Gairah Ketua Geng Motor

Gairah Ketua Geng Motor
Dendam Darren


__ADS_3

Beberapa tahun yang lalu, di rumah Darren.


"Kamu tahu betapa beratnya hidup aku selama ini bersama denganmu. Aku hanya mencoba mencari sedikit kebahagiaan di luar sana, dan itu tidak pernah kamu berikan!"


"Tapi apa gunanya mencari kebahagiaan di tempat lain? Apa aku tidak cukup untukmu? Kamu mencintaiku, ma!"


Lagi dan lagi, Darren mendengar pertengkaran antara mama dan papanya. Hubungan mereka berdua sedang tidak baik-baik saja, sejak mamanya ketahuan selingkuh.


"Tidak. Ternyata cinta saja tidak cukup, kamu tidak bisa memberi aku apa yang aku butuhkan untuk kebahagiaanku."


"Apa yang kamu butuhkan selain keluarga kita? Kamu membuatku merasa tidak berguna dan tidak berarti. Padahal uang berlimpah aku berikan padamu tanpa aku tahu dan aku tanyakan, kemana uang itu kamu belanjakan."


"Aku mencoba memperbaiki diri dan memenuhi kebutuhanku, tapi kamu selalu menghalangiku."


"Mungkin karena kamu selalu memperhatikan orang lain selain keluarga kita. Kamu selalu membiarkan tanggung jawab mu sebagai mama dan istri jadi terlupakan. Kamu sibuk sendiri di luar sana bersama pria lain!"


Darren mulai menutupi kedua telinganya, dengan dua tangannya. Dia tidak mau mendengar perkataan-perkataan keduanya, serta cacian dan tuduhan yang semuanya belum tentu salah dan benar.


Tapi begitulah mereka jika sedang bertengkar. Ujung-ujungnya saling menyalahkan satu sama lain tanpa mau mengoreksi kesalahan mereka sendiri.


"Aku tidak ingin hidupku terbatas pada pekerjaan dan keluarga. Aku ingin merasakan kebebasan dan kegembiraan juga, dan kamu tidak pernah peduli dengan keinginanku itu!"


"Tapi kebebasan dan kegembiraan mu membuat keluarga kita hancur. Apa kamu tidak memikirkan konsekuensinya? Bagaimana dengan Darren?"


"Tentu saja aku memikirkannya, tapi aku juga harus memikirkan diriku sendiri. Aku berhak untuk bahagia!"


Percakapan seperti ini sudah sering terjadi antara orang tua Darren saat bertengkar. Dan Darren sendiri pernah memergoki mamanya yang sedang berkencan dengan pria blesteran bule, yang Darren sendiri tidak tahu siapa pria tersebut.

__ADS_1


Situasi Darren yang masih anak remaja, yang sering melihat dan mendengar pertengkaran antara mama dan papanya di rumah sangat sulit dan membingungkan. Darren merasa terjebak di tengah-tengah pertengkaran tersebut dan merasa tidak tahu harus berbuat apa untuk mendamaikan keduanya.


"Sudah capek aku dengar pertengkaran mereka setiap hari. Mereka tidak pernah memikirkan bagaimana dengan perasaanku."


"Aku membenci ketegangan di rumah. Seringkali aku merasa seperti berjalan di atas bara karena takut salah langkah dan memicu pertengkaran."


Dia merasa takut dan cemas, karena Darren tidak tahu kapan pertengkaran akan terjadi lagi dan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Darren juga merasa kesal dan frustasi karena merasa tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan pertengkaran tersebut, selain hanya menutup pintu kamarnya dan berdiam diri tanpa keluar lagi dari dalam kamarnya.


Selain itu, Darren yang sering melihat dan mendengar pertengkaran antara orangtuanya merasa sedih dan kecewa karena harus melihat kedua orangtuanya saling bertengkar dan tidak pernah akur, duduk saling mencari solusi agar tidak berkelanjutan.


"Aku ingin keluar dari rumah ini dan tinggal di tempat lain. Tapi aku takut keadaan justru semakin parah."


"Aku benci melihat mama dan papa bertengkar seperti ini. Mereka seharusnya bisa menyelesaikan masalah mereka tanpa harus saling berteriak dan menyakiti perasaan satu sama lain."


Situasi ini membuat Darren lebih suka menyendiri dan tidak banyak bergaul. Dia seperti seorang pecundang yang tidak berani menghadapi dunia.


Darren mengalami stres dan kecemasan yang berlebihan, dan bahkan pernah mengalami depresi, tanpa ada yang peduli. Dia berusaha mencari solusinya sendiri hingga akhirnya bertemu dengan teman-teman satu geng-nya, yaitu geng Pandawa.


Sejak dulu, Darren merasa tidak aman di rumahnya sendiri dan mengalami kesulitan untuk membangun hubungan yang sehat dengan orangtua mereka. Mereka di rumah tidak pernah saling bertegur sapa dengan hangat, sebagaimana layaknya sebuah keluarga yang utuh dan bahagia.


"Aku merasa kesepian di rumah ini. Semua orang seperti hidup di dunia mereka sendiri-sendiri, tidak ada yang benar-benar peduli dengan aku atau adik-adikku."


"Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku merasa terjebak di dalam situasi ini dan tidak ada jalan keluar yang jelas."


"Apa yang harus aku lakukan agar mereka bisa kembali bersama, memperhatikan aku, menyayangi aku dan menciptakan hubungan keluarga yang bahagia sebagaimana yang terlihat di luar sana?"

__ADS_1


Situasi keluarga yang tidak kondusif dan sering terjadi pertengkaran di rumah membuat Darren merasa tertekan dan sulit untuk bergaul dengan teman-temannya. Hal ini karena disebabkan oleh beberapa faktor.


Salah satunya yang paling utama adalah, Darren merasa malu atau tidak nyaman untuk berbagi tentang keadaan keluarga yang tidak kondusif dan sering terjadi pertengkaran dengan teman-teman.


Dia juga tidak memiliki waktu atau kemauan yang cukup untuk bergaul dengan teman-teman karena terlalu banyak terlibat dalam situasi keluarga yang rumit. Dia lebih memilih untuk menyendiri di dalam kamar.


Darren kehilangan minat dan motivasi untuk bersosialisasi dengan teman-teman karena merasa depresi atau cemas akibat situasi keluarga yang tidak menyenangkan. Jadi dia menjadi pemilih saat memiliki teman. Selain itu, Darren merasa tidak diizinkan atau dilarang oleh orang tua untuk bergaul dengan teman-teman karena alasan keamanan atau kepercayaan.


"Kamu tidak boleh berteman dengan anaknya itu, adiknya si dia..."


Begitulah mamanya mengatur pertemanan Darren, karena ada beberapa yang sering menggunjing mamanya. Jadi mamanya tidak ingin Darren mengetahui atau mendengar pembicaraan orang tersebut.


Akibatnya, Darren menjadi pendiam dan suka menyendiri. Tidak terlibat dalam aktivitas sosial yang biasanya dilakukan oleh teman-temannya, seperti pergi ke pesta atau hangout bersama. Dia juga tidak aktif dalam grup sosial atau organisasi di sekolah atau di luar sekolah.


Untuk masa SMA, Darren baru menemukan teman-teman yang bisa menerima keadaannya dan sepertinya juga memiliki latar belakang keluarga yang sama dengannya.


Meskipun dia tidak ikut dalam tim basket yang diikuti oleh satu geng-nya, tapi temannya yang lain juga tidak protes. Mereka menerima Darren apa adanya, sehingga membuatnya nyaman dan merasa diterima dengan baik.


***


Darren mengerjapkan matanya, membuang lamunan yang tiba-tiba muncul saat melihat pemandangan yang membuatnya merasa sedih, marah, benci tapi juga rindu yang akhirnya menjadi satu di dalam dirinya.


"Ternyata dia sudah kembali ke Indonesia."


Gumaman Darren, yang didengar oleh Varro dan kini sudut pandang Varro mengikuti arah pandang Darren. Tapi dia tidak tahu, siapa yang dimaksud oleh Darren sebenarnya.


Namun, yang membuat keduanya kaget adalah adanya Alena yang baru saja datang menyapa kedua orang yang sedang diperhatikan Darren.

__ADS_1


__ADS_2