan antusias..


seolah melupakan rasa kantuk yang tadi sangat berat ia rasakan kini terbuang karna rasa bahagia


sherena mengangguk dan memberikan hodie kepada Areta. membuat Areta langsung menangkap nya dan langsung dengan cepat memakainya..


sherena mencoba membuka jendela namun dikunci...


Areta memegang rambutnya mencari sesuatu dan Yap ia mendapatkan nya


" dik gunakan jepit kak are saja" ujar Areta menyerahkan jepitnya. dengan cepat sherena mengambil nya dan langsung membukanya..


jendela itu terbuka dengan lebarnya menampilkan hutan yang dipenuhi dengan daun yang lebat dan berukuran besar. tak hanya itu bahkan disana ada beberapa bodyguard yang sedang berjaga tatapannya jatuh pada pistol dan mobil hitam yang berada tak jauh dari penjaga itu. dengan sangat hati hati ia turun dari jendela. setelah melompat ia langsung membantu Areta yang masih bersiap untuk melompat.


krekk..


namun sialnya saat Areta melompat ia tak sengaja menginjak ranting kering yang menimbulkan suara yang cukup nyaring..


" suara apa itu" ucap seorang penjaga kepada penjaga lainnya..


" tidak tau ayo cepat kita lihat nanti malahan dia penyusup " ujar penjaga lainnya sambil berbisik dan berjalan menuju sumber suara


dengan langkah hati hati penjaga itu membuka sedikit bunga yang menutupi tembok sambil mengarahkan pistol kedepan..


saat dibuka tak menampilkan apapun membuat dua penjaga disana menghela nafas dan ingin berbalik namun tiba tiba


bugh..


bugh..


suara pukulan yang keras dan juga tendangan mengenai dua penjaga yang berbalik duluan karna pukulan yang keras kedua orang itu pingsan. karna dua penjaga lainnya uang berada agak jauh dari mereka sherena mengenakan kesempatan untuk mengambil kedua pistol yang jatuh dan memasukkan kedalam kantong hodie yang ia kenakan..


namun keberuntungan belum memihak padanya kedua penjaga lainnya menghampiri sherena dan Areta dengan cepat dan lihai sherena memainkan pistolnya..


dor,.


dor...


sherena menembakkan pistolnya tepat mengenakan sasaran yaitu jantung membuat Areta bergetar takut. apalagi untuk memandangi wajah ayu sherena ia tak berani karna wajah itu terlihat sangat datar, dingin dan mengerikan tatapan tajamnya benar benar membuat Areta sangat takut. tatapan nya jauh dari kata menyejukkan seperti saat berdua dengan dirinya..


menyadari Areta ketakutan sherena memulai pembicaraan " kak are jangan takut ayo kita harus cepat pergi dari sini sebelum mereka datang kembali " ujarnya dingin dan menarik tangan Areta


dengan langkah cepat sherena terus menarik tangan Areta dan menaiki mobil sedan hitam untung nya kunci mobil masih tergantung dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi. ia terus melihat kaca mobil yang melihat beberapa mobil mengejar mobil nya


" kak are ambil pistol di kantung ku cepat" ujarnya dengan tegas


Areta mengangguk dan mengambil pistol dari saku hody sherena


sherena masih fokus menyetir dengan kecepatan tinggi namun tidak dengan otaknya yang tengah berkerja untuk menyusun kembalii rencana


" kak are keluarkan sedikit tubuhmu keluar yakin dan tembakan kearah ban mobil yang mengikuti kita cepat" ujarnya dengan sekit berteriak


karna tak tahu cara bermain pistol ia bertanya " ini bagaimana caranya sher aku tidak tahu " ujarnya panik


sherena menatap sebentar kearah Areta " lakukan seperti tadi saat aku membunuh para penjaga dikawasan hutan. jangan panik tanamkan tatapan mu. luruskan kedepan fokus pada target mu lalu tarik pelatuknya dan tembakan dengan tepat " ujarnya sambil terus menyetir


Areta mengikuti instruksi sherena dan

__ADS_1


dor..


dorr..


dorr..


tepat sasaran membuat beberapa mobil disana terguling dan bertabrakan membuat sherena tersenyum..


tangan kirinya ia gunakan untuk mengotak-atik handphone yang sempat ia ambil membuat privasi dirinya dan Areta yang tak dapat dibobol..


ia kembali melirik kebelakang akh kini mobil yang mengikuti dirinya sangat banyak sekarang..


karna jarak yang cukup jauh sherena membuka pintu mobil tepat dekat jurang yang terlihat curam. dengan keras ia mendorong dan melompat areta..


sherena menggenggam tangan Areta dan terguling jatuh kejurang.


Duar..


suara ledakan mobil yang snagat keras membuat para mobil tadi berhenti dengan jarak yang cukup jauh dari lokasi..


" putriku " teriak seorang pria yang langsung turun dari mobil miliknya dan hendak berlari kearah ledakan tersebut namun dihalangi oleh para bodyguard nya


" tuan jangan itu sangat berbahaya" ujar salah seorang bodyguard Dangan memegang tubuh tuan nya


dengan lirik kan tajam pria itu membentak " lepaskan aku dia putriku bodoh. " ujarnya


memberontak dan juga membentak


tapi semua bodyguard tidak menghiraukan ucapan tuannya


" putriku..


maafkan aku yang tak dapat menjagamu hiks hiks" ujar pria tadi melemah dan menjatuhkan tubuhnya diatas tanah yang lembab. ia menangis itu adalah hal langka untuk dirinya


semua para bodyguard menatap iba kesah tuannya " maafkan kami tuan" ucap salh seorang bodyguard dengan mencicit


" kalian semua tidak berguna. saya memberikan pelatihan dan juga gaji yang besar tapi kalian tidak becus menjaga dengan


baik putriku HAH " uajrnya membentak lalu berdiri dan memukuli para bodyguard nya..


mereka hanya diam...


entah apa yang terjadi pada kedua gadis cantik yang berada didalam jurang yang curam..


\*\*\*\*\*\*\*


huh. " itu cerita yang aku ingat ayah " ucap sherena kepada Alex/ Dion


Alex/ Dion menatap sherena dalam " apa kah mereka tahu identitas mu yang sekarang nak" tanya melemah. ia gagal disaat anaknya diculik dan merenggang nyawa demi keluarganya tapi ia istri dan ank anaknya malah happy diluar kota


sherena diam menatap dalam manik mata ayah nya ia melihat sebuah rasa menyesal dalam maa itu " ayah jangan salahkan dirimu itu bukan salahmu. itu adalah kewajiban ku untuk menjaga kalian. apa pun taruhan nya aku tidak peduli. karna aku mencintai dan menyayangi kalian layaknya kalian yang menyayangiku meskipun aku bukan anak kandung mu ayah. dan satu hal tak ada yang mengerti privasi itu " ujarnya dengan lembut menatap ayahnya


merasa haru Alex langsung memeluk erat tubuh putrinya " lantas bagaimana dengan kak Areta mu sayang" ujar Alex melepas pelukannya


sherena diam matanya berubah sendu lalu menggeleng pelan " aku tidak tahu keadaan nya waktu itu. aku terpisah dengan kak are. bahkan aku tak tahu dimana dia berada.andaikan saat itu aku tak menyuruhnya ikut aksi mungkin sampai saat ini ia masih ada" ujarnya dengan menatap lurus ke depan


Alex mengelus kepala sherena sayang " jangan pernah salahkan dirimu. kamu sudah melakukan yang terbaik untuknya " ucap alex sambil menghela nafas


sherena hanya Tersenyum

__ADS_1


" ayo masuk" ucap alex dan diangguki oleh sherena


__ADS_2