
Ingin sekali Nara tertawa terbahak-bahak dengan semua yang dikatakan oleh Lisa kepadanya.
"Kamu ini kenapa?" tanya Nara
"Aku mohon maafkan aku, maafkan atas segala kesalahanku di masa lalu. aku tidak tahu apa-apa semuanya adalah kelakuan dari kak Ahsan, jika aku tidak melakukan apa yang dia perintahkan bisa-bisa aku juga akan dipukuli. Kamu tahu kan seperti apa kak Ahsan." ucap Lisa.
Nara tidak akan terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh saudara tirinya itu, terlihat Nara hanya diam sembari menatap ekspresi wajah Lisa.
"Lalu, Kenapa kamu di sini?" tanya Nara.
"Aku ingin kamu memaafkanku, Aku ingin kamu tahu kalau aku tidak melakukan apapun. semuanya adalah kelakuan dari kak Ahsan, pria itu benar-benar brengsek. bahkan aku saja harus menanggung kesalahannya." jawab Lisa.
"Yang aku tanya itu kamu kenapa ada di perusahaanku?" tanya Nara.
"Aku ke sini karena aku harus meminta maaf kepadamu, aku harus menjelaskan semua yang terjadi. aku tidak ingin kamu berpikir kalau aku jahat, aku tidak jahat Nara semuanya adalah ulah dari kak Ahsan. kamu harus tahu itu semua ini adalah kejahatan yang dilakukan oleh kak Ahsan." ucap Lisa.
"Jadi maksudmu kamu selama ini ditekan oleh bang Ahsan?" tanya Nara.
"Iya, setiap hari aku harus menderita dan disiksa. waktu itu aku ingin menolong kamu, tapi gimana lagi aku takut sama dia. aku tidak mau seperti kamu terus dipukuli dan dicaci maki." jawab Lisa.
"Ya Tuhan Ya Tuhan, wanita ini benar-benar pandai berakting. kalau aku wanita-wanita lugu dan bodoh mungkin aku akan terpancing dengan semua yang dia katakan. namun sayangnya aku bukanlah wanita yang seperti dia pikirkan. Aku tidak akan terjebak ataupun terbuai dengan kata-katanya." guman Nara dalam hati.
"Nara, maafkan aku maafkan aku sekali lagi. aku minta maaf sama kamu, aku benar-benar menyesal, aku mencari cara untuk membebaskanmu dari penjara namun selalu saja kak Ahsan mengancamku." ucap Lisa.
"Ya sudah kalau begitu aku sudah memaafkanmu, lebih baik kamu pergilah dari tempatku."jawab Nara.
"Aku tidak mau, aku ingin kamu memaafkanku. aku lakukan apapun bahkan aku bersedia mengikutimu, aku bersedia menjadi pelayanmu dan tinggal di tempatmu." ucap Lisa.
"Apa! kamu mau tinggal sama Mbak Nara di tempatnya? enak sekali hidupmu itu, kamu mau menumpang hidup di tempat mbak Nara setelah kamu melukainya terus-menerus!!" bentak Nita.
"Kamu ini kenapa sih, kenapa kamu ikut campur dalam urusanku. kamu ini cuma babu sedangkan aku adalah saudaranya!" seru Lisa.
__ADS_1
"Nita, Tolong ambilkan minuman untuknya." pinta Nara.
"Kok gitu sih Mbak Nara?" tanya Nita yang tidak terima.
Nara tersenyum sembari mengedipkan salah satu matanya kepada Nita. "Bisa tidak tolong kamu ambilkan minuman untuknya?" tanya Nara.
"Oke oke akan ku ambilkan." jawab Nita yang kemudian keluar dari kantor Nara.
Melihat ucapan dari Nara Lisa yakin kalau Nara sedikit terprovokasi dengan kata-katanya.
"Aku benar-benar minta maaf sama kamu ya, Nara. Sebenarnya aku mencari cara untuk menolong kamu tapi bang Aksan selalu membuatku tersiksa." jawab Lisa.
"Ya sudah kalau begitu, Kamu duduk saja aku akan melihat beberapa pekerjaanku ini." ucap Nara.
Lisa menganggukkan kepalanya, tatapan matanya menata barang-barang yang ada di kantor Nara, barang-barang branded berkualitas berharga mahal, bahkan ada salah satu barang branded yang seharga satu buah rumah.
"Nara." panggil Lisa.
"Barang-barang ini kenapa tidak diluncurkan?" tanya Lisa.
"Barang-barang Ini adalah pesanan dari beberapa pelanggan." jawab Nara.
"Nara, tas itu apa sudah ada pemiliknya?" tanya Lisa sembari menunjuk salah satu tas yang ada di belakang tubuh Nara.
"Memangnya kenapa?" tanya Nara.
"Boleh tidak tas itu buat aku? aku sudah mengincar lama tas itu." jawab Lisa.
"Aku tidak bisa memberikan tas itu sama kamu, itu adalah milik dari salah satu miliarder yang ada di Inggris." jawab Nara.
"Wow.., milik salah satu miliarder yang ada di Inggris? berarti harganya ratusan juta dong." guman Lisa dalam hati.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu bisa kasih aku barang-barang sederhana yang lain? aku akan menerimanya kok." ucap Lisa.
"Barang-barang yang ada di tempat ini adalah barang pesanan dari beberapa orang, aku tidak akan memberikan kepada orang lain." jawab Nara.
"Kok gitu sih, Nara. aku ini saudaramu loh." ucap Lisa.
Nara tidak menjawab namun terlihat jelas kalau wanita itu tersenyum mengejek kepada Lisa.
"Nara.":panggil Lisa.
"Ada apa." jawab Nara.
"Boleh tidak sekali-kali aku main ke rumahmu?" tanya Lisa.
"Mau apa?" tanya balik Nara.
"Yang aku dengar kamu kan sudah punya anak. Aku juga mau dong mengenal anakmu, dia kan keponakanku." jawab Lisa.
"Memang harus ya?" tanya Nara.
"Aku ini kan bibinya, ya aku juga mau ketemu sama keponakanku." jawab Lisa yang bersikap seolah dia itu adalah saudara yang begitu baik, begitu mencintai saudaranya bahkan terlihat kalau dia ingin diberi hati.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta
__ADS_1
- Gairah liar