Gairah Ketua Geng Motor

Gairah Ketua Geng Motor
Hantu Itu Kamu


__ADS_3

Melihat identitas sosok tersebut, Alena akhirnya bisa bernas lega. "Huuh..."


"Hehehe... Kamu kenapa Alena? Mengapa kamu terlihat seperti habis melihat hantu?" tanya siswa tersebut.


"Ini semua gara-gara kamu, kak Darren! Kamu mengejutkanku!" Alena tampak kesal dengan pertanyaan Darren yang muncul tiba-tiba dan mengangetkan dirinya yang sedang sendirian.


"Hehehe, maaf-maaf... Omong-omong di mana Axel?" tanya Darren melihat sekeliling. Dia tidak menemukan Axel, dan dia tahu jika Axel tidak mungkin kembali ke gudang ini.


"Aku tidak tahu di mana kak Axel sekarang. Saat kami membersihkan gudang bersama-sama, dia tiba-tiba melarikan diri! Entah kemana dia. Benar-benar cowok br3ngs3k, dia." Alena protes dengan kesal.


Setelah beberapa menit puas berkata dengan menjelek-jelekkan Axel di depan Darren, Alena akhirnya teringat sesuatu. "Oh ya, kakak ngapain ke sini? Mau membantuku, ya?" tanyanya kemudian.


"Iya, aku tidak tega melihat kamu membersihkan gudang ini sendirian saat melihat Axel di depan gerbang sekolah tadi."


Darren mengarang cerita sendiri, padahal dia tidak tahu di mana Axel berada sekarang. Dia hanya tahu, jika Axel berjalan cepat saat meninggalkan gudang sekolah ini.


"Maka dari itu, aku ke sini untuk membantumu. Aku kasian liat kamu menjalani hukumannya sendiri. Walau aku tidak bisa ikut membantu bersih-bersih, tapi aku membawakan minuman dingin. Aku tahu kamu pasti haus." jelas Darren sambil menyodorkan sebotol minuman softdrink berwarna hitam pada Alena.


Melihat embun dan tetasan air di permukaan botol softdrink itu, membuat Alena menelan ludahnya sendiri.


Glup


Reaksi Alena ini membuat Darren tak kuasa menahan senyum menyeringai. Menyadari ia tersenyum, Darren segera mengembalikan ekspresi wajahnya menjadi seperti biasanya.


Untung saja, perhatian Alena sejak tadi tertuju hanya pada botol softdrink yang ada di tangannya Darren, sehingga Alena sama sekali tidak menyadari senyum jahat Darren barusan. Dia benar-benar tidak mengetahuinya.


"Terima kasih, kak Darren. Kamu memang berbeda dengan kak Axel yang s14lan itu!"


Setelah mengucapkannya, Alena langsung merebut botol softdrink dari tangan Darren dan langsung meminumnya.


Glup Glup Glup


"Ahhhh... Segarnya! Akhirnya aku terasa hidup kembali!" ujar Alena sambil bertingkah seperti orang yang tidak pernah makan dan minum berhari-hari.


Sudut bibir Darren tersenyum sinis, berpikir bahwa semua yang sudah dia rencanakan akan segera berhasil.


Namun, tak lama kemudian, kepala Alena terasa pusing. Badannya juga terasa sangat panas.

__ADS_1


"Ughh... Ehhh..."


Tanpa Alena sadari, ternyata minuman softdrink yang ia minum barusan telah dicampur dengan obat p3r4ngs4ng. Darren sengaja melakukannya untuk balas dendam, sebab dia pernah melihat Alena bertemu dan berbincang-bincang dengan pria bule selingkuhan mamanya.


Darren berpikir bahwa Alena ada hubungannya dengan pria bule tersebut, jadi dia ingin menargetkan Alena sebagai alat pelampiasan balas dendamnya.


Sejak mengetahui bahwa Alena membersihkan gudang sendirian bersama dengan Axel, Darren sudah mengintainya. Dan di saat dia melihat Axel pergi meninggalkan Alena sendirian, dia langsung memiliki pikiran untuk menodai Alena.


Darren yang terkenal playboy, meskipun pendiam dan tidak terlihat bad seperti teman satu geng-nya yang lain, tapi dia memang telah beberapa hari ini memendam nafsunya untuk menyentuh Alena. Dan kebetulan, kesempatan emas itu datang kali ini.


'Apa yang terjadi? Kenapa kepalaku pusing sekali?' batin Alena dengan memegangi kepalanya.


Lama kelamaan, matanya jadi kabur dan kesadaran Alena benar-benar hilang. Ia pun tanpa sadar bertingkah seperti orang mabuk.


"Eghhh... ahhh..."


Alena mulai membuka bajunya sendiri hingga terpampang dua buah gunung kembar yang cukup besar.


Keindahan gunung Alena ini membuat Darren menelan ludahnya sendiri. Ia kemudian berjalan mendekat dan mulai meremas kedua gunung kembar itu dengan sangat panas.


"Arghhh... uhhh..."


"Emhhh..."


Saat Darren ingin mencium Alena, tiba-tiba saja suara Axel terdengar. "Darren! Apa yang kamu lakukan?!"


Sontak, Darren terkejut dengan kedatangan Axel yang tiba-tiba. "A-Axel? K-enapa, kenapa k-amu di sini? Bukankah kamu ingin pulang siang ini?" tanya Darren gugup.


Akan tetapi, Axel tidak memperdulikan semua pertanyaan Darren. "Aku tanya sekali lagi, apa yang kamu lakukan?!"


Darren tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan, dengan keadaan Alena yang seperti ini.


Melihat situasi Alena yang setengah teler, Axel akhirnya paham dengan sendirinya. Bagaimanapun juga, Axel telah lama berteman dengan Darren, jadi ia sudah tahu modus operandi Darren dalam bermain perempuan.


Apalagi, Darren memiliki hobi yang aneh, yaitu ia suka menodai gadis SMA baik-baik dengan memberi mereka obat P3r4ngs4ng.


Ini adalah sisi gelap Darren yang merupakan seorang cowok yang pengecut dan akhirnya menjadi seorang pecundang dibanding dengan temannya yang lain.

__ADS_1


Sadar dengan situasi Alena, Alex mengepalkan tangannya erta-erat dan langsung memukul wajah tampan Darren.


BUUK


Tubuh Darren pun terdorong ke belakang dan akhirnya jatuh. "Ughh!"


Brukkk


Tampak darah keluar dari hidung dan juga mulut Darren. "Sialan loe! Jangan jadi orang sok suci, Axel!"


Bersamaan dengan teriakan Darren, ia langsung bangkit berdiri dan mengayunkan pukulan lebar ke wajah Axel. "Huuuoooo!"


Namun, seakan dapat memperkirakan serangan Darren, Axek dengan mudah menghindari pukulan Darren. Ia lalu melayangkan pukulan keras ke area ulu hati Darren.


BUUK


"Uhuk!" Darren batuk berdarah setelah menerim pukulan Axel.


"Awas kau nanti Axel, aku akan membalas mu!" Setelah mengatakan ancamannya, Darren langsung lari terbirit-birit keluar dari gudang dengan penuh emosi yang bercampur dengan kebencian.


Secepat Kilat, Axel langsung menghampiri Alena yang berdiri sempoyongan "Alena! sadar Alena! Kamu tidak apa-apa, kan?"


Akan tetapi, Alena sama sekali tidak menjawab pertanyaan Axel, malahan ia berusaha mencium leher Axel.


"Uhhh... mau, umhhh..."


Hal ini jelas membuat Axel terkejut sekaligus keenakan. "Alena, sadarlah Alena! Cepat sadar! Ini bukan kamu."


Axel berusaha berkali-kali menyadarkan Alena, tapi semua hal itu tidak membuahkan hasil.


Alena terus menempelkan kedua gunung kembarnya ke tubuh Axel, hal ini tentu saja membangunkan adik kecil Axel yang tertidur dan tadinya aman di tempatnya berada.


Bagaikan naga yang keluar dari sarangnya, adik kecil Axel berdiri dengan gagah dan kokoh.


Gundukan di celana Axel ini membuat Alena secara reflek membuka sabuk dan celana Axel. Hal ini membuat adik kecil Axel terbebas dari segelnya.


"Hai!"

__ADS_1


Axel sangat ingin menghentikan Alena, tapi di sisi lain, ia juga sudah sangat bernafsu.


Pada akhirnya, Axel pun menyerah pada gejolak duniawinya dan mulai berhubungan badan dengan Alena.


__ADS_2