Gairah Ketua Geng Motor

Gairah Ketua Geng Motor
Gombalan Kai


__ADS_3

Tanpa menjawab lagi, Axel segera mengobati wajah Kai dengan sesukanya, yaitu menekan luka tersebut dengan sedikit keras dan kasar.


Hal ini tentu saja membuat Kai meringis karena menahan perih dari obat salep itu.


"Ihsss... pelan-pelan kek, anjir! sakit, b3g0!" Kai mengumpat dengan kesal dan menahan rasa sakit di luka yang ada pada wajahnya dan beberapa di anggota tubuhnya yang lain.


Axel menatap wajah Kai yang tampak kesakitan saat dia obati lukanya. "Serius sakit, Kai? jangan manja! Hahaha..."


Bukannya merasa kasihan, Axel justru menekan luka Kai lebih kuat.


"Aww! Ihss Axel!"


Kai tentu saja berteriak marah dengan ulah Axel yang telah membuatnya semakin merasakan rasa sakit.


"Udah ah, jelek! Lagian gue bukan perawat. Gue juga gak hemo ya! Jadi, ogah!"


Setelah berkata demikian, Axel melempar obat salep yang tadi dia gunakan untuk mengobati luka-luka Kai. Dia tidak peduli lagi dengan keadaan Kai yang tampak manja.


"Kak, kakak tidak apa-apa?"


Tiba-tiba Iris datang bersama dengan kakaknya, Varro, dan Evan. Tapi di belakang mereka, agak lebih jauh, ternyata ada Darren juga yang ikut.


"Pasti sekarang aku udah jelek, ya? Karena wajah aku ada lukanya," ucap Kai asal.


Axel tersenyum miring mendengar pertanyaan tersebut, begitu juga dengan yang lainnya. Mereka tahu, jika pertanyaan tersebut ditujukan untuk Iris.


Beberapa waktu lalu, mereka semua memang merasa bahwa, antara Kau dengan Iris ada hubungan yang baru saja terjalin, alias baru PDKT. Belum sampai jadian.


"Kakak gak boleh ngomong gitu. Mau gimana pun, wajah Kakak tetap ganteng, kok."


Iris menjawab pertanyaan tersebut dengan malu-malu. Wajahnya memerah dan menunduk sambil memainkan jemari tangannya.


"Huuuuu... gak jadi sakit deh!" Varro meledek.


"Obatnya udah datang. Yuk, cabut!" ajak Evan.


"Eh, masih sakit ini!" Kai pura-pura meringis.


"Ya udah. Gue cabut ya! Kalian urus aja dia!"


Axel pergi tanpa menunggu jawaban yang diberikan oleh teman-temannya. Dia juga berlalu dan tidak menegur Darren sama sekali. Dia juga tidak peduli dengan tatapan penuh tanda tanya dari semua teman-temannya.


Setelah Axel pergi.


"Menurut kamu, gue ganteng gak?" Kai masih bertanya dengan pertanyaan yang sama.


"Ganteng banget lah! Walaupun bengkak gini, wajah Kakak gak ada jeleknya sama sekali, kok." Iris mencoba untuk menghibur.


Evan, Varro dan Darren, pura-pura muntah mendengar perkataan kedua orang yang sedang dipanah asmara.

__ADS_1


"Udah yuk! Malas gue Hafi obat nyamuk."


"Iya ini. Masa jadi kambing c0ng3k!"


Sebelum mendapatkan jawaban yang lain, Evan dan Varro melangkahkan kakinya keluar dari ruangan klinik. Darren mengikuti mereka berdua, meninggalkan Kai bersama dengan Iris berdua saja.


Wajah Kai yang tadi seketika memerah karena ucapan Iris, menarik pinggang gadis tersebut agar lebih dekat.


"Ih, manis banget sih!" Lalu Kai langsung memeluk gadis yang kini melanjutkan kegiatan Axel tadi, yaitu sedang mengobati luka-lukanya.


"Kakak juga cantik ganteng," puji Iris pada Kai. "Tapi gak usah peluk-peluk juga, dong. Aku jadi susah ngobatin wajah Kakak," lanjut Iris protes dengan sikap Kai padanya.


"Gue mau nanya, deh. Boleh, kan?" tanya Kai.


"Boleh. Emang mau nanya apa?" Iris balik bertanya.


"Loe kenapa cantik banget, sih?" tanya Kai mulai mengombali adik dari Varro Gaulam.


"Kan aku cewek! Emang salah kalau aku cantik? masa iya harus ganteng?" Wajah Iris tampak heran mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Kai barusan.


"Salah, dong! Gue jadi tersiksa ngeliat wajah loe, makin kesini makin gak ngotak cantiknya. Suer!"


"Kalau tersiksa, gak usah dilihat lah!" Iris protes dengan cara ngegombal Kai.


"Kalau gak dilihat, gue bakal kangen berat sama wajah loe." Kau masih saja menyerang Iris dengan rayuannya.


"Loe makin cantik kalau lagi salah tingkah," ucap Kai sambil tersenyum menatap wajah Iris. Dia pun memeluk Iris makin erat.


"Kakak bisa gak, sih? Sehari aja gak usah gombalin aku," ucap Iris yang mulai kesal dengan gombalan dari Kai.


Ternyata, selain ngegombal secara langsung seperti ini, Kai juga sering mengirim pesan gombal cinta dan lucu pada Iris Gaulam.


"Gak bisa lah! Kan itu udah jadi tugas tambahan gue, selain jadi sahabat kakak loe," ucap Kai tidak terima.


Tubuh Iris makin panas dingin tak karuan. Dia pun tak bisa melawan perasaannya sendiri, karena dia juga merasa nyaman berada di dekat sahabat kakaknya itu.


"Gue punya teka-teki buat lie. Mau jawab gak?" tanya Kai mulai jail.


"Boleh. Tapi jangan yg susah-susah ya," jawab Iris waspada.


"Oke, jadi gini. Ada seorang anak kecil yang diminta untuk mencari arti dari tiga kata yang berbahasa Inggris."


"Terus gimana lagi?" tanya Iris yang tampak serius mendengarkan teka-teki dari Kai.


"Sekarang, anggap aja kalau loe itu adalah seorang anak kecil yg ada dalam teka-teki tadi. Sekarang, loe cari arti dari kata-kata yang gue ucapin."


"Oke, aku pasti bisa!" Iris mulai serius mendengarkan.


"Arti dari kata I (ai)?" tanya Kai dengan serius.

__ADS_1


"I artinya aku atau saya," jawab Iris serius juga, karena berpikir bahwa Kai benar-benar serius bertanya.


"Nah bener! Terus kalau kata love?" tanya Kai lagi dengan tersenyum.


"Love artinya Cinta. Teka-teki macam apa ini? Terlalu gampang buat aku." Iris mulai protes.


"Oke. Kalau you artinya?" Kai tetap mengajukan pertanyaan kepada Iris.


"You artinya kamu atau Anda."


Dengan cepat, Iris menjawab pertanyaan dari Kai karena itu pertanyaan memang terlalu mudah untuk dijawab.


"Nah, sekarang loe gabungin semua arti dari kata-kata berbahasa Inggris itu, dan loe ucapkan dengan bahasa non formal," pinta Kai lagi dengan wajah tegang.


Iris pun terlihat berpikir sejenak, kemudian segera menjawab. "Oohh, aku tau! Aku cinta kamu! Iya, kan?"


"Iya, aku juga cinta sama kamu, Iris."


"Ehh?!"


Iris terlihat bingung, namun sedetik kemudian dia menyadari bahwa Kai sedang menjebaknya dengan pertanyaan dan teka-teki yang tadi.


"Kan kamu yg bilang cinta sama aku, makanya aku balas gitu," ucap Kai yang melihat Iris kebingungan.


"Ihhh! Kena lagi, kena lagi! Kakak bisa berhenti gombalin aku gak, sih?" ucap Iris kesal karena berhasil dijahili Kai lagi.


Tapi, sekarang Kai tidak lagi mengunakan sebutan "Loe gue" untuk menyebut dirinya dan Iris.


"Siapa suruh kamu serius banget dengerinnya, aku cuma mau ngegombal tadi, bukan mau ngasi teka-teki," ucap Kai mengkonfirmasi.


"Dahlah! Iris mau pulang aja!"


"Bentar dulu, aku mau cerita sesuatu."


Kai menarik tangan Iris supaya tidak meninggalkan dirinya sendirian.


"Cerita apa lagi? Kak Varro udah pergi. Aku pulang ma siapa?" tanya Iris khawatir.


"Dengerin dulu. Jadi kemarin aku lihat seorang kakek-kakek yang jalan kaki sendirian, tapi sayangnya..."


"Sayang kenapa?" tanya Iris penasaran.


"Gak papa kok, Sayang. Hahaha..." jawab Kai sambil tertawa-tawa senang.


"Ihhh! Selalu aja kena! Aku mau pulang aja lah," ucap Iris sambil berdiri.


***


Maaf gaesss, ceritanya gantian ya sama yang lain. Hehehe... jangan lupa like dan komentar ya!!! Love love love...

__ADS_1


__ADS_2