
hari ini sherena kembali memasuki kantor milik keluarga clorence ralat gedung pencakar langit milik ayah dulu.
tok tok
" masuk" ucap Darwin dari dalam
dengan tanpa ekspresi nya sherena masuk lalu membungkuk seolah-olah memberi hormat.
" selamat pagi tuan" ucap nya dengan datar
huf
Darwin menghela nafas " selamat pagi" ujar Darwin datar " yasudah kamu duduk nanti jika saya butuh saya panggil" ucapnya lagi dan diangguki oleh sherena
" hey coba kau bicara aku kan atasanmu kenapa kau begitu dingin dan datar apakah kamu robot?" tanya Darwin dengan cebikkannya
sherena hanya menggeleng
" hais ada ada saja manusia berwujud robot seperti mu" ujarnya memalingkan wajahnya kesal
" saya manusia tuan" ucap sherena datar
Darwin menatap sherena " nah inikan baru manusia mau berbicara" ujarnya tanpa menatap sherena yang sangat datar
***
plak
suara tamparan keras yang menggema membuat sosok gadis kecil yang cantik terpental dengan tubuh yang melemah dan air mata yang membasahi kedua pipinya. gadis kecil itu hanya diam dan menahan Isak tangis nya Agar tak terdengar.
plak
suara tamparan kembali ia dapatkan " hiks ayah ampun hiks hiks" ujarnya menahan aliran darah yang keluar dari sudut bibirnya
" haha apa ampun katamu apakah kata ampun mu dapat mengembalikan istriku hah!" ujar pria paru baya dengan membentak
" hiks ayah maaf ayah hiks" lirih gadis kecil itu dengan lemahnya
" mati kau mati! anak sialan mati kau" ujar pria itu dengan sangat kasarnya
bugh
pria itu mendorong tubuh gadis itu di tembok dan berlalu pergi tanpa perasaannya. jujur masih ada rasa sayang di hati kecilnya namun ia juga sangat membencinya karena dengan lahir putrinya ia harus kehilangan istrinya
" hiks bunda badan fia sakit bunda hiks hiks" ucap nya dengan lirih
" Tuhan kenapa kau harus hadirkan aku jika aku harus tak dianggap dan tak diakui kenapa hiks" ujar semakin lemah seiring matanya yang mulai terpejam.
tak terasa buliran bening mulai memenuhi kelopak mata indahnya. ia duduk sambil memeluk kedua kakinya menenggelamkan wajahnya ditengah tengah kaki nya yang ia satukan. mengingat kejamnya hidup dirinya yang selalu di aniyaya " terimakasih bunda udah ngasih kebahagiaan untuk Safia " ujarnya disela tangisnya.
__ADS_1
sudah cukup ia menangis ia lelah dan ia haus. ia berjalan menuju kulkas dan mengambil teh kotak sebelum ia membuka pintu kulkas nya ia melihat secarik kertas yang ia Pastikan itu dari bundanya yang bertuliskan
~jangan menangis fia kau harus tetap ceria dan tersenyum untuk bunda~
dari bunda๐
Safia ya gadis itu Safia yang tersenyum mendapat pesan dari sang bunda.
" Safia sayang bunda Eren " ucap Safia tersenyum seolah melupakan kesedihannya
" fia janji akan selalu buat bunda bangga" lanjutnya lagi dengan tulus
setelah nya ia meminum teh kotak nya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya yang sembab.
Safia keluar dari kamarnya untuk menemui sang Mama yang berada ditaman belakang.
sesampainya Safia disana ia langsung memanggil sang mama " mama" ucap Safia menghampiri zerin yang sedang menghirup aroma bunga mawar hitam milik sherena
" fia sini sayang temani mama" ucap zerin dengan senyum nya.
Yap mereka memang lebih memilih tinggal dirumah sherena yang megah dengan nuansa abu dan gold sehingga memberikan kesan elegan
" Ma mama suka bunga mawar apa bunga lili?" tanya safia dengan menatap hamparan bunga lili berwarna merah muda yang terlihat sangat indah
zerin menoleh kearah Safia " mama lebih suka bunga mawar sayang, kalo Safia suka bunga apa " ujarnya dengan lembut seraya mengelus kepala Safia sayang
" Safia kenapa ?" tanya zerin dengan memandang wajah Safia yang berubah sendu
" karna ayah dan juga kakak kakak Safia lebih suka bunga lili ma" ujar Safia dengan sendu
" kalo bunda ma?"ujarnya dengan lembut
zerin tersenyum ia tahu saat ini Safia sedang mengalihkan pembicaraan " kalo bunda sukanya Bunya nawar yang berwarna gelap " ujarnya dengan berjalan kecil menyusuri taman bersama Safia
" kamu lihat disini bunga mawar berwarna cerah hanya sedikit?" tanya nya dan diangguki safia " itu karena bunda lebih suka warna gelap " lanjutnya lagi
Safia mengangguk paham " lalu kenapa bunda menanam bunga lili ma?" tanya safia lagi bukan karena tidak sopan ia hanya ingin tahu kesukaan bunda Eren nya
" itu karena mama bunda Eren suka bunga lili sayang " ucap nya lagi dan diangguki lagi oleh Safia
tak terasa mereka sampai di sebuah kolam ikan yang sangat besar dengan disekelilingnya terdapat pohon rindang dan tanaman hias itu terlihat sangat indah membuat safia berdecak kagum
" waw" kagum Safia melihat keindahan dan keluasan kolam ikan ini
__ADS_1
zerin hanya terkekeh dan duduk ditepi kolam sambil memasukkan kedua kakinya kedalam kolam tersebut.
" wah bunda hebat" gumam Safia ini sangat luas bahkan lebih luas dari sang mama yang pernah ia kunjungi
ia kini duduk disamping sang mama dan melakukan hal yang sama
" aaa geli" ucap Safia merasa geli karna kakinya yang di penuhi oleh ikan ikan.
ia kembali menyusuri rumah sherena bersama zerin ia melihat sebuah tempat bersantai yang sangat estetik
safia kembali berdecak kagum. ini baru tempat bersantai bagaimana dengan yang lain nya coba
" fia ayo kita keliling lagi dirumah bunda " ucap zerin dengan semangat. meskipun lelah tapi ia tetap bersemangat karna memang rumah sherena yang sangat memanjakan mata
" oke ma siap" ucap Safia memberi hormat membuat zerin terkekeh
kembali menyusuri ia sampai ditempat istirahat para pelayan ataupun bodyguard penjaga
ia kembali dibuat kagum depannya aja kek gini gimana dalem nya coba batin Safia menggeleng kan kepala
lagi lagi menyusuri rumah
sampai pada kantor pribadi sherena dan juga tempat istirahat untuk sherena
dan sampai pada depan rumah yang kembali membuat safia berdecak kagum. ia cukup lelah membuat ia duduk dipinggir kolam renang
"ma rumah bunda bagus ya" ujar Safia sambil menggoyangkan kaki nya didalam air
" iya sayang mama aja kagum loh hheh" ujarnya tercengir polos tak terasa jam menunjukkan pukul lima sore yang terdengar deru mesin mobil sport yang mulai memasuki pekarangan rumah
ternyata sherena yang pulang. dengan senyum tipis ia melihat sang kakak dan anaknya sedang bercanda ria diruang santai ia berjalan memasuki rumah menuju kamar untuk mandi karna badan nya sudah sangat lengket
setelah memakai hody hitam, celana jeans berwarna hitam dan hijab hitam nya ia turun dan naik lift menuju ruang santai.
" bunda " ucap Safia sedikit berlari memeluk sang bunda erat..
.......
selamat membaca ๐..
__ADS_1
itu hanya contoh rumah sherena ya guys semoga yang baca dan yang like bisa beli rumah kek gitu Aamiin..