
SATU BULAN KEMUDIAN
Pagi yang begitu cerah itu terlihat Bunga sudah berada di perusahaan milik Wisnu.
"Selamat pagi, tuan Wisnu." Bunga tiba-tiba masuk ke ruangan Wisnu tanpa mengetuk pintu atau apapun.
Wisnu dan Adi yang sedang berbicara itu tentu saja mereka langsung saling menatap satu sama lain.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Adi kepada bunga.
"Aku kemari karena ingin bertemu dengan Tuan Wisnu." jawab Bunga.
"Kelihatannya putri dari tuan Sanjaya benar-benar tidak mempunyai tata krama ya?" Wisnu seketika marah.
"Bukan seperti itu, Tuan Wisnu. saya kemari membawakan kue yang saya buat sendiri." jawab Bunga.
"Saya tidak suka diganggu oleh siapapun ketika saya sedang bekerja, lebih baik keluarlah dari ruanganku." pinta Wisnu.
"Saya kemari membawa kue ini, Tuan Wisnu. tolong Tuan Wisnu cicipi." pinta Bunga.
Tanpa mengatakan apapun Wisnu hanya memberikan tatapan mata kepada adi. Adi mengambil kue itu namun langsung memberikan kue itu kepada pegawai Wisnu yang ada di luar kantornya.
"Kenapa kuenya dikasih orang lain? Saya sudah membuatkan kue itu untuk Tuan Wisnu. saya mencurahkan seluruh perasaan saya di kue itu." Bunga yang terlihat tidak terima karena kue yang dia buat itu diberikan kepada orang lain.
"Segera keluar dari sini, jika tidak aku akan menyuruh security untuk melemparmu keluar dari perusahaanku." jawab Wisnu yang sudah kesal.
"Tuan, Kenapa anda seperti itu. saya sudah susah payah membuatkan Anda kue itu." kesal Bunga.
"Adi, telepon Tuan Sanjaya bilang kontrak kerjasama kita batal. Aku tidak ingin ada hubungan dengan keluarga itu!" perintah Wisnu yang membuat Bunga seketika menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Wanita itu tidak akan pernah berpikir karena ulahnya ayahnya yang harus mendapatkan hukuman.
__ADS_1
"Tuan-tuan tidak boleh melakukan itu." ucap Bunga.
"Bawa wanita ini keluar, Adi. aku tidak suka diganggu." ucap Wisnu yang kemudian kembali memeriksa beberapa laporan perusahaan.
"Tuan, tuan Wisnu tidak boleh seperti ini. aku benar-benar minta maaf, tuan!!" seru Bunga.
Adi sudah menelpon Pak Sanjaya untuk memberikan informasi mengenai kerjasama yang sudah dibatalkan oleh Wisnu. pria itu juga memberitahu mengenai putrinya yang benar-benar tidak tahu diri bahkan membuat Wisnu sangat marah.
"Ada apa, Ayah?" tanya Ari.
"Adikmu itu benar-benar bodoh, dia benar-benar tidak tahu diri. dia sudah membuat Tuan Wisnu marah, pria itu membatalkan kontrak kerjasama Kita, wanita itu membuat Ayah kehilangan uang yang sangat banyak!!" teriak Pak Sanjaya.
"Memangnya ada apa, Ayah?" tanya Ari.
"Dia mengganggu Tuan Wisnu, dia menggodanya. adikmu itu benar-benar tidak punya otak adikku itu benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih!" teriak Pak Sanjaya dengan emosi yang begitu meluap.
Ari sudah memperingatkan adiknya berulang kali untuk tidak mengganggu Wisnu, namun nyatanya adiknya itu tidak mendengarkan apa yang dia katakan.
"Ayah tenang saja* semuanya ini bisa kita kondisikan. lebih baik kita mencari Tuan Wisnu dan menjelaskan mengenai masalah ini." ucap Ari.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan, Ayah?" tanya Ari.
"Pria itu kalau marah akan susah diajak bicara, jalan satu-satunya kita harus mencari bantuan kepada Nyonya Nara. kita harus meyakinkan wanita itu agar bisa membantu kita." jawab Pak Sanjaya.
"Baiklah kalau begitu lebih baik kita mencari Nyonya Nara, kita akan tahu bagaimana jalan keluarnya." jawab Ari.
Pak Sanjaya dan Ari memutuskan untuk mencari Nara, ketika mereka berdua mencari wanita itu mungkin bisa dikatakan mereka sudah masuk ke liang kubur mereka sendiri.
Nara yang berada di perusahaannya terlihat wanita itu mengamati beberapa desain pakaian dan beberapa barang.
"Ada apa, Mbak Nara?" tanya Nita.
__ADS_1
"Coba kamu lihat deh desain ini, kalau disatukan Kenapa sangat mirip ya?" tanya Nara.
"Kan desainnya dari desainer yang berbeda Mbak?" tanya Nita kembali.
"Bukan itu maksudku, Nita. lihatlah dari model pakaian ini, aku tidak ingin model pakaian perusahaan ini mencontoh dari brand lain. jika kita mendapatkan masalah itu artinya kita membunuh nama brand kita." jawab Nara.
"Lalu, Siapa yang membuat desain Ini, Mbak?" tanya Nita.
"Kelihatannya ini yang membuat itu pegawai lama, tapi kenapa dia ceroboh sekali ya?" tanya Nara kembali.
"Lebih baik aku panggil dia aja, Mbak. takutnya ada miss komunikasi." ucap Nita.
"Ya sudah kamu minta dia kemari aku ingin dia menjelaskan mengenai desain yang dia buat. Kenapa desain ini bisa sampai mirip dengan brand milik orang lain." jawab Nara.
Sekitar 10 sampai 15 menit kemudian akhirnya desainer itu sudah berada di ruangan Nara.
"Iya, Nyonya Nara." ucap si wanita.
"Duduklah, Aku ingin berbicara sebentar." jawab Nara.
"Iya, Nyonya." ucap designer wanita itu.
"Aku minta kamu berkata jujur, Dari mana kamu membuat desainer pakaian ini. karena jika kamu lihat desain yang kamu buat ini hampir mirip dengan brand yang ada di majalah ini?" tanya Nara.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
__ADS_1
- karena cinta
- Gairah liar