GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
Pergi..


__ADS_3

Bukan aku menyerah namun aku sangat lelah..


bukan aku kalah hanya saja aku ingin mengalah..


,,Arga,,,


..........


" ri hari ini kita akan pergi ke luar kota jadi siapkan diri anda" ucap Darwin dingin


ayri hanya mengangguk tanpa mau berbicara membuat Darwin badmood ia merasa pernah tertarik dengan ayri namun kapan entahlah ia tak ingat.


yah mereka saat ini berada didalam pesawat menuju kota xxx namun masih sama sherena masih dingin dan kaku bagaikan robot hidup. dengan lancang Darwin menoel pelan pipi sherena yang terlihat chuby namun tegas. dengan gerakan cepat sherena meremas tangan Darwin yang berani menyentuh nya


" akh " teriak Darwin dengan keras saat melihat tangan nya yang diremas dengan keras dan tatapan membunuh bodyguard nya


" lepas tangan saya" ujar datar namun dengan ringisan


" jika anda berani menyentuh saya maka saya akan menghabisi anda tuan " ujarnya datar dan menghempaskan tangan Darwin dengan kasar


" akh sial dia ini perempuan atau apa. sakit sekali tanganku akh" batin Darwin meringis


namun ia cukup tertarik. ia memilin tangannya agar tidak terlalu sakit


" itu hanya seberapa tuan suatu saat anda akan merasakan yang lebih sakit dari ini" batin sherena dengan senyum licik dan menatap jendela


1 jam perjalanan sherena dan juga Darwin bahkan yang lainya sudah mendarat dengan Selamat yang kini berada di dalam kamar masing masing.


sherena saat ini tengah menyusun pakainya didalam lemari. lalu merebahkan dirinya di sofa empuk


dert

__ADS_1


dert


getaran handphone nya membuat sherena menaikan satu alisnya ternyata telfon masuk dari Hans


" selamat siang nona" ucap Hans sopan


" siang, ada apa Hans" ujar sherena to the point' iya tahu jika Hans sudah menghubunginya maka ada yang tidak beres.


" maaf nona sepertinya di rumah anda ada seseorang yang mengintai"ujar Hans


" tetap amati dia dan harus waspada. berikan penjagaan ketat untuk rumah utama jangan biarkan siapapun pergi tanpa pengawasan kalian. saya disini selama satu Minggu jika ada apa hubungi saya " ujarnya dingin dan dibalas oleh kata baik nona lalu dengan cepat sherena mematikan sambungan telepon mereka.


' semakin kamu melangkah lebih dalam kedalam jebakan saya maka akan semakin mudah pula saya melenyapkan kamu' gumam Sherena dingin.


Darwin ia berada di balkon menatap jalanan yang padat. ia masih memikirkan sherena. gadis itu begitu unik menurutnya. ketika wanita lain disentuh oleh nya maka ia akan senang bahkan bangga sedangkan sherena ia malah marah dan juga terima membuat ia benar benar tertarik " kau semakin membuatku tertarik RI " ujarnya tersenyum


tanpa disadarinya ternyata sherena mendengar ucapan Darwin ia Tersenyum. iyaa tersenyum licik dan juga jahat.


apakah Sherena pad akhirnya akan mencintai Darwin? salah jawaban nya salah ia tak akan jatuh cinta pada Darwin karna hatinya itu sudah mati jadi ya tidak akan terjadi.


.......


" umma " panggil gadis bercadar itu dengan manja dan bergelayut ditangan sang bunda dengan manja pula


" iya sayang ada apa?" tanya wanita paruh baya yang terlihat masih cantik dengan lembutnya mengelus kepala sang putri


Yap ia syahla yang menatap ummanya dengan mata sendu " kangen Abang" ujarnya sedih sudah beberapa hari ini Abang nya berada dikairo bersama istrinya untuk honeymoon.


" hey sayang kalo Abang nya ada sama sama ribut kalo jauh aja kangen. sini mending Pelu Abi " ucap abi nya lembut dan terkekeh


" Abi ih ngeselin" ujar nya cemberut tak terima

__ADS_1


" ye bilang aja kamu pengen manja manja sama Abi dan umma kan ?" tanya abinya dengan meledek


hal itu membuat syahla merengek keummanya " umma lihat Abi itu ngeselin" ujarnya merajuk tak terima


" fyuh Abi udah jangan ganggu lagi syahla nya " ujar ummanya itu menghela nafas


Abi nya itu berhenti terkekeh lalu tersenyum pada anaknya " yaudah sayang gimana kalo kita pergi ke sawah memancing ikan mau" ujarnya membujuk Sanga anak yang memang hoby memancing


" Abi beneran tunggu dulu ya syahla mau ganti baju dulu" ujarnya berbinar dan berlari


" syahla jangan berlari nak nanti jatuh" ujar ummanya pada syahla


" ayo abi syahla sudah siap.." akhirnya kedua orang itu pergi kesawah


........


jika sherena sedang menyusun rencana dan syahla yang bahagia beda lagi Arga dan juga Deza yang memasuki rumahan yang sederhana namun asri dan juga teduh " ini dimana kak" tanya Arga bingung ia tak pernah kesini


"owh ini ada di komplek xx tempatnya tak jauh dari kampus " ujarnya lembut dan berjalan meninggalkan Arga yang mengangguk.


setelah sampai pada rumah dengan cat berwarna Oren dengan pohon pohon rindang didepannya membuat rumah itu teduh. tidak terlalu besar namun nyaman.


" selamat datang Arga " teriak Rasya dan juga Reza bahagia dan memeluk sahabatnya itu erat


Arga tersenyum ia bahagia ternyata kedua sahabatnya ini tulus " hey apakah kalian berdua ingin membunuh ku setelah aku koma hah" ujar pelan arga sesak


" haduh maaf Ar abisnya kita seneng banget sih" ujar Rasya cengengesan dan melepas pelukan mereka dan menyuruh Arga untuk masuk dan istirahat.


,,,,,,,,,,,,,,


happy reading guys 🤗😊

__ADS_1


__ADS_2