
Waktu mulai berjalan, akhirnya persidangan pun sudah berakhir. Pak Sanjaya dihukum dengan keputusan 15 tahun penjara. Ari dihukum dengan hukuman 7 tahun penjara sedangkan Bunga di hukum 4 tahun penjara atas tuduhan kasus penipuan.
*SATU BULAN KEMUDIAN*
"Selamat pagi." Wisnu yang datang bersama putran.
"Mam-ma." Aryan yang baru bisa merangkai beberapa kata
"Pintar banget putra mama." Nara langsung mencium pipi putranya.
"Sayang." panggil Wisnu.
"Ada apa, mas?" tanya Nara.
"Sayang, besok Mas mau keluar kota sekitar 2 hari. Mas mau melihat proyek yang ada di Semarang." ucap Wisnu.
"Kok mendadak banget, Mas. memangnya mas mau pergi sendiri?" tanya Nara.
"Ya tentu saja tidak, sayang. aku kemari itu mau bilang sama kamu untuk bersiap-siap, besok kita akan ke Semarang selama 2 hari." jawab Wisnu.
"Kenapa mendadak banget Mas?" tanya Nara.
"Sebenarnya sih tidak mendadak, sayang. seharusnya mas bilang ke kamu kemarin, tapi karena mas lupa jadi baru hari ini mas bilang." jawab Wisnu.
"Kalau begitu aku mau bilang sama Nita dulu, Mas tahu kan Kalau mendadak banget dia bakal kebingungan." ucap Nara.
"Tenang aja, lagian Adi juga nggak ikut kok, Adi masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di perusahaan." jawab Wisnu.
"Lalu, Mas sama siapa?" tanya Nara.
"Sama beberapa anak buah Mas, di sana Mas harus melihat sesuatu juga." jawab Wisnu.
"Ya sudah kalau begitu aku mau panggil Nita dulu." Nara yang kemudian memanggil Nita dan memberitahukan kalau dia akan keluar kota dua hari tiga hari sudah kembali.
__ADS_1
"Kok mendadak banget sih, tuan?" tanya Nita.
"Ya gimana lagi, Nita. aku lupa bilangnya." jawab Wisnu tanpa rasa berdosa sama sekali.
Nita dan Adi sudah menikah beberapa minggu yang lalu, mereka belum melangsungkan perayaan karena mereka harus menunggu Nara untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Keesokan hari akhirnya Nara dan Wisnu harus pergi ke Semarang mereka memakai pesawat pribadi agar mempersingkat waktu. di perusahaan Wisnu terlihat Adi harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang sudah menunggunya.
"Ya Tuhan, pekerjaan ini banyak banget. aku benar-benar pusing mengerjakan semua ini padahal Tuan Wisnu begitu santai dan begitu teliti. kalau aku mengerjakan sendiri bisa-bisa kepalaku ini beralih tempat." Adi yang benar-benar sangat kebingungan. pria itu harus memegang perusahaan selama kepergian Wisnu ke Semarang.
"Tuan Adi." panggil sekretaris Wisnu.
Adi menempati ruangannya sendiri, namun karena Wisnu tidak ada di perusahaan. jika ada sesuatu sekretaris Wisnu harus melapor kepada Adi.
"Iya, ada apa Lola?" jawab Adi.
"Tuan Adi, ada salah satu klien yang ingin bertemu." jawab sekretaris Wisnu.
"Kenapa harus sekarang sih, pekerjaanku ini masih banyak loh." jawab Adi yang kebingungan.
"Aduh, masalah proyek di Bogor lagi." Adi yang kemudian mengambil ponselnya dan memberitahu Wisnu mengenai salah satu rekan bisnisnya itu.
"Biar nanti aku yang akan berbicara dengan orang itu, Adi. kamu selesaikan saja pekerjaanmu di sana, Aku akan menelpon dia sendiri." ucap Wisnu.
"Baiklah Tuan Wisnu, aku matikan dulu teleponnya ini. ada beberapa berkas baru yang benar-benar membuatku pusing." jawab Adi.
"Kamu kirimkan saja melalui email, nanti aku akan melihat beberapa berkas itu." jawab Wisnu.
Sekitar 10 menit kemudian seorang wanita nampak Ke tempat Adi. "Selamat siang!" seru seorang wanita yang sudah memasuki kantor Adi.
"Siang." jawab Adi tanpa melihat Siapa orang yang telah memasuki kantornya.
"Kamu serius banget, Adi. Apakah semenarik itu kertas-kertas itu?" tanya seorang wanita.
__ADS_1
Seketika Adi menatap wanita yang sudah masuk ke kantornya itu. "Siska? kamu lagi ngapain di sini?" tanya Adi.
"Kamu ini kenapa sih, Adi. ada tamu berkunjung Kok kelihatannya kamu nggak suka banget." ucap Siska.
"Yang aku tanya itu apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Adi kembali.
"Tentu saja aku ke sini karena aku ingin bertemu denganmu, Adi. Aku sangat merindukanmu." jawab Siska.
Adi langsung meletakkan pulpen yang ada di tangannya. "Dengarkan aku baik-baik, Siska. aku sudah bilang kan kalau aku ini sudah beristri, kamu tidak bisa mendekati Tuan Wisnu kemudian kamu ingin mendekatiku. Memangnya Apa sih yang kamu inginkan, Siska?" tanya Adi.
"Tidak apa-apa kan jika aku tidak bisa mendapatkan bosnya aku mendapatkan orang kepercayaan bosnya?" tanya Siska.
"Aku sudah menikah, Siska? kamu lihat kan." Adi menunjukkan cincin kawinnya.
"Itu kan hanya cincin, Memangnya apa urusanku." jawab Siska.
"Siska, Aku mencintai istriku. aku tidak ingin ada orang yang berusaha untuk mengganggu kehidupanku." jawab Adi.
"Kamu ini kenapa sih, Adi. Memangnya salah kalau aku ke sini? aku sudah bilang kan aku tidak peduli." jawab Siska.
Adi menatap Siska dengan tatapan mata yang begitu sinis. dulu wanita itu mencoba untuk mendekati Wisnu namun sikap dingin yang selalu ditunjukkan oleh Wisnu membuat Siska tidak bisa melakukan apapun.
"Assalamualaikum." Nita yang sudah berada di kantor Adi. wanita itu membawa sekotak makanan untuk suaminya. "Kamu ada tamu, Mas?" tanya Nita.
"Nggak tahu siapa wanita ini." jawab Adi. yah sikap yang ditunjukkan Adi itu 10 banding 12 dengan Wisnu. mereka memang sama-sama dingin dan sama-sama tidak mau mempunyai urusan dengan wanita yang berusaha untuk mengganggunya.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
__ADS_1
- karena cinta
- Gairah liar