GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
SATU BURUAN TIGA MANGSA


__ADS_3

"Saya kurang tahu, nyonya." jawab desainer.


"Lala, Bagaimana mungkin kamu tidak tahu mengenai hal ini? Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan? Aku tidak senang jika pegawaiku mulai mengkhianatiku." ucap Nara.


"Tidak, Nyonya. Saya tidak melakukan hal itu, ini memang asli rancangan saya, saya tidak meniru ataupun mencuri hasil karya orang lain." jawab Lala.


"Tapi, kenapa mirip sekali? Coba kalau dua desain ini kita jadikan satu, hanya ada beberapa titik perbedaannya saja." ucap Nara.


"Tapi saya tidak melakukan penipuan, Nyonya. saya benar-benar membuat desain ini sendiri." jawab Lala.


"Kalau kamu benar-benar membuat desain ini sendiri, lalu Apakah kamu pernah membuat desain yang belum jadi atau kamu mengerjakan ini dengan seseorang?" tanya Nara.


Lala mulai memikirkan Siapa yang ada di ruangannya waktu itu. "Kalau tidak salah waktu itu putri dari tuan Sanjaya melihat-lihat di ruangan saya, Nyonya." jawab Lala.


"Bunga?" tanya Nara.


"Benar, Nyonya. bunga waktu itu berada di ruangan saya katanya dia menunggu nyonya tapi Nyonya belum datang." jawab Lala.


"Baiklah kalau begitu, Lala. aku minta kamu persiapkan desain asli dan waktu pembuatannya itu harus ada. aku ingin rekaman CCTV yang ada di ruanganmu itu kamu berikan padaku, aku ingin tahu siapa yang menjual desainmu ini ke butik yang lain. Aku tidak ingin ada permasalahan yang akan menyangkut pautkan pencurian desain orang lain." ucap Nara.


"Baiklah kalau begitu, Nyonya. Saya akan menyiapkan apa yang nyonya inginkan." jawab Lala.


TUT...


"Pak Hendra, bisa saya minta tolong?" tanya Nara.


"Apa yang bisa saya bantu, nyonya?" tanya pak Hendra.

__ADS_1


"Saya akan mengirimkan sesuatu kepada pak Hendra." Nara yang kemudian mengirimkan beberapa berkas kepada Pak Hendra.


"Siap, Nyonya. saya akan segera melakukan permintaan Nyonya." jawab Pak Hendra.


"Saya minta Pak Hendra lakukan tanpa menimbulkan masalah, jika Pak Hendra sudah mendapatkan buktinya Tolong Pak Hendra kirim secara diam-diam.


"Aku ingin masalah ini terbongkar di khalayak umum." ucap Nara.


"Saya akan mendapat uang berkali-kali lipat dari insiden itu." ucap pak Hendra.


"Terserah Pak Hendra mau mendapatkan uang berapapun, saya tidak perduli, bapak bawa saja uang itu sedangkan saya mau semuanya itu berjalan tanpa hambatan." jawab Nara.


"Saya benar-benar suka dengan pemikiran Anda, nyonya. saya akan segera melakukan perintah anda, Saya jamin dua hari kemudian semua informasi dan berita itu akan menyebar luas di media." jawab Pak Hendra.


Akhirnya Nara mematikan ponselnya kemudian tersenyum. "Satu mangsa kembali tertangkap, satu buruan tiga mangsa. aku mau melihat bagaimana mereka berteriak dengan sangat keras, seperti diriku berteriak meminta keadilan namun tidak ada yang mau membantuku." Nara yang kemudian meminum segelas air putih.


*RUMAH PAK SANJAYA*


"Kenapa bisa seperti ini, ayah?" tanya Ari kepada Pak Sanjaya.


"Aku tidak tahu bagaimana ini bisa muncul ke permukaan, seharusnya isu suap itu sudah terkubur lama." jawab Pak Sanjaya.


"Jika sampai badan penyelidik ke tempat kita, maka semuanya akan terbongkar, Ayah. apalagi Putri kesayangan Ayah itu juga membuat masalah." Ari yang mulai kesal.


"Ini semuanya aikibat ulah Bunga. aku yakin mulutnya itu melebar kemana-mana hingga membuat Ayah mendapatkan masalah seperti ini." jawab Pak Sanjaya.


"Itulah kenapa aku bilang sama ayah untuk menjaga mulut wanita itu, dia itu mulutnya tidak bisa dijaga. sekarang Kabar mengenai dia menjual desain dari perusahaan Orchid sudah melebar luas, Nyonya Nara sangat marah, bahkan menuntut Bunga untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan salah satu perusahaan pakaian. jika Nyonya Nara tidak mau diajak berdamai maka kita semuanya akan masuk penjara!" teriak Ari.

__ADS_1


"Kamu tidak usah berteriak seperti itu, Ari!!" Pak Sanjaya yang ikut berteriak.


"Ini semuanya gara-gara Ayah yang selalu melakukan kesalahan. Kenapa juga Ayah harus melakukan suap, manipulasi kasus bahkan pencucian uang. sekarang jika sampai mereka menyelidiki kita semua harta yang ada di tempat ini akan hilang, ayah!!" seru Ari.


"Diam, kamu! lebih baik kamu lakukan apa yang Aku perintahkan, sekarang cepatlah pergi ke luar negeri. Aku akan memberimu rekening tabungan Ayah yang ada di Swiss, kamu jangan banyak bicara selamatkan sebagian kekayaan kita!" perintah Pak Sanjaya.


Tanpa menunggu lama Ari langsung pergi ke kamarnya untuk berkemas-kemas. sedangkan Bunga sendiri dia sudah ada di salah satu perusahaan untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia perbuat.


"Sekarang kembalikan uang yang kamu terima, tidak boleh ada satu sen pun yang tertinggal!!" seru pemilik perusahaan pakaian.


"Mana mungkin aku mengembalikan semuanya, uang itu sudah aku pakai." jawab Bunga.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengajukan tuntutan padamu atas penipuan yang telah kau lakukan. Baiklah Nyonya Nara, Saya sudah selesai dengan keputusan saya. silahkan nyonya ambil keputusan." pinta pemilik perusahaan pakaian.


"Tentu saja Tuan, Saya akan melakukan seperti yang anda lakukan saya akan mengajukan tuntutan juga, dia berani mencuri desain salah satu karyawan perusahaan saya. maka dari itu saya juga akan meminta pengacara saya untuk mengurus kasus ini." jawab Nara.


"Tolong, tolong jangan lakukan hal itu. masa depanku masih panjang." rengek Bunga yang terus memohon.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta

__ADS_1


- Gairah liar


__ADS_2