Gairah Ketua Geng Motor

Gairah Ketua Geng Motor
Kembali Bersama


__ADS_3

"Jadi, k-amu... kamu mau kan, memaafkan aku?" tanya Darren sekali lagi, memastikan bahwa Alena memang benar-benar mau memaafkan dirinya.


Alena melihat ke arah Axel sekilas, kemudian melihat Axel mengangguk pasti, sehingga alena juga menganggukkan kepalanya.


"Iya, kak. Aku maafin."


"Terima kasih, Alena. A-ku, aku benar-benar menyesal karena telah melakukan kesalahan."


"Gue juga minta maaf ke loe, Xel."


Darren beralih pada Axel. Doa juga meminta maaf kepada temannya itu, karena setelah kejadian di gudang sekolah siang itu, mereka berdua memang tidak pernah saling bertegur sapa meskipun ada di satu tempat.


"Iya, gue maafin kok."


Axel cepat menyahut, tidak ingin memperpanjang masalah diantara mereka.


Setelah Darren meminta maaf pada Alena dan Alena menerimanya dengan bantuan Axel, suasana menjadi lebih baik di antara mereka. Darren merasa lega karena akhirnya bisa melihat Alena dan Axel datang menjenguknya setelah kecelakaan yang dia alami, sehingga dia punya kesempatan untuk meminta maaf pada mereka berdua.


Tidak lama setelah itu, Evan, Kai, dan Varro, teman-teman dekat Darren dan Axel, juga datang untuk menjenguk Darren di rumah sakit. Mereka merasa sedih dan khawatir setelah mendengar kabar kecelakaan Darren dan ingin memberikan dukungan dan semangat padanya.


"Halo, gaesss..."


"Wah, seru nih bisa kumpul-kumpul lagi kita!"


"Yoa, man!"


Mereka bertiga saling sahut menyahut, saat masuk dan melihat keberadaan Axel dengan Alena di kamar rawat inapnya Darren. Ini adalah sebuah kemajuan untuk hubungan mereka berlima yang sempat renggang.


Ketika ketiga teman Darren tiba, suasana di ruangan menjadi lebih ceria. Evan, Kai, dan Varro langsung tersenyum sambil membawa buah-buahan dan hadiah untuk Darren. Mereka saling bersapa dan berbagi cerita tentang kejadian-kejadian terbaru.


"Terima kasih sudah datang menjengukku, kalian semua. Aku sangat senang sekali, karena tidak merasa kesepian."


Darren mengucapkan terima kasih pada semua teman-temannya. Apalagi saat ini, papanya baru saja berada dalam perjalanan menuju ke rumah sakit setelah sempat pulang untuk keperluan yang penting.

__ADS_1


"Tentu saja, Darren. Kami khawatir tentangmu dan ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja," ujar Evan sok perhatian.


Kai langsung menyahut. "Ya, dan kami juga membawa beberapa makanan favoritmu. Yang sakit kaki dan punggung, bukan mulut loe yang digunakan untuk ngunyah. Hehehe..."


Yang lain ikut tertawa-tawa senang, mendengar celetukan Kai.


"Hehehe... Betul, Darren. Kau tahu, kita-kita berpikir bahwa kehadiran kita di sini dapat menambah semangatmu selama masa pemulihan ini." Varro ikut menanggapi.


Darren merasa sangat terharu melihat dukungan dan persahabatan yang diberikan oleh teman-temannya. Mereka menghabiskan waktu bersama di ruangan itu, saling bercanda dan mengobrol untuk menghibur Darren. Ketika Darren bercerita tentang operasi yang dia jalani, teman-temannya mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan kata-kata semangat.


Axel, sebagai sahabat terdekat Darren, juga senang melihat teman-teman mereka datang untuk menjenguk dan memberikan dukungan pada Darren. Dia merasa beruntung memiliki teman-teman seperti mereka yang selalu ada dalam suka dan duka.


Situasi dan kehangatan persahabatan dan solidaritas mereka, memang sempat renggang. Tapi kini mereka kembali berkumpul sebagai Pandawa Lima.


Axel, Evan, Kai, Varro dan Darren.


"Sebenarnya ini masih sedikit sakit, tapi setelah melihat semua wajah kalian, aku merasa jauh lebih baik. Terima kasih telah hadir di sini."


Teman-temannya yang lain saling pandang, merasa heran dengan perubahan bahasa Darren yang biasa mengunakan "loe gue" kini beralih menjadi "aku kamu" sama seperti Alena jika berbicara.


"Ya, kita akan mengisinya dengan banyak cerita lucu dan kenangan seru agar kamu tetap tertawa."


"Oh iya, ingat ketika kita semua pergi ke pantai dan kamu hampir digulung ombak? Itu momen yang takkan pernah aku lupakan!"


"Haha, benar. Darren hampir jadi santapan bagi ombak-ombak itu!"


Semuanya tertawa bersama, setelah moment lucu dan menegangkan kembali mereka ingat.


"Terima kasih, teman-teman. Aku sangat beruntung memiliki kalian semua di sisi saya. Kalian membuat masa pemulihan ini jauh lebih cerah."


Percakapan semakin ramai dan penuh canda tawa saat teman-teman Darren berbagi kenangan lucu dan menghibur. Suasana ruangan dipenuhi dengan kehangatan persahabatan, membangkitkan semangat dan harapan baru dalam hati Darren.


***

__ADS_1


Setelah masalah antara Alena dan Darren terselesaikan dan hubungan mereka kembali harmonis, Alena dan Axel merasa lega bahwa segalanya sudah berlalu. Mereka sadar bahwa penting untuk memastikan hubungan mereka tetap kokoh dan tidak berakhir begitu saja setelah kejadian ini.


Alena dan Axel duduk bersama di taman, sepulangnya dari rumah sakit tadi. Mereka menikmati suasana yang tenang, saling memandang dengan penuh pengertian dan kepercayaan. Dalam hati mereka, mereka berjanji untuk saling berbagi dan saling mendukung satu sama lain dalam segala hal.


"Axel, aku sangat bersyukur bahwa kita mampu melewati semua ini. Aku merasa lega dan berharap masa-masa sulit seperti ini tidak akan pernah mengancam hubungan kita ke depannya nanti."


Saat berkata demikian, Axel menggenggam tangan Alena dengan erat. Seakan-akan Alena tidak diperbolehkan pergi dari sisinya.


Alena hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis, mendengar dan merasakan rasa hangat yang kini dia rasakan.


"Aku sepenuhnya ingin kita tetap seperti ini, setelah melewati cobaan yang berat. Tetapi sekarang aku merasa hubungan kita semakin kuat. Aku ingin kita saling mendukung dan berbagi setiap hal dalam hidup ini."


Alena mengangguk dengan penuh kebahagiaan, mendengar kembali perkataan Axel. Mereka berdua memegang tangan satu sama lain, menunjukkan rasa sayang dan komitmen mereka.


"Aku ingin kita selalu menjadi tempat berlindung satu sama lain, tempat untuk saling berbagi kegembiraan dan dukacita. Kita bisa mengatasi masalah bersama-sama."


Sekarang, Aluna yang berbicara, mencoba mengungkapkan apa yang dirasakan olehnya.


Axel mengangguk. "Benar sekali, Alena. Kita berdua memiliki kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa saat bersama. Aku berjanji untuk selalu mendukungmu, tak peduli apa yang terjadi."


"Dan aku juga berjanji untuk selalu ada untukmu, kak Axel. Kita harus saling mendengarkan, saling mengerti, dan saling memberikan dukungan di setiap langkah perjalanan hidup kita."


Mereka saling tersenyum, merasa optimis dan penuh harapan tentang masa depan hubungan mereka. Mereka tahu bahwa ada tantangan dan rintangan yang mungkin datang, tetapi mereka yakin bahwa dengan saling mendukung, mereka akan bisa mengatasinya dengan baik.


Dalam kebersamaan mereka, Alena dan Axel menyadari betapa pentingnya menjaga hubungan mereka tetap hidup dan kuat. Mereka berjanji untuk terus berkomunikasi dengan jujur, membangun kepercayaan, dan berusaha menjadi pasangan yang saling mendukung dan saling melengkapi satu sama lain.


Alena dan Axel akan terus menjaga hubungan mereka, serta semangat mereka dalam saling mendukung dan berbagi dalam perjalanan hidup mereka bersama.


Tamat.


***


Terima kasih untuk semua readers yang mendukung novel TK ini. Mohon maaf sebesar-besarnya, sebab banyak kekurangan dalam hal penulisan bahasa dan semua itu adalah murni kekurangan TK sendiri.

__ADS_1


Untuk baca novel TK lainnya, klik profil dan cari saja berbagai macam genre novel. Baik yang masih on going maupun yang sudah tamat. See you next time di novel TK yang berikutnya. Happy reading...


__ADS_2