
Hari ini terlihat Ari hendak menemui Wisnu ataupun Nara untuk meminta bantuan agar adiknya menjadi artis.
"Apakah Nyonya Nara ada di rumah?" tanya Ari.
"Iya, Memangnya ada apa, Tuan? Apakah ada sesuatu?" tanya salah satu pembantu.
"Saya ingin menemui Nyonya Nara ataupun tuas Wisnu kalau bisa." jawab Ari.
"Apakah anda sudah membuat janji dengan tuan? karena tuan Wisnu ataupun Nyonya Nara jarang mau menemui tamu yang tidak mempunyai janji." jawab pelayan.
"Katakan saja Aku putra dari Pak Sanjaya, nanti pasti Tuan Wisnu ataupun Nyonya Nara mau menemui saya." jawab Ari.
"Baiklah kalau begitu, anda tunggu di sini saya akan bilang kepada Nyonya Nara ataupun Tuan Wisnu."
Ari menatap rumah besar milik Wisnu, pria itu benar-benar terpukau dengan kemegahan rumah 3 lantai yang begitu luar biasa.
"Pria ini benar-benar kaya raya, apalagi istrinya itu juga adalah wanita kaya. pantas saja rumah mereka begitu luar biasa." Ari terus menatap rumah besar itu sembari menyentuh beberapa furniture yang ada di sana.
"Kamu siapa?" tanya kepala pelayan rumah Wisnu.
"Saya tamu dari tuan Wisnu." jawab Ari.
"Apakah Tuan Wisnu sudah diberitahu?" tanya kepala pelayan.
"Tadi salah satu pelayan sudah menemui Tuan Wisnu." jawab Ari.
setelah mendengar perkataan Ari, akhirnya kepala pelayan pergi meninggalkan ruang tamu. di sana beberapa pelayan sedang membersihkan ruangan bahkan beberapa ada yang membawa makanan.
"Pria itu benar-benar seperti seorang Sultan, pelayannya banyak rumah yang mewah bahkan semua furniture yang ada di tempat ini berharga puluhan sampai ratusan juta." Ari terus memperhatikan beberapa barang yang ada di tempat itu.
Beberapa menit kemudian Wisnu turun untuk menemui Ari.
"Selamat sore, tuan Ari." sapa Wisnu.
"Oh.. Tuan Wisnu, selamat sore tuan." jawab Ari.
"Ada perlu apa anda kemari, tuan Ari?" tanya Wisnu.
__ADS_1
"Ada sedikit keperluan dengan Tuan Wisnu ataupun Nyonya Nara." jawab Ari.
"Kalau begitu silakan duduk." Wisnu yang kemudian duduk terlebih dahulu. salah satu pelayan sudah datang dengan menyuguhkan minuman dan kue di atas meja.
"Wow.., gila. baru duduk Sudah disajikan makanan sama minuman, orang ini benar-benar Sultan. kalau aku bekerja sama dengannya mungkin saja aku bisa sedikit demi sedikit memanfaatkan dia." guman Ari dalam hati.
"Tuan." panggil Adi yang sudah berada di ruang tamu.
"Ada apa, Adi?" tanya Wisnu.
"Tuan, ada salah satu tamu penting yang ingin bertemu dengan Tuan." jawab Adi.
"Kenapa dia kemari, Adi? seharusnya dia menemuiku di perusahaan?" tanya Wisnu.
"Tuan Hendra baru pulang dari Amsterdam, Tuan. beliau ingin berbicara dengan anda segera." jawab Adi.
"Baiklah kalau begitu, tolong kamu panggilkan istriku, adik. aku akan berbicara dengan Tuan Hendra." jawab Wisnu.
"Baik, Tuan." Adi yang kemudian pergi ke kamar Aryan.
"Oh ya, Tuan Ari. Maaf ya karena aku harus menemui salah satu tamu pentingku, kalau kamu ingin berbicara Tolong kamu berbicara saja dengan istriku." ucap Wisnu yang kemudian meninggalkan Adi.
Sekitar 5 menit kemudian Nara sudah berada di ruang tamu dan menatap salah satu pria yang dulu ikut membuat dia masuk penjara.
"Nyonya Nara." ucap Ari.
"Tuan Ari, apa yang membawa Anda kemari sore ini?" tanya Nara.
"Saya ada sedikit keperluan dengan nyonya Nara." jawab Ari.
"Apakah ada yang penting? tanya Nara.
"Iya, Nyonya.Saya kemari karena saya ingin meminta bantuan kepada Nyonya." jawab Ari.
"Memangnya ada apa?" tanya Nara yang kemudian duduk.
"Begini, Nyonya. sebenarnya saya mempunyai seorang adik perempuan dia mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang artis." jawab Ari.
__ADS_1
"Maksudmu?" tanya Nara.
"Saya ingin meminta bantuan kepada Nyonya untuk memasukkan adik saya ke salah satu manajemen rumah produksi Nyonya." jawab Adi.
"Apakah harus seperti itu?" tanya Nara.
"Anda tahu kan Nyonya, kita sudah bekerja sama, kita seperti sebuah keluarga sekarang. jadi saya ingin meminta bantuan kepada Nyonya Nara mengenai hal ini." jawab Ari.
Sebuah senyum mulai ditunjukkan oleh Nara ketika dia mendengar permintaan dari Ari. seorang adik perempuan, Nara tiba-tiba mempunyai suatu rencana untuk membuat di Ari ataupun Pak Sanjaya merasakan bagaimana rasanya kehilangan. Bagaimana rasanya dipermalukan dan disakiti, Nara terlihat menggaruk salah satu alisnya.
"Bagaimana Nyonya Nara?" tanya Ari.
"Besok lusa kamu bawa adikmu ke salah satu rumah produksi ku." jawab Nara.
"Terima kasih Nyonya, terima kasih." ucap Ari yang terlihat begitu bahagia.
"Sekarang kamu bisa tersenyum begitu bangga, setelah ini kita lihat seperti apa pembalasan yang akan aku berikan kepada kalian." ucap Nara yang kemudian mempersilahkan Ari untuk memakan kue yang sudah disiapkan.
*RUANG PRIBADI WISNU*
"Ada apa, Hendra?" tanya Wisnu.
"Seperti yang sudah anda perintahkan, tuan. Wanita itu sudah mulai masuk ke jebakan kita." jawab Hendra.
"Baguslah kalau begitu, Hendra. buat wanita itu tidak berdaya, Aku ingin semua bukti kita dapatkan dan setelah itu aku akan segera memenjarakan dia." ucap Wisnu.
"Baik, tuan. saya akan segera melakukan apa yang Anda perintahkan." jawab Hendra yang kemudian memberikan beberapa foto kepada Wisnu.
"Good job." Wisnu tersenyum begitu puas dengan beberapa bukti yang dia dapatkan.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
__ADS_1
- karena cinta
- Gairah liar