GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
MEMULAI PERMAINAN


__ADS_3

"Ops..., Anda tidak akan membuat sesuatu yang bodoh kan, Tuan? karena jika anda melakukan suatu kebodohan maka anda harus menuai hasilnya." ucap Nara sembari melihat wajah pucat dari pak Bowo.


"Saya akan melakukan apa yang anda inginkan, nyonya. tapi tolong singkirkan foto-foto ini, saya tidak mau rumah tangga saya hancur." pinta pak bowo.


"Sebagai seorang pria, seorang suami kepala rumah tangga dan seorang ayah Kenapa kamu tidak memikirkan hal itu terlebih dahulu. kenapa anda harus terjerumus pada gelapnya kenikmatan sesaat, ketika kamu melakukan hal itu mungkin saja wanita itu akan mengancammu dengan cara menyebarkan foto-foto itu. Apakah kamu tidak berpikir kalau apa yang kau lakukan itu akan merusak kebahagiaanmu sendiri." Nara terus menekankan kata-katanya.


"Wanita itu yang memulai duluan, nyonya. dia ingin menjadi artis hingga dia mau melakukan apapun." jawab pak Bowo.


"Setiap orang itu memiliki kesempatan, garis kehidupan bahkan dia harus memilih jalannya sendiri. lalu kenapa Anda harus menerima sesuatu yang seperti ini? Apakah anda tidak ingin melihat orang-orang yang anda cintai itu bahagia. ketika istri dan anak-anak anda mengetahui kebejatan anda, maka cinta yang mereka berikan itu akan sirna hanya dalam hitungan detik saja." ucap Nara.


"Saya akan melakukan apapun, saya akan menuruti permintaan anda." pak Bowo yang berusaha untuk membuat Nara berupa pikiran.


"Bukannya aku ingin menekanmu, Tuan. tapi berpikirlah secara jernih mengenai wanita itu, dia menyerahkan tubuhnya hanya untuk kesenangannya semata. lalu Apakah anda tidak berpikir suatu saat wanita itu akan menemui keluarga anda dan menghancurkan rumah tangga anda?" tanya Nara yang membuat pak bowo terdiam seribu bahasa tanpa bisa mengatakan apapun.


"Baiklah kalau begitu, kita buat kesepakatan yang lebih baik antara kamu dan aku." ucap Nara.


"Apa, nyonya?" tanya pak Bowo yang kebingungan.


"Biarkan wanita itu hancur perlahan-lahan, biarkan dia menghancurkan dirinya sendiri. aku akan menggunakan semua dendam yang aku miliki untuk membuatnya merasakan kesakitanku. tapi aku minta anda lakukan semua yang Aku perintahkan" pinta Nara.


"Saya akan melakukan apapun yang anda minta, nyonya." jawab pak Bowo yang mau tidak mau dia harus melakukan apapun perintah Nara.


"Baiklah kalau begitu, senang bekerja sama dengan Anda, tuan. akan Aku pastikan kalau rumah tanggamu baik-baik saja, namun jika kamu berani menghianatiku atau pun suamiku maka bisa Aku pastikan kalau semua jerih payahmu selama puluhan tahun ini akan hancur dalam hitungan 5 jari saja." ucap Nara yang kemudian meninggalkan pak Bowo.


"Nyonya." panggil salah satu pengawal.

__ADS_1


"Oh ya, Tolong bawakan barang-barang yang kemarin aku minta. kita akan langsung ke panti asuhan." ucap Nara.


"Baik, nyonya." jawab salah satu pengawal.


Tatapan mata pak bowo menatap Nara yang sudah pergi meninggalkannya, pria itu tidak akan pernah mengira kalau Nara ataupun Wisnu adalah orang yang sangat berbahaya. mereka dapat melakukan segala cara untuk menghancurkan orang-orang yang sudah melukai mereka.


"Betapa bodohnya Aku terjebak dengan permainan wanita itu, seharusnya aku tidak menghancurkan keluargaku sendiri. seharusnya aku tidak membuat istriku menderita, seandainya istriku benar-benar tahu mengenai perselingkuhanku Aku yakin dia akan langsung meninggalkanku." ucap pak Bowo sembari memukul kepalanya sendiri.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kamu memukul kepalamu?" tanya Lisa yang sudah mendekati pak Bowo.


"Jangan banyak tanya, lebih baik kamu kembali ke tempatmu lakukan pekerjaanmu. jangan banyak bertanya!" jawab pak Bowo yang kemudian meninggalkan Lisa.


"Cih.., kenapa dia malah marah. tumben sekali dia bersikap seperti itu." cibir Lisa ketika dia diperlakukan seperti itu oleh pak Bowo.


"Lisa!" seru asisten produser.


Setelah hari ini semuanya akan berjalan sesuai keinginan Nara. Nara ingin melakukan sesuatu yang membuat Lisa menderita.


Beberapa hari kemudian sebuah acara diadakan oleh Nara, sebuah launching produk baru dari butik milik Nara. butik anggrek yang sekarang sudah melebarkan sayapnya di beberapa negara bahkan butik itu memiliki koneksi orang-orang penting yang ada di beberapa negara penting.


"Mbak Nara." panggil Nita.


"Iya Nita Ada apa." jawab Nara.


"Hari ini kan launching produk baru dari butik kita, tas sepatu pakaian juga kita mengeluarkan produk baru, make up untuk para wanita di atas usia 50 tahun." ucap Nita.

__ADS_1


"Memangnya ada apa?" tanya Nara.


"Oh ya, Kenapa Mbak Nara tiba-tiba mengganti beberapa model untuk launching itu? bahkan terkesan penggantian model itu sangat tiba-tiba?" tanya Nita.


"Nanti kamu akan tahu sendiri kenapa aku melakukan hal itu, lagi pula kamu ingin tahu kan orang-orang yang sudah membuatku membusuk di penjara itu? aku pasti akan mempermalukan dia di tempat ini." ucap Nara yang membuat Nita tersenyum.


"Jadi Lisa ikut menjadi model di launching produk kita, Mbak?" tanya Nita.


"Tentu saja, aku akan membiarkan dia naik panggung setelah itu kamu akan tahu apa yang aku lakukan." jawab Nara dengan senyum yang benar-benar tidak bisa dikatakan.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Wisnu yang sudah berada di tempat itu.


"Membicarakan sesuatu Mas." jawab Nara yang kemudian mencium tangan sang suami.


"Cup..," Wisnu memberikan ciuman di pipi sang istri kemudian di keningnya.


"Oh ya, tumben banyak sekali launching produk hari ini? biasanya kan cuma satu atau dua. Kenapa hari ini langsung empat?" tanya Wisnu.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


- Gairah liar


__ADS_2