
Axel sedang berada di kafe, menemani Alena. Tapi dering ponsel miliknya, mengalihkan perhatiannya sehingga dia menemukan nama Kai yang sedang memangil.
..."Ya, halo. Apaan?" ...
..."Hey, Axel. Ada sesuatu yang penting yang perlu gue katakan pada loe."...
..."Apaan, Kai? Tumben loe ngomong kayak gini, serius gitu lho." ...
..."Emang. Ini soal Darren. Dia mengalami kecelakaan, Axel. Kondisinya sangat parah." ...
Axel diberitahu Kai, jika Darren kecelakaan dengan kondisi parah. Tapi dia tidak langsung percaya begitu saja. Axel justru berpikir bahwa ini adalah cara temannya untuk menyatukan mereka kembali dengan Darren, supaya Pandawa Lima tidak pecah.
..."Apa?! Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana keadaannya sekarang? Atau, ini hanya akal-akalan kalian saja?" ...
..."Ck! Ngapain gue canda soal gini sih! Gue juga denger kabar ini dari Evan tadi. Dia mengatakan bahwa Darren dalam kondisi kritis dan sedang dirawat di rumah sakit." ...
..."Gue ndak bisa percaya gitu aja. Darren itu ahli naik motor, Kai. Loe tahu sendiri, kan? Ya... meskipun kita sedang berselisih, gue harus pastiin sebelum pergi ke rumah sakit sekarang juga. Apa loe tahu di mana dia dirawat?" ...
..."Gue ngerti perasaan loe, Axel. Rumah sakit yang Evan sebutkan adalah Central Hospital. Gue harap Darren bisa pulih dengan cepat."...
..."Ok. Thanks atas informasinya, Kai. Gue akan pergi ke sana sekarang juga. Apakah loe ingin gabung juga ke sana?" ...
..."Tentu, Bro. Gue akan menemanin loe. Kita harus memberikan dukungan pada Darren dalam saat-saat sulit seperti ini."...
..."Baiklah, ayo pergi sekarang. Semoga Darren baik-baik saja. Gue juga ajak Alena." ...
Klik
__ADS_1
Kai langsung memberitahu Axel tentang kecelakaan Darren dengan serius, setelah mendapat kabar dari Evan. Axel sendiri tentu saja terkejut dan khawatiran, karena dia memang sedang menjaga jarak dengan Darren sejak kejadian di gudang sekolah bersama Alena.
Tapi dalam keadaan seperti ini, Axel tetap merasakan perasaan cemas dan kesedihan atas kecelakaan Darren, serta menegaskan bahwa meskipun mereka berselisih, Darren tetaplah sahabatnya. Axel memutuskan untuk segera pergi ke rumah sakit, dan Kai menawarkan diri untuk menemani dan memberikan dukungan kepada Darren.
Tanpa pikir panjang, Axel juga mengajak Alena untuk ikut pergi bersama dengannya ke rumah sakit sesuai dengan berita yang dia terima dari Kai. Darren adalah sahabatnya yang sedang berselisih dengannya beberapa waktu lalu dan gitu berkaitan dengan Alena.
Axel mendekat ke tempat Alena. Doa akan berbicara dengan gadis tersebut.
"Alena, aku tahu bahwa kau merasa takut dengan Darren. Tapi aku pikir penting bagi kita semua untuk pergi ke rumah sakit dan memberikan dukungan kepadanya."
Mendengar perkataan Axel yang tidak diketahui awal mulanya, Alena mengerutkan keningnya bingung.
"Ada apa, kak Axel?" tanya Alena memastikan.
"Darren kecelakaan, dan kata Kai, yang mendapat berita dari Evan, kondisi Darren cukup parah."
Alena yang sebenarnya masih takut dengan Darren, awalnya takut untuk ikut ke rumah sakit. Tapi Axel menyakinkan Alena.
Dalam situasi ini, Axel yang menerima kabar dari Kai dan Evan bahwa sahabatnya, Darren, mengalami kecelakaan dan kondisinya parah, juga sama seperti Alena. Tapi dia menyakinkan dirinya bahwa, meskipun mereka berdua sedang berselisih dalam beberapa waktu terakhir, semuanya bisa diselesaikan dengan baik baik.
Maka dari itulah, Axel tanpa berpikir panjang memutuskan untuk pergi ke rumah sakit bersama dengan Alena, sesuai dengan berita yang dia terima dari Kai.
Keputusan Axel untuk pergi ke rumah sakit menunjukkan bahwa dirinya masih peduli terhadap Darren meskipun ada konflik antara mereka berdua. Dia masih peduli dengan kesejahteraan Darren. Ini menandakan bahwa hubungan mereka masih memiliki ikatan emosional yang kuat, meskipun ada perselisihan.
Axel berusaha untuk meyakinkan Alena, jika semuanya akan baik-baik saja .
"Aku mengerti kekhawatiran mu, Alena. Tetapi, saat ini Darren sedang dalam kondisi yang serius. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita peduli dan mendukungnya. Aku yakin dia akan menghargai kehadiranmu dan bisa jadi, dia juga akan meminta maaf padamu."
__ADS_1
Alena terdiam sejenak mendengar perkataan Axel. "Tapi apa yang terjadi, jika dia masih marah padaku? Aku tidak ingin membuat situasinya semakin buruk." tanya Alena khawatir.
"Alena, aku percaya bahwa kita harus melihat situasi ini dengan sudut pandang yang lebih besar. Meskipun ada perselisihan di antara kita, saat ini yang terpenting adalah datang ke rumah sakit dan melihat bagaimana keadaan Darren. Mari kita lepaskan ketakutanmu dan bersama denganku, bersatu untuk memberikan dukungan kepadanya."
Axel berusaha meyakinkan Alena yang gugup dan cemas saat ingat dengan kejadian itu. Tapi Axel juga tidak membiarkan itu terjadi terus. Dia menggenggam tangan Alena, menyalurkan kekuatan dan kepercayaan.
"Baiklah, jika kau yakin dengan ini, aku akan mencoba untuk menghadapinya. Tapi aku berharap ini tidak membuat semuanya semakin rumit."
Akhirnya Alena mengangguk setuju dengan ajakan Axel pergi ke rumah sakit, menjenguk dan menemui Darren.
"Aku menghargai keberanianmu, Alena. Kita akan bersama-sama menghadapinya. Jika ada masalah, kita bisa mengatasi itu sebagai seorang kekasih. Mari kita pergi ke rumah sakit dan memberikan dukungan kepada Darren."
Deg
Alena tertegun mendengar perkataan Axel yang dikatakan tanpa sadar. Meskipun dia sudah pernah mendengar Axel yang memintanya untuk menjadi pacarnya, tapi moment ini terasa berbeda.
Axel mengakui ketakutan Alena dan mengerti kekhawatirannya. Namun, dia meyakinkan Alena dengan menekankan pentingnya kehadiran mereka di rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada Darren. Axel mencoba meyakinkan Alena bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melupakan perbedaan dan masalah mereka, fokus pada keselamatan Darren.
Dia juga membangkitkan semangat Alena dan menyatakan keyakinannya bahwa mereka bisa mengatasi masalah jika ada perselisihan dengan kasih sayang sebagai kekasih.
Akhirnya, Alena setuju untuk ikut bersama Axel ke rumah sakit dan berharap situasinya tidak semakin rumit.
Dalam situasi darurat atau keadaan kritis, perbedaan dan perselisihan pribadi dapat diabaikan demi membantu orang yang membutuhkan. Axel dengan cepat bertindak untuk pergi dan berniat untuk memberikan dukungan dengan harapan dapat memperbaiki hubungan mereka melalui kehadiran dan perhatiannya di saat yang sulit bagi Darren.
Setelah memiliki hubungan yang baik dengan Alena, Axel sedikit demi sedikit memang tampak berubah menjadi lebih baik. Dia tahu pentingnya hubungan persahabatan dan keberadaan kesadaran emosional bahkan ketika ada konflik atau perselisihan antara individu. Axel mengambil tindakan cepat untuk menghadapi situasi darurat ini dan memberikan dukungan kepada Darren meskipun ada ketegangan sebelumnya.
Axel juga percaya, jika dengan kehadiran Alena, yang ternyata masih merasa takut dengan Darren. Sedikit demi sedikit akan membentuk penyembuhan trauma yang dialami oleh Alena setelah kejadian itu.
__ADS_1
Awalnya, Alena ragu untuk ikut ke rumah sakit karena rasa takutnya terhadap Darren. Namun, Axel berusaha meyakinkan dan memberikan dukungan kepada Alena agar dia tetap ikut serta.