Gairah Ketua Geng Motor

Gairah Ketua Geng Motor
Situasi Alena yang Sulit


__ADS_3

"Hei, liat gue Alena. Gue liat loe seperti ada sesuatu yang tidak beres. Apa loe tertekan dengan pertemuan ini? Apa yang sedang terjadi ma loe?"


Alena menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh Axel. tidak bisa menceritakan keadaannya yang sekarang pada Axel. Dia tidak mau dianggap sedang mencari simpati pada cowok tersebut. Karena saat ini, dia sedang berada dalam masa sulit setelah diusir dari rumah majikan ibunya. Sedangkan dia juga harus putus sekolah karena tidak bisa membayar uang bulanan sekolah. Dia harus bertahan hidup dengan bekerja sebagai pelayan cafe, karena ibunya bekerja serabutan untuk biaya makan dan kontrakan rumah mereka, yang belum tentu cukup.


"Alena, apa apa?" tanya Axel lagi, dengan menatap Alena intens.


"Oh, tidak apa-apa. A-ku baik-baik saja, kak Axel." Alena menjawab dengan gugup.


Axel semakin penasaran dengan jawaban Alena yang terlihat seperti orang tertekan. "Loe pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Gue pengen tahu, apakah ada yang bisa gue bantu?" tanya Axel mendesak.


Situasi yang dialami oleh Alena sangat sulit dan menantang. Dia menundukkan kepalanya karena dia tidak dapat menceritakan keadaannya pada Axel. Alena tidak ingin terlihat mencari simpati dari Axel.


Kondisi Alena memang rumit karena dia terpaksa harus putus sekolah, sehingga tidak pernah bertemu dengan Axel dan juga yang lain. Termasuk dengan Iris. Dia juga tidak pernah mengetahui kabar mereka, sebab saat ini dia tidak memiliki ponsel.


Alena terpaksa putus sekolah, sebab dia tidak mampu untuk membayar uang bulanan yang diperlukan. Untuk bertahan hidup, Alena menjadi seorang pelayan di sebuah kafe. Ibunya sendiri bekerja dalam pekerjaan yang tidak menentu untuk mencukupi biaya makan sehari-hari dan membayar kontrak tempat tinggal mereka dengan pekerjaan yang tidak menentu.


"Terima kasih, kak Axel. Tapi, Aku sedang menghadapi beberapa masalah pribadi yang harus aku tangani sendiri. Kakak tidak perlu merasa khawatir." Alena tidak berkenan menceritakan keadaannya pada Axel.


"Gue bisa mendengarkan jika loe ingin berbagi. Gue ada di sini untuk loe, Alena."


Axel masih berusaha untuk meyakinkan Alena, gadis yang dia cari beberapa waktu terakhir ini, seorang gadis yang sudah membuatnya tidak bisa tenang.


"Aku tahu, tapi aku merasa lebih baik menanganinya sendiri. Aku harus menemukan solusinya sendiri."


Alena mengalami tekanan besar dan harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Dia merasa sulit untuk berbagi keadaannya dengan siapapun termasuk Axel, karena tidak ingin terlihat lemah atau mencari simpati. Meskipun demikian, Alena tetap berusaha bertahan dan menghadapi tantangan yang ada dengan semangat dan ketekunan yang dimilikinya.

__ADS_1


"Hahhh! Baiklah, jika kamu merasa begitu. Ingatlah, aku di sini jika kamu butuhkan dukungan atau bantuan apa pun."


Akhirnya Axel mencoba untuk mengalah. Dia ingin melihat bagaimana reaksi Alena.


"Terima kasih, kak Axel. Itu berarti banyak bagiku. Tapi, untuk saat ini, aku akan berusaha mengatasinya sendiri."


Setelah berkata demikian, Alena tersenyum tipis melihat ke arah Axel. Tapi tak lama kemudian dia kembali menunduk. Alena berusaha untuk tidak memberikan penjelasan kepada Axel tentang keadaannya yang sedang sulit. Dia ingin menjaga jarak dan tidak mencari simpati dari Axel. Meskipun Axel menunjukkan ketertarikan dan ketersediaannya untuk membantu, Alena tetap memilih untuk menangani masalahnya sendiri. Dia berterima kasih atas dukungan Axel, tetapi mengatakan bahwa dia akan mencoba mengatasinya sendiri terlebih dahulu.


Axel berusaha untuk tetap meminta penjelasan pada Alena, dan dia tidak menyerah begitu saja sehingga mengeluarkan jurus terakhir untuk mengancam Alena jika tidak mau menceritakan keadaannya. Dia masih menyimpan video dirinya dan Alena siang itu, saat ada di gudang sekolah.


Dengan video tersebut, Alex terpaksa menggunakannya sebagai alat ancaman supaya Alena bicara jujur tentang keadaan dirinya yang sebenarnya saat ini.


"Alena, gue tau ada sesuatu yang loe sembunyikan dari gue. Tapi, gue punya video yang bisa merusak reputasi loe. Jika loe gak mau jujur, terpaksa gue akan bertindak dengan menyebarkannya ke semua orang."


"Kak Axel, tolong jangan lakukan itu. Aku tidak ingin masalah pribadiku diketahui orang lain."


Mata Alena mulai berkaca-kaca mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya. Dia merasa terpuruk dalam keadaan seperti sekarang, sudah susah dan semakin susah dengan apa yang terjadi pada mereka berdua.


"Jika loe masih gak mau cerita keadaan lie ke gue? Terpaksa, juga gak punya pilihan lain. Gue akan menggunakan video ini."


Sudut bibir Alex terangkat secara misterius. Dia gunakan cara ini supaya Alena mau menuruti permintaannya. Axel terpaksa menggunakan video yang dimilikinya sebagai alat untuk memaksa Alena, supaya mau memberikan penjelasan tentang keadaannya.


"Baiklah, aku akan berbicara jujur. Hemmm..."


Alena menjeda kalimatnya untuk menarik napas terlebih dahulu. Sedangkan Axel diam dan menunggu penjelasan selanjutnya.

__ADS_1


"Saat ini aku sedang dalam masa sulit. Aku diusir dari rumah majikan ibuku dan tidak memiliki tempat tinggal. Aku juga harus putus sekolah karena tidak bisa membayar uang bulanan. Hidupku sangat sulit, dan aku sedang mencoba bertahan dengan bekerja menjadi pelayan di kafe tadi."


"Apa? gue gak pernah nyangka jika keadaan loe seburuk itu. Kenapa loe gak kasih tau sejak awal?" Axel bertanya dalam keadaan terkejut.


"Hemmm... Aku tidak ingin terlihat lemah atau mencari simpati. Aku berusaha mengatasi masalahku sendiri, tapi sekarang aku merasa terjebak." Alena tersenyum miris.


Akhirnya Axel berhasil menggunakan video yang dia simpan sebagai alat pemaksa untuk mendapatkan penjelasan dari Alena. Ancaman tersebut membuat Alena merasa terpaksa untuk berbicara jujur tentang keadaannya yang sebenarnya. Axel akhirnya terkejut dan menyadari betapa sulitnya situasi yang dihadapi oleh Alena.


"Alena, gue tau loe sedang mengalami masa sulit. gue punya solusi buat loe. Ikut gue! Gue akan merawat dan membantu loe melewati ini semua."


Axel memaksa Alena untuk ikut dengannya. Padahal Alena tidak ingin merepotkan siapapun termasuk Axel.


"Kak Axel, aku menghargai niat baikmu, tetapi aku tidak ingin merepotkan siapa pun. Aku akan berusaha mencari jalan keluar sendiri."


Alena menolak, dan itu membuat Axel geram.


"Loe gak perlu memikirkan itu. Gue cuma pengen bantu loe. Gue gak bisa melihat loe menghadapinya sendirian, Alena."


Alena merasa haru saat mendengar perkataan Axel yang terkesan perhatian dan peduli dengannya.


"Aku mengerti perhatianmu, tapi aku harus menemukan cara untuk bertahan hidup dan mengatasi masalahku sendiri. Aku tidak ingin bergantung pada orang lain."


Axel terlihat marah. Dia tersinggung mendengar penolakan Alena. Dia pernah mendapatkan penolakan.


"Tapi loe gak sendirian, Alena. Gue di sini untuk loe. Gue gak bisa duduk diam dan melihat loe berjuang sendirian. Gue gak mau ada penolakan!"

__ADS_1


__ADS_2