
Setelah pesta itu Lisa benar-benar tidak bisa melupakan senyum yang ditunjukkan oleh Nara. senyum yang begitu menakutkan, senyum yang bisa diartikan sebagai senyum pembalasan. Lisa yakin Nara akan melakukan sesuatu kepadanya, apalagi sekarang dia sudah menjadi seorang istri dari pria kaya raya bahkan dia sudah berubah menjadi wanita dengan status sosial tinggi.
Beberapa hari kemudian waktu sudah berlalu, di salah satu tempat syuting terlihat Nara mendatangi tempat itu. "Nyonya Nara. ucap produser.
"Selamat sore, tuan." ucap Nara.
"Selamat sore, nyonya Nara. senang sekali nyonya Nara mau ke tempat syuting ini." ucap produser.
"Tuan Bowo tentu saja tahu saya baru mempunyai waktu untuk melihat proses syuting ini." jawab Nara.
"Ambilkan aku kursi untuk nyonya Nara." perintah pak bowo kepada beberapa anak buahnya.
"Terima kasih, tuan." Nara tersenyum begitu cantik. wanita itu kemudian duduk dan meminta beberapa pengawalnya untuk segera beristirahat.
"Apakah nyonya Nara ingin melihat proses syuting ini?" tanya pak bowo
"Tentu saja Tuan, sesuai permintaan anda saya akan melihat beberapa proses syuting yang saya danai bersama suami saya." jawab Nara.
Tatapan mata Nara menatap satu persatu para pemain film itu.
Tatapan mata Nara menatap para pemain yang ada di tempat itu, sesaat kemudian sebuah senyum ditunjukkan oleh Nara ketika melihat dua wanita yang dia lihat di pesta beberapa waktu yang lalu.
"Apakah dua wanita itu adalah pemeran utama film ini, Tuan?" tanya Nara kepada pak Bowo.
"Benar sekali, nyonya. kedua wanita itu adalah pemeran utama dalam film ini." jawab pak Bowo.
__ADS_1
"Apakah mereka mempunyai kualitas yang bagus, Tuan?" tanya Nara kembali.
"Mereka memiliki kualitas yang bagus, apalagi mereka juga adalah para wanita yang mempunyai pendidikan di dunia perfilman." jawab pak Bowo.
"Lisa, bukankah dia adalah salah satu anak dari salah satu pengusaha yang ada di penjara?" tanya Nara kepada pak Bowo.
pak Bowo tersenyum setelah mendengarkan perkataan Nara. "Nona Ferlian.
"Bukankah dia adalah mantan tunangan suami saya? yang aku dengar dia suka sekali dunia glamor bahkan dia juga disebut sebagai pecandu obat-obatan terlarang?" tanya Nara kembali yang membuat pak Bowo tidak bisa menjawab pertanyaan Nara.
"Ya sudah kalau begitu, tolong Tuan dengarkan ini baik-baik. saya tidak ingin ada sesuatu dengan film yang Saya danai. Saya sudah mengetahui mengenai hubunganmu dengan Lisa, Saya tidak ingin kamu membantu wanita itu jika dia mendapatkan masalah. jika Tuan Bowo berani melawan saya maka saya bisa pastikan kalau seluruh film-film yang anda buat akan hancur di pasaran." ancaman Nara.
"Maksud Anda apa, nyonya?" tanya pak Bowo.
"Saya minta anda melakukan apa yang saya inginkan, saya minta mulai sekarang anda mengganti pemain utamanya." pintar Nara.
"Saya minta pemain utama film ini diganti dengan orang lain." jawab Nara.
"Itu tidak bisa saya lakukan, nyonya. film ini sudah masuk pertengahan, jika saya melakukan hal itu kemungkinan rating film ini akan turun." jawab pak Bowo.
"Kamu memilih rating turun atau kamu memilih film ini hancur di pasaran?" tanya Nara yang membuat pak Bowo terdiam.
"Beberapa bukti mengenai semua tindakanmu bahkan saya sudah mempunyai bukti mengenai hubungan gelapmu dengan wanita itu. jika sampai kamu ingin melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan saya, bisa Aku pastikan kalau suami saya akan menarik paksa seluruh dana yang sudah dia berikan padamu. Kita lihat seperti apa kamu berusaha, Kalau aku hitung dana yang dimasukkan ke rumah produksi mu itu sudah berapa triliun. jika aku mengatakan kepada suamiku untuk mengambilnya pasti dia akan melakukannya." Nara terus memainkan kata-katanya.
Siapa yang tidak akan mengenal Bastian wisnus, seorang pria yang begitu mencintai istrinya. seorang pria yang begitu bucin kepada desainer ternama bernama Inara.
__ADS_1
"Oh ya, aku juga sudah memberikanmu dukungan seluruh desain di seluruh film yang ada buat. jika aku meminta ganti rugi atas semua fasilitas yang aku berikan, Apakah kamu bisa membayarnya?" tanya Nara yang membuat raut wajah pak bowo seketika pucat pasi.
"Apakah nyonya Nara mempunyai masalah dengan Lisa? Kenapa nyonya Nara benar-benar begitu membenci Di" tanya pak Bowo.
Nara sudah yakin kalau pria itu akan menanyakan hal itu, karena itu Nara sudah mempersiapkan jawaban untuk pria tua yang ternyata sangat menyukai daun muda itu.
"Wanita itu telah menjebak saya hingga saya mendekam di penjara selama beberapa bulan. wanita itu dan saudaranya membuat saya merasakan pahitnya sel penjara. saya menderita selama beberapa bulan, mereka menjebak saya dengan sangat kejam. Saya tersiksa di tempat itu bahkan saya harus merasakan luka yang sangat parah." jawab Nara.
ZDARRR!!!
pak Bowo benar-benar sangat terkejut karena dia tidak akan pernah mengira kalau wanita kaya raya itu mempunyai masa kelam dengan Lisa. pantas saja dia tidak pernah menyukai kehadiran wanita itu bahkan bisa dibilang Nara akan membalas dendam atas semua yang dilakukan Lisa di masa lalu.
Nara menandakan tangannya kepada beberapa pengawalnya, beberapa foto diambil oleh Nara kemudian diberikan kepada pak Bowo.
"Foto-foto itu akan merusak rumah tanggamu bahkan foto-foto itu akan menghancurkan semua kerja kerasmu." ucap Nara yang membuat pak Bowo tidak bisa berkutik sama sekali.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta
__ADS_1
- Gairah liar