
Darren sedang marah dengan mamanya dan mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Kecepatan tinggi ini akhirnya membuatnya sulit untuk mengendalikan kendaraannya dengan baik. Karena kecepatan dan ketidakmampuannya untuk menyeimbangkan laju motornya, ia tidak dapat menghindari tabrakan dengan mobil yang berada di depannya.
"Wow, lihat itu! Sepeda motor itu melaju dengan sangat cepat!"
"Ya, sungguh berbahaya. Saya takut dia tidak akan bisa mengendalikan motornya dengan baik. Bagaimana jika terjadi kecelakaan?"
Baru saja dua orang membicarakan tentang kecepatan laju motornya Darren, tak lama kemudian sesuatu benar-benar terjadi.
Brakkk
Tug bug brakkk
"Arghhh..."
"Apa yang terjadi?! Dia menabrak mobil di depannya!"
"Itu kecelakaan serius! Saya akan memanggil bantuan segera!"
"Ya, kita perlu memastikan bahwa mereka mendapatkan pertolongan medis secepatnya."
"Polisi pasti akan datang segera. Mereka perlu mengumpulkan bukti dan menyelidiki penyebab kecelakaan ini."
Beberapa menit kemudian.
Ninu ninu ninu
Guing guing guing
Kecelakaan maut tersebut berdampak yang serius. Darren dan pengendara mobil tersebut mengalami cedera fisik yang parah. Tim medis dipanggil ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama dan kemudian membawa mereka ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Selain cedera fisik, kecelakaan ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan yang terlibat. Kendaraan Darren, serta mobil yang ditabraknya, mengalami kerusakan berat. Bahkan, ada juga korban lain yang kebetulan berada di pinggir jalan tak jauh dari lokasi kecelakaan tersebut.
"Saya melihat pengendara motor itu terpental ke udara. Sungguh mengerikan."
"Semoga mereka baik-baik saja. Kita harus tetap tenang dan memberikan bantuan yang diperlukan."
"Saya berharap tidak ada cedera serius. Ini akan menjadi pengalaman yang menakutkan bagi semua orang yang terlibat."
__ADS_1
"Kita harus memberikan dukungan kepada keluarga dan teman-teman mereka juga. Mereka pasti sangat khawatir."
"Benar. Kita harus saling mendukung dan membantu mereka melewati situasi ini."
"Mari kita berdoa agar mereka semua pulih dengan cepat dan belajar dari kejadian ini agar tidak terulang di masa depan."
Situasi ini akan memicu respons dari pihak berwenang, seperti kepolisian, yang akan melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan dan apakah ada pelanggaran hukum yang terjadi.
Darren tersangka utama yang harus bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan mengendarainya dengan kecepatan yang tidak aman.
Darren di bawa ke rumah sakit, begitu juga dengan korban yang membawa mobil karena keduanya terluka parah.
Ninu ninu ninu
Ninu ninu ninu
Ketika dua mobil ambulans yang membawa Darren dan korban kecelakaan tersebut tiba di rumah sakit, ruang gawat darurat atau unit perawatan intensif menjadi sibuk dan penuh dengan aktivitas medis. Tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya akan siap untuk memberikan perawatan yang diperlukan.
"Siapkan peralatan dan semua lakukan sesuai dengan prosedur!"
Tim medis akan segera mengevaluasi kondisi Darren dan korban kecelakaan. Mereka akan melakukan pemeriksaan fisik, memeriksa denyut nadi, tekanan darah, serta melakukan tes tambahan seperti pemindaian atau sinar-X untuk mengetahui cedera yang mungkin mereka alami.
Selama masa perawatan di rumah sakit, Darren dan korban mendapatkan perawatan yang diperlukan, seperti perawatan luka, pembedahan jika diperlukan, terapi fisik, dan pengobatan lainnya. Tujuan utama tim medis adalah memulihkan mereka dan memastikan pemulihan yang optimal dari cedera yang mereka alami.
"Apakah pihak keluarga korban sudah dihubungi?" tanya dokter memastikan tindakan yang akan dilakukan.
"Polisi sudah menghubungi. Mungkin sebentar lagi akan segera datang, Dok."
"Suster Anna? Saya ingin mendiskusikan perawatan untuk korban kecelakaan yang baru saja masuk."
"Baik, Dokter Johnson! Tentu, saya siap mendengarkan dan membantu dalam perawatan pasien kita. Bagaimana kondisinya?" tanya merawat bernama Anna.
Dokter memeriksa catatan yang sudah dibuat setelah memeriksa pasien.
"Kondisinya cukup serius. Dia menderita patah tulang pada kaki kanannya dan membutuhkan operasi segera. Silakan persiapkan ruang operasi dan hubungi tim bedah untuk siap sedia. Tapi, pastikan pihak keluarganya juga menyetujui?"
Perawat Anna menggangguk. "Baik, Dokter. Saya akan mengkoordinasikan dengan tim bedah segera dan mempersiapkan ruang operasi untuk pasien. Apakah ada hal lain yang perlu saya perhatikan?"
__ADS_1
"Ya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebelum operasi, pastikan pasien sudah menjalani tes darah dan pemindaian tambahan yang diperlukan. Pastikan juga persiapan praoperasi termasuk pemberian cairan intravena dan antibiotik."
"Saya akan memastikan bahwa tes darah dan pemindaian tambahan telah dilakukan dan hasilnya siap sebelum operasi. Saya juga akan mempersiapkan semua peralatan dan obat-obatan yang diperlukan untuk operasi."
Dokter Johnson mengangguk mengiyakan. "Baik. Setelah operasi, pasien perlu dipindahkan ke unit perawatan intensif. Harap awasi tanda-tanda vitalnya secara ketat dan berikan perawatan luka yang adekuat. Jangan lupa untuk memberikan analgesik yang sesuai untuk mengurangi rasa nyeri pasien."
"Tentu, Dokter. Saya akan memantau tanda-tanda vitalnya dengan cermat dan memberikan perawatan luka yang diperlukan. Saya juga akan bekerja sama dengan tim ahli perawatan nyeri untuk mengelola rasa nyerinya."
"Terima kasih, Suster Anna. Anda sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Jika ada perubahan kondisi atau perawatan tambahan yang dibutuhkan, harap segera memberi tahu saya."
Perawat Anna kembali menganggukkan kepalanya paham. "Tentu, Dokter. Saya akan tetap berkomunikasi dengan Anda dan memberi tahu jika ada perubahan kondisi atau perawatan yang perlu diperhatikan. Jika Anda membutuhkan sesuatu atau ada instruksi tambahan, jangan ragu untuk memberitahu saya."
"Terima kasih, Suster Anna. Saya sangat menghargai kerjasama dan perhatian Anda dalam perawatan pasien kita. Kita berharap pasien ini dapat pulih dengan cepat."
"Sama-sama, Dokter. Saya akan melakukan yang terbaik untuk pasien kita. Semoga pasien ini mendapatkan pemulihan yang optimal."
***
Di tempat lain.
Pembukaan kafe yang diusahakan Axel untuk Alena dibuka sore ini. Dia tidak tahu tentang kabar kecelakaan Darren, karena memang tidak ada yang memberitahu.
Teman-temannya yang lain juga tidak ada yang tahu, karena papanya Darren dek menghubungi mereka sama sekali.
Axel tersenyum bahagia melihat Alena yang antusias untuk melayani pelanggan mereka yang datang setelah adalah pembukaan dilakukan. Bahkan, Alena tidak sempat menemaninya berbincang-bincang.
"Huhhh! Dia jadi nyuekin gue."
Axel menggerutu melihat bagaimana Alena yang bahagia dengan kesibukannya yang sekarang ini, melayani tamu-tamu kafe.
"Tidak usah kesal dan mengerutu."
Mendengar suara yang menegurnya, Axel menoleh. Ternyata ada mama dan papanya yang tersenyum penuh arti setelah melihat bagaimana dia memperhatikan Alena.
"Apakah kita akan segera memiliki menantu, Ma?" tanya papanya menyindir.
"Pasti, Pa. Mama sih tidak masalah, karena Alena ternyata bisa menjadi pawangnya Axel. Hehehe..."
__ADS_1
Axel hanya membuang muka saat kedua orang tuanya menyindirnya. Dia belum membicarakan apa-apa, tapi mama dan papanya sudah berpikiran sejauh itu.