GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
PRIA TAK BERTANGGUNG JAWAB


__ADS_3

KANTOR POLISI


"Lepaskan aku!!" seru Ahsan.


"Diam!!" seru pak polisi.


"Lepaskan aku!!"


Ahsan berteriak saat dia sudah dimasukkan ke sel tahanan.


"Diam kamu! Jika kamu tidak bisa diam maka kami akan memukulimu!!" seru para polisi.


"Kenapa aku di penjara, aku tidak melakukan apapun!" teriak Ahsan yang masih membela diri.


"Kalau kamu tidak melakukan apapun, lalu apa yang kamu lakukan kepada gadis muda itu. beraninya kamu melecehkannya!!" teriak salah satu polisi.


Ahsan tidak akan pernah mau berada di penjara dengan alasan apapun. "Aku akan menelpon pengacaraku!!" seru Ahsan.


"Telepon saja pengacaramu, pasti gadis itu akan membawa ratusan pengacara untuk menjebloskanmu ke penjara. dasar pria brengsek!!" seru salah satu polisi yang kemudian meninggalkan Ahsan.


"Bagaimana bisa ini terjadi, kenapa aku sampai di penjara. ini semua gara-gara taruhan tidak berguna itu." Ahsan yang terlihat mulai kesal karena dia tidak bisa melakukan apapun bahkan dia harus merasakan apa yang namanya penjara.


"Makanya jadi orang itu jangan sok-sok an, kamu melecehkan siapa hingga kamu masuk penjara?" tanya seorang pria yang ada di dalam sel yang sama dengan Ahsan.


"Diam, nggak usah ikut campur. Memangnya ini urusanmu." jawab Ahsan.


Terlihat pria yang ada di satu sel dengan Ahsan itu adalah orang yang bisa dibilang bukan orang biasa. setelah mendengar jawaban dari Ahsan pria itu berdiri kemudian menetap Ahsan.


"Kamu berani sekali melecehkan seorang wanita. Aku adalah seorang pembunuh tapi aku tidak pernah melecehkan wanita." ucap si pria yang kemudian berdiri mendekati Ahsan kemudian tersenyum.


BUGG...


satu pukulan langsung mendarat indah di perut Ahsan ketika dia mengatakan perkataan seperti itu kepada pria yang ada di depannya.


"Ini adalah ucapan selamat datang untukmu. ucapan dari seorang kakak laki-laki yang adiknya dulu dilecehkan kemudian aku bunuh pria brengsek itu." bisik salah satu napi yang ada di sel.


"Aku bukan pembunuh sepertimu!!' seru Ahsan.


"Aku tidak perduli,

__ADS_1


BUGG...


Ahsan kembali mendapatkan pukulan telak. pria itu memberikan pukulan dua kali ke perut Ahsan.


"UHUKK.." Ahsan terbatuk.


*KEDIAMAN BASTIAN WISNU*


"Selamat sore, sayang?" Bastian mendekati Nara.


"Selamat sore, mas." jawab Nara yang kemudian menyambut sang suami.


"Kamu tadi tidak ke butik?" tanya Wisnu.


"Aku tadi ke butik, Mas. tapi karena ada kabar bahagia jadi aku keluar sebentar bersama Nita." jawab Nara.


"Memangnya kabar apa?" tanya Wisnu.


pria itu terlihat duduk di ruang tengah.


"Mas mandi dulu, setelah itu nanti akan aku ceritakan ada apa." Nara yang meminta sang suami untuk segera mandi terlebih dahulu.


Sekitar 15 menit kemudian Wisnu sudah berada di ruang makan.


"Barusan tidur, Memangnya ada apa?" tanya Nara.


"Tentu saja aku kangen sama dia, masa papanya nggak boleh tanya soal anaknya sih." jawab Wisnu.


"Ya boleh aja sih Mas." Nara tersenyum.


"Oh ya Mas, mas mau aku buatkan minuman apa? teh atau air dingin saja. soalnya aku buat es campur lumayan banyak banget loh." ucap Nara.


"Ya sudah kalau begitu Mas bawakan air dingin, saja setelah itu aku mau makan." jawab Wisnu.


Sedikit cerita Nara sudah mempunyai keluarga. dia mempunyai seorang bayi laki-laki berusia 1 tahun, sebenarnya Nara tidak ingin mempunyai anak dahulu namun karena dia memiliki tanggung jawab moralitas yang sangat besar. dia harus menyisihkan egonya untuk membalas dendam, Nara menjalankan kewajibannya melayani suaminya dan membuat rumah tangganya tetap bertahan.


"Oh ya Mas, boleh aku tanya nggak?" tanya Nara.


"Ada apa." jawab Wisnu.

__ADS_1


"Banyak sekali rumor yang aku dengar mengenai kamu di perusahaan?" tanya Nara.


"Memangnya rumor apa sayang." jawab Wisnu yang kemudian membersihkan mulutnya.


"Seorang artis pendatang baru terus mencoba untuk menggodamu, Apakah benar?" tanya Nara yang tidak tersinggung ataupun marah. namun dia menunjukkan senyumnya yang membuat Wisnu tentu saja ketar-ketir.


"Oh rumor itu ya?" tanya Wisnu.


"Iya, Apakah benar kalau rumor itu mengatakan bahwa kamu didekati oleh artis pendatang baru itu?" tanya Nara kembali.


"Jika aku katakan Siapa artis pendatang baru itu, tentu kamu akan terkejut mendengarnya." jawab Wisnu.


"Namanya siapa Mas? Apakah aku mengenalnya?" tanya Nara.


"Tentu, sayang. tentu saja kamu mengenalnya, bahkan kamu sangat mengenalnya." jawab Wisnu.


Mendengar jawaban dari sang suami terlihat Nara tersenyum. "Apakah dia masih tetap seperti wanita tidak tahu diri, mas? dulu dia selalu membuat para pria yang mau mendekatiku membenciku karena dia sangat iri padaku." ucap Nara.


"Jadi kamu sudah tahu siapa dia sayang?" tanya Wisnu kembali.


"Tentu saja Mas, Tentu saja aku tahu siapa dia." jawab Nara.


"Ya sudah kalau begitu, besok aku diundang oleh salah satu sutradara." ucap Wisnu.


"Memangnya dia ada acara apa?" tanya Nara.


"Dia mengundangmu secara spesial, karena kamu sudah memberikan semua rancanganmu di semua filmnya." jawab Wisnu.


Nara hanya bisa tersenyum dengan kata-kata yang dikatakan oleh suaminya, karena sebenarnya Wisnu lah yang memberikan informasi mengenai Lisa yang sudah menjadi artis. bahkan Wisnu lah yang membuat salah satu produser itu harus mau menerima kerjasama antara Nara dan si produser.


"Ahsan sudah masuk penjara karena dia melecehkan seorang wanita di salah satu diskot. sekarang akan kubuat pria itu membusuk dipenjara tanpa bisa keluar, dia harus merasakan bagaimana penderitaanku. dia harus merasakan bagaimana tersiksanya hidup di sana." ucap Nara dengan semua ekspresi yang begitu menyakitkan.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


- Gairah liar


__ADS_2