
DRETTT....
Ahsan sudah disetrum dengan alat kejut listrik oleh salah satu sipir penjara penjara.
"Pria ini benar-benar sangat brengsek, pantas saja dunia mengatakan kalau dia adalah sampah." ucap salah satu sipir penjara.
"Tolong katakan pada pria itu untuk terus menyiksa pria ini, jangan kasih kendor. akan kupastikan ketika pria itu keluar dari penjara keluarganya baik-baik saja." ucap Nara.
"Kamu tenang saja, Nara. kamu sudah membantuku menjebloskan pria ini dan mengungkap semua kejahatannya. apapun akan kulakukan untukmu." jawab sipir penjara.
"Paman tenang saja, aku juga akan memastikan kalau dua pria yang lainnya akan mendapatkan hukuman. aku akan membalaskan dendam orang-orang itu, para gadis itu pasti sekarang tersiksa di alam baka karena para pria itu belum mendapatkan hukuman." ucap Nara.
"Putriku pasti sedikit merasa lega di alam sana karena salah satu dari pria itu sudah masuk penjara. aku akan membantumu untuk melakukan apapun agar kamu bisa mendekati dua pria itu." ucap sipir penjara.
"Paman tenang saja, kepala penjara juga sudah memberitahu aku mengenai informasi beberapa pria itu. akan kupastikan dua pria yang lain akan membusuk juga di penjara walaupun mereka adalah anak-anak dari orang-orang berkuasa." jawab Nara.
Setelah dari penjara akhirnya Nara kembali ke rumahnya, terlihat wanita itu menatap rumah besar yang sekarang menjadi pelindungnya.
"Nyonya Nara baru pulang ya?" tanya salah satu pelayan.
"Iya bi, aku baru pulang dari suatu tempat. Memangnya ada apa?" tanya Nara.
"Itu lho nyonya, tadi ada tamu yang nekat masuk ke rumah. dia marah-marah bahkan berteriak seperti wanita gila." jawab salah satu pembantu.
"Memangnya siapa dia? Kenapa para penjaga tidak menangkapnya?" tanya Nara.
"Sudah, para penjaga rumah sudah menangkapnya. bahkan wanita itu sudah diikat." jawab pelayan.
"Ya sudah kalau begitu aku mau lihat Siapa orang yang sudah berani masuk ke rumah ini. Oh ya nanti jangan lupa tolong bersihkan kamar Aryan ya bi." pintar Nara.
Aryan Bastian Wisnu, putra kesayangan dari Nara dan Wisnu.
"AAAAA!!!" teriak seorang wanita yang sudah berada di tempat itu.
"Siapa dia?" tanya Nara ketika berada di dalam rumahnya.
"Suruh keluar Wisnu, Aku ingin bertemu dengan Wisnu!!" teriak si wanita.
"Siapa dia?" tanya Nara kembali.
"Kami tidak tahu, Nyonya. tiba-tiba wanita ini masuk ke sini." jawab salah satu pembantu.
__ADS_1
"Memangnya Kalian tidak ada yang mengenalnya?" tanya Nara kembali.
"Tidak, Nyonya." jawab para pembantu.
Seorang wanita seperti wanita gila terus berteriak di tempat itu, entah bagaimana dia bisa memasuki rumah yang dijaga oleh begitu banyak penjaga.
"Kenapa? Siapa kamu?" tanya Nara kepada si wanita.
"Aku mau ketemu Mas Wisnu, suruh dia keluar. aku mau menemuinya!!" teriak si wanita.
"Siapa kamu? Kenapa kamu ingin bertemu dengan Mas Wisnu?" tanya Nara.
"Aku ingin bertemu dengan Mas Wisnu, dia harus memberikan nafkah kepada putrinya!!" teriak si wanita yang membuat Nara saling menatap satu sama lain dengan para pembantu.
"Putri? putri Siapa?" tanya Nara.
"Aku dan Mas Wisnu mempunyai anak, aku harus bertemu dengan Mas Wisnu!!" seru si wanita kembali.
DEG..
Nara bukanlah tipe seorang wanita yang akan langsung marah ketika dia mendengarkan ocehan dari wanita tersebut. terlihat wanita itu menatap seorang wanita yang tiba-tiba sudah berada di rumahnya.
Sekitar 15 menit kemudian Wisnu sudah berada di rumah itu.
"Waalaikumsallam, Mas." jawab Nara.
"Di mana para penjaga kok cuma ada dua orang di luar?" tanya Wisnu.
"Mereka ada di sini, Mas." jawab Nara.
"Kalian lagi ngapain di sini? Kenapa tidak melakukan pekerjaan kalian?" tanya Wisnu.
"Mereka lagi menjaga seseorang, Mas." jawab Nara.
"Menjaga siapa? memangnya Aryan perlu dijaga banyak penjaga?" tanya Wisnu.
"Bukan Aryan, Mas. tapi tamu yang barusan masuk." jawab Nara.
"Siapa?" tanya Wisnu.
Nara meminta para penjaga untuk memperlihatkan wanita itu. "Mas kenal sama wanita itu?" tanya Nara.
__ADS_1
Wisnu menatap seorang wanita yang terlihat begitu berantakan. "Siapa dia, sayang?" tanya Wisnu.
"Makanya aku tanya Mas, siapa wanita itu?" tanya Nara kembali.
"Ya Aku tidak tahu, sayang. kan Mas baru pulang." jawab Wisnu.
"Mas Wisnu, Mas Wisnu sudah lupa sama aku. ini aku aku Sarah, Apa kamu sudah melupakan aku?" tanya Sarah kepada Wisnu.
"Sarah? Sarah siapa?" Wisnu yang kebingungan.
"Mas ini aku Sarah,cinta pertamamu yang dahulu." jawab Sarah.
Tentu saja Wisnu sedikit kebingungan, ketakutan bahkan pria itu langsung menatap istrinya. tentu saja Wisnu takut kalau istrinya itu akan langsung marah bahkan dia terprovokasi oleh wanita yang barusan datang tersebut.
"Maaf, tuan. ini siapa ya? Sarah siapa ya?" tanya Adi yang juga datang bersama Wisnu.
"Nggak tahu Sarah siapa sih." jawab Wisnu.
"Mungkin namanya bukan Sarah, Bos. mungkin namanya saraf." jawab Adi yang membuat Wisnu malah kebingungan.
"Kamu ini malah bercanda, Ini tuh serius." ucap Wisnu.
"Mas yakin tidak mengenal wanita ini?" tanya Nara.
"Tentu saja mas tidak mengenal wanita ini." jawab Wisnu.
"Dia bilang dia kemari untuk meminta pertanggungjawabanmu atas Putri kalian." ucap Nara yang membuat Wisnu seperti langsung kejatuhan ribuan duren di atas kepalanya.
"Pertanggungjawaban? putri, putri siapa?" Wisnu yang semakin dibuat bingung.
"Dia bilang dia mempunyai seorang Putri sama kamu?" tanya Nara dengan santai.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta
__ADS_1
- Gairah liar