GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
MUSUH TERAKHIR


__ADS_3

Kabar mengenai Pak Jayadi dan putranya membuat Nara dan Wisnu berusaha untuk mencari bukti atas kasus mereka berdua. Nara dan Wisnu mencoba yang terbaik untuk mencari keadilan bagi mereka, ayah dan anak itu sudah membuat dosa yang terlalu besar. ayahnya membunuh orang tua Wisnu sedangkan putranya memfitnah Nara, padahal pria itu mencoba untuk melecehkan Nara dahulu. beberapa saat kemudian Nara dan Wisnu mendapatkan titik terang mengenai kejadian yang sudah mereka alami


*BEBERAPA BULAN KEMUDIAN*


*RUMAH KELUARGA KUSUMA*


"Selamat siang, tuan Jayadi Kusuma.* seorang polisi sudah berada di rumah pak Jayadi. bukan satu polisi tapi atasan polisi bersama beberapa anak buahnya.


"Iya, pak polisi. ada apa?" tanya pak Jayadi.


"Kami membawa surat penangkapan untuk tuan Jayadi Kusuma bersama Harlan Kusuma." jawab pak polisi.


"Surat penangkapan? memangnya surat penangkapan apa?" tanya pak Jayadi.


"Kami membawa surat penangkapan untuk Tuan Jayadi Kusuma dengan pidana pembunuhan, sedangkan Tuan Harlan Kusuma kasus pelecehan beberapa tahun yang lalu." jawab Pak polisi.


"Tunggu,tunggu sebentar Pak polisi. mungkin kalian ini salah mungkin Kalian salah orang dan salah tempat." ucap pak Jayadi.


"Maaf tuan, lebih baik anda ikut dengan kami. jika anda menolak kami akan bersikap tegas." ucap pak polisi.


"Maksud kalian apa? kalian ini tiba-tiba kemarin setelah itu membawa surat penangkapan. lalu Sebenarnya kalian itu ingin menangkapku dengan tuduhan kasus pembunuhan. memangnya siapa yang aku bunuh?" tanya pak Jayadi.


"Kita akan membahasnya di kantor polisi Tuan Jayadi." jawab Pak polisi yang kemudian langsung memborgol tangan pak Jayadi. sedangkan Harlan yang berada di dalam kamar pria itu nampak terganggu dengan suara teriakan.


"Ada apa ini, Ayah?!" seru Harlan.


"Apakah Anda tuan Harlan?" tanya pak polisi.


"Benar sekali, Memangnya ada apa Pak polisi?" tanya Harlan.


"Kami membawa surat penangkapan anda dan ayah anda." jawab Pak polisi.

__ADS_1


Mendengar surat penangkapan seketika Harlan langsung mencoba untuk melarikan diri. dia berlari dari ruang tamu keluar rumahnya.


"Berhenti, Tuan Harlan!!" seru pak polisi.


Memangnya siapa yang mau berhenti tentu saja Harlan tidak mau berhenti. pria itu langsung berlari keluar dari rumahnya berharap dia bisa lolos dari penangkapan Pak polisi.


"Berhenti!" seru pak polisi.


Harlan tidak menghiraukan seruan para polisi, itu Hal itu membuat para polisi langsung memberikan sikap tegas dengan menembak salah satu kaki Harlan.


DORR!!


satu peluru langsung menembus kaki Harlan. Hal itu membuat Harlan langsung terjatuh.


"Aaaa!!!" suara teriakan Harlan ketika salah satu kakinya sudah ditembus timah panas para polisi.


"Jangan bergerak!!" seru Pak polisi.


"Kami menembakmu karena kamu mencoba untuk melarikan diri." jawab Pak polisi.


Dengan kaki yang pincang akhirnya Harlan diseret menuju mobil para polisi, raut wajah yang kebingungan serta terkejut luar biasa tidak bisa terelakkan. Wisnu dan Nara yang berada di luar rumah itu nampak mereka berdua tersenyum.


"Akhirnya kita berdua mendapatkan keadilan, Mas." ucap Nara.


"Tentu saja kita mendapatkan keadilan, mereka sudah membuat kita seperti ini mereka harus mendapatkan balasan atas apa yang mereka perbuat." jawab Wisnu.


*KANTOR POLISI*


Ketika berada di kantor polisi Harlan ataupun pak Jayadi dicerca dengan begitu banyak pertanyaan. mereka mau tidak mau harus menyembunyikan semua kebusukan mereka. satu persatu bukti sudah diperlihatkan oleh pak polisi, Hal itu membuat pak Jayadi ataupun Harlan tidak bisa mengelak dari semua tuduhan.


Memang Harlan ataupun Pak jayadi diinterogasi di ruang yang berbeda, namun bukti-bukti yang sudah diberikan oleh pak polisi itu membuat Harlan ataupun pak Jayadi tidak bisa mengelak. ketika mereka dibawa ke sel penjara Nara ataupun Wisnu sudah berada di sana, nampak mereka berdua tersenyum melihat kedua orang itu sudah dimasukkan ke sel penjara.

__ADS_1


"Aku tidak bisa masuk penjara, aku pasti keluar sebentar lagi!!" seru pak Jayadi.


"Berusahalah lebih keras, Pak tua. berusahalah lebih keras, aku pun akan berusaha lebih keras untuk menjebloskanmu ke penjara. aku tidak akan membiarkanmu ataupun putramu itu keluar dari penjara. kalian berdua adalah orang-orang yang penuh dengan dosa, kalian berdua adalah orang-orang busuk yang pantas membusuk di tempat ini." jawab Wisnu yang kemudian pergi meninggalkan salah satu sel penjara.


"Dasar brengsek! beraninya kamu melakukan hal itu padaku, seharusnya kau mati bersama keluargamu!!" teriak pak Jayadi.


Nara sendiri juga nampak menemui Harlan. "Sudah lama tidak bertemu, Tuan Harlan." sapa Nara sembari menatap seorang pria yang dulu mencoba untuk melecehkannya. namun ketika salah satu temannya tanpa sengaja terbunuh oleh Nara ketika dia berusaha untuk mempertahankan dirinya.


"Siapa kamu?'tanya Herlan.


"Rupanya ingatanmu itu sangat lemah, Tuan Harlan. seharusnya kamu mengingatku, mengingat wanita yang hampir kalian perkosa waktu itu." jawab marah pikiran. ingatan Harlan sedikit demi sedikit mulai kembali ke masa lalu.


"Kamu? Bagaimana kamu bisa keluar?" tanya Harlan.


"Tuhan masih sayang padaku, pria brengsek. Tuhan masih menginginkan aku untuk membalas kalian, akhirnya kalian semuanya masuk penjara. akhirnya aku bisa mendapatkan keadilan, Aku berjuang di penjara selama beberapa bulan, Aku berusaha hidup selama beberapa tahun. sekarang kalian akan merasakan bagaimana kerasnya dunia yang ada di dalam penjara. aku akan menunggu kalian membusuk." ucap Nara.


"Dasar wanita brengsek, seharusnya kamu yang membusuk di penjara!!" teriak Harlan.


Akhirnya Nara pergi meninggalkan sel Harlan, wanita itu akhirnya mendapatkan kebebasan hatinya. semua musuh-musuhnya akhirnya mendapatkan hukuman yang setimpal.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta


- Gairah liar

__ADS_1


__ADS_2