
"Apa? pria ini membunuh orang-orang yang sudah memperkosa adiknya bahkan dia memutilasi orang-orang itu?" Ahsan terus menatap beberapa pria yang ada di tempat itu.
"Apa kamu melakukan apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang brengsek itu?" tanya salah satu pria.
Ahsan tidak berani menjawab, pria itu hanya tertunduk sembari memikirkan bagaimana cara untuk pindah dari sel itu. jika dia terus berada di sel penjara itu maka dia harus merasakan ketir dan pahitnya penjara baru masuk ke sana sudah dihajar secara massal. mungkin berapa hari kemudian mungkin dia benar-benar akan mati.
"Kenapa kamu diam saja, di mana mulutmu? apa kamu melakukan seperti apa yang dilakukan oleh para pria brengsek itu?" tanya seorang pria.
Ahsan menggelengkan kepalanya.
"Mana mungkin dia berani mengatakannya bos, kamu mengatakan kalau kamu sudah membunuh mereka terlebih dahulu. dia tidak akan mungkin membuka suara ataupun dia akan bicara kalau dia ini pria brengsek." jawab salah orang yang ada di penjara.
"Jika kamu melakukan apa yang dilakukan orang-orang itu, maka aku akan membunuhmu. anggap saja aku membalas dendam untuk gadis itu karena kamu melecehkannya dengan sangat kesal." pria itu kemudian meremas dari jemarinya sendiri hingga berbunyi.
DEG..
Raut wajah Ahsan seketika memucat ketika dia menatap pria bertubuh kekar itu mengatakan hal itu.
"Aku tidak akan melakukan hal itu, aku hanya meminta mereka untuk tidur denganku." Ahsan yang keceplosan kemudian menutup mulutnya.
"Ternyata benar kan Bos, pria ini pria brengsek. mana mungkin kita harus melepaskannya, kita buat dia mati seperti orang-orang yang sudah membuat adikmu menderita." ucap si pria yang kemudian menatap Ahsan dengan tatapan mata yang benar tajam.
"Aku benar-benar ingin membunuhnya, Aku benar-benar tidak suka dengan pria brengsek seperti kalian." ucap si pria.
Ahsan harus mulai dengan kehidupannya yang baru di penjara, dia harus merasakan bagaimana pahit di sana sama seperti Nara yang sering sekali merasakan pukulan. bahkan dia harus merasakan kekerasan di tempat itu.
Beberapa hari kemudian pesta yang diadakan oleh salah satu produser di salah satu tempat yang begitu mewah.
"Apakah hari ini Tuan Wisnu akan datang, Tuan!" tanya Lisa kepada produser.
"Tentu saja, memangnya kenapa?" tanya produser kembali.
__ADS_1
"Kenapa kamu harus menanyakan pria brengsek itu? dia tidak memberitahuku mengenai pernikahannya. Dia tiba-tiba memutuskanku kemudian menikahi seorang wanita yang tidak Dia kenal bahkan aku juga tidak tahu siapa wanita itu." Ferlian yang terlihat sangat kesal.
Dahulu Ferlian memang sempat memiliki hubungan dengan Wisnu, namun sayangnya Wisnu tidak terlalu menanggapi perasaan Ferlian. karena dia tahu kalau wanita itu hanyalah wanita yang suka hidup foya-foya bahkan wanita itu adalah wanita yang sangat terkenal dengan ambisinya yang sangat luar biasa.
"Sudahlah, kalian jangan mengatakan sesuatu yang akan membuat Tuan Wisnu marah. kalian tahu sendiri kan Kalau pria itu mudah sekali terprovokasi, Jika sampai dia menarik dana dari rumah produksi ku maka kalian berdua akan aku lengserkan dari dunia film." ancam tuan Bowo sang produser.
"Kenapa kamu harus melakukan itu, Tuan. aku kan cuma bertanya." ucap Lisa.
"Jangan pernah kamu berusaha untuk mengganggu pria itu, jika sampai kamu berani mengganggunya maka aku akan memberikanmu hukuman." Ferlian yang tidak terima ketika Lisa hendak melakukan aksinya. Tentu saja Ferlian masih mengharapkan Wisnu akan kembali padanya.
"Kenapa kamu bilang begitu, Kamu kan sudah dibuang Kenapa aku tidak boleh mendekatinya?" tanya Lisa.
"Jadi kamu mau melawan aku?" tanya berlian.
"Boleh, kalau begitu kita bersaing. siapa yang akan dipilih oleh Tuan Wisnu, kamu atau aku. jika salah satu diantara kita dipilih oleh Tuan Wisnu salah satu diantara kita tidak boleh marah. kita harus saling menghargai karena Tuan Wisnu sudah memiliki kita." ucap Lisa yang kemudian berjalan meninggalkan Ferlian.
"Wanita itu benar-benar menjengkelkan, berani sekali dia melakukan hal itu padaku. dia ingin menantangku, Baiklah kalau begitu lihat saja aku pasti akan membuat hidupnya menderita. berani sekali dia mengatakannya, dia ingin aku menghancurkan dia Baiklah kalau begitu, kita lihat bagaimana aku akan menghancurkannya dan membuangnya dari dunia perfilman." ucap berlian yang kemudian berdiri menunggu kedatangan Wisnu yang sudah lama tidak dia lihat.
Terasa kehidupan itu benar-benar seperti sebuah memori yang harus kita gali lebih dalam.
Sekitar satu jam kemudian mobil itu sudah sampai di salah satu tempat pesta. Wisnu membuka pintu mobil itu kemudian berjalan menuju pintu yang lain, pria itu membukakan pintu untuk sang istri dan mengulurkan tangannya dengan senyum yang begitu menawan.
"Terima kasih Mas." ucap Nara.
"Tentu saja sayang." jawab Wisnu yang kemudian memegang erat tangan sang istri.
"Sampai kapanpun dan sampai sejauh apapun aku ingin kamu menggenggam tanganku." ucap Wisnu yang membuat Nara tersenyum.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, mas. kok jadi terbalik." canda Nara.
"Selamat malam, Tuan Wisnu." sapa salah satu penjaga tempat tersebut
__ADS_1
"Malam." jawab Wisnu singkat.
Langkah kaki pria itu berjalan beriringan bersama sang istri, beberapa tamu yang ada di tempat itu nampak menatap Wisnu yang sudah datang bersama seorang wanita cantik dan begitu elegan.
"Bukankah itu Tuan Wisnu, jadi pemilik butik sekaligus desainer itu adalah istrinya. wow.., mereka benar-benar sangat serasi." ucap salah satu tamu.
"Kamu benar, lihatlah istrinya begitu cantik. walaupun dia tidak memakai riasan yang terlalu menor." jawab tamu yang lain.
"Iya, lihatlah dia sederhana sekali. Dia tidak memakai perhiasan yang banyak." ucap wanita yang lain.
Kedatangan Wisnu dan Nara menjadi topik perbincangan yang begitu luar biasa, sepasang suami istri yang memiliki bisnis di dunia hiburan bahkan sepasang suami istri itu menancapkan nama mereka di beberapa usaha di bidang entertainment.
"Selamat malam, Tuan Wisnu." panggil salah satu tamu.
"Selamat malam, Tuan." jawab Wisnu.
"Selamat malam, Tuan Wisnu." sapa salah satu istri pengusaha.
"Selamat malam, nyonya." jawab Wisnu.
"Saya senang sekali karena anda juga datang ke pesta ini, Tuan Wisnu. apalagi nyonya Nara terlihat sangat cantik." puji salah satu istri pengusaha.
"Terima kasih, nyonya. Anda juga sangat cantik, bahkan Anda adalah wanita tercantik malam ini." puji Nara yang membuat istri pengusaha itu tersenyum menatap suaminya.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
__ADS_1
- karena cinta
- Gairah liar