GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
RASA..


__ADS_3

hari berganti hari kini Arga mulai beraktivitas dengan normal kembali...


ia saat ini tengah berdiri didepan jendela besar dengan memejamkan matanya menikmati udara pagi yang masih sejuk...


" derr" kaget deza dengan menepuk pundak adiknya


" hey kodok" latah Arga dengan lonjakan


" hahahaha Arga mukamu lucu banget" ucap Deza dengan tawa terbahak-bahak. Arga menatap datar kakak nya dan memegang jantung nya yang berdetak sangat cepat karna kaget


" his kalo ini jantung copot gimana" ucap


Arga kesal


deza masih saja tertawa " ya kalo copot tinggal dipasang lagi lah kok repot" uccap deza dengan entengnya


" emangnya asal pasang aja apa, lagian kalo mau masuk kamar orang itu ketok pintu dulu kalo kakak mah enggak asal masuk aja " ujarnya dingin


deza menatap adiknya itu gemas " abisnya kamu gak dengar dari tadi pintu di ketok yaudah lah masuk aja " ujarnya dingin


" oh maaf hehe gak denger " ucap Arga menggaruk telinga nya malu

__ADS_1


" yaudah yuk turun kita makan " ujarnya dengan melangkah kan kakinya keluar dari kamar adik nya itu.


Arga hanya mengangguk dan memasang wajah dingin dan datar nya.


" dek ayo sini duduk " ucap Deza setelah sampai di meja makan sambil menepuk bangku disampingnya


" hets mama mau disini saja sayang " ucap mamanya lembut kepada deza.


deza kembali menepuk kursi disamping nya namun lagi lagi diambil alih ayah nya


" pah itukan tempat Arga " ucap Deza nanar


papa hanya menatap sekilas Arga lalu berbicara " untuk apa kan masih ada tempat lain sayang, bahkan lebih baik ia makan dilantai saja " ucap papa nya itu dingin


deza menghela nafas " tapi kan ma pa Arga juga anak kandung mama sama papa. Arga juga sama kan kaya Deza " ucap dengan lembut


" haha deza kamu memang benar nak Arga itu anak kandung kami namun dia hanya hanya anak pembawa sial " ucap mama nya tak suka


" lagi pula kamu ngapain nyamain kamu sama sama Arga " ucap papa nya dingin


Arga menatap mereka semua dengan mata memerah nya " iya kalian benar saya anak pembawa sial, saya anak yang sangat sangat pembawa petaka. namun saya minta setidak nya perlakukan saya dengan baik. anda ( menunjuk papa nya) anda adlah ayah saya seharus nya anda tahu perasaan saya sebagai ank laki laki. seharusnya anda tahu perasaan saya ketika saya dibedakan, ketika saya di lupakan , ketika saya mulai dijatuhkan, salh saya apa hah. ketika kakak saya pergi dan pulang disambut dengan hangat namun saya, saya hanya dianggap angin lalu. ketika kakak saya kalian diberi makanan yang enak sedang saya hanya diberi sisa, ketika kakak saya bisa mendapatkan perilaku baik dari kalian saya selalu mendapat perlakuan buruk dari kalian. tanpa kalian sadari itu membuat saya depresi. Anda ibu saya. ibu yang sudah mengandung dan melahirkan saya harusnya anda tahu perasaan saya. ketika semua anak dapat bermain dengan senang tapi kalian mengunci dan mengucilkan saya didalam kamar. ketika kakak saya mendapat nilai yang cukup buruk kalian bimbing namun ketika saya kalian malah memukul saya. bukankah kalian manusia dimana letak hati nurani kalian sebagai orang tua bahkan hewan lebih baik dari kalian. ketika kakak saya mendapatkan uang dari kalian saya malah disuruh kerja untuk mendapatkan uang. dimana letak hati kalian HAH!"ujarnya Arga dengan marah'. nafasnya yang menggebu dan mata yang memerah. diam mereka semua semuanya diam tatkala kata yang keluar dari bibir seorang Arga. pemuda yang tak pernah berseru akan hidup nya kini mulai menyeru akan rasa sakit' nya.

__ADS_1


" ketika kalian dapat tertawa dan saya hanya bisa menatap kalian dalam diam. ketika kalian dapat bercanda sedangkan saya hanya bisa menatap. saya tanya dimana letak kesalahan saya dimana hah! saya lelah saya juga capek hidup begini. kalo kalian tidak ingin mengurus saya untuk apa saya dilahirkan? jawab kenapa kalian diam? KENAPA?! " ujarnya dengan marah


" dek" ucap Deza dengan lembut


" mungkin itu ada alasannya" ucapnya lagi


" kenapa kak, kakak selalu bilang begitu kakak gak pernah ngerti perasaan Arga kak hiks. kakak selalu bahagia sedangkan Arga nggak pernah" ucap Arga melemah


dengan cepat deza memeluk tubuh Arga memberikan kenyamanan. tak tahan akan air mata yang terbendung Arga menangis di dalam pelukan Deza. mama dan papanya menunduk tak berani' menatap wajah sang putra. hati keduanya bergetar mereka merasa benar benar tertampar. mereka sadar akan perlakuan mereka kepada Arga mereka sadar.


" baik jika kalian tak pernah menginginkan saya maka saya akan pergi dari rumah ini dan tidak akan pernah menginjakkan kaki ini kembali ingat itu. " ucap Arga berlalu pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya


" suatu saat mama dan papa akan merasa kehilangan sosok berharga seperti Arga " ujar deza marah disana dan berlalu pergi menyusul adik nya namun ia terhenti saat melihat adik nya yang sudah menyeret koper


" ayo kita pergi" ujar deza menggenggam tangan Arga


"kakak mau membawaku kemana?" tanya dingin deza


" disuatu tempat yang tidak seorang pun dapat menyakiti kamu " ujarnya jujur Arga mengangguk saja


" Arga mama.....

__ADS_1


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


selamat membaca semuanya 😉😊


__ADS_2