GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
MEMULAI PEMBALASAN


__ADS_3

Setelah Pak Sanjaya dan Ari pergi dari perusahaan milik Wisnu, terlihat Nara tersenyum kepada sang suami.


"Apakah ini hadiah untukku, sayang?" tanya Nara.


"Tentu saja sayang Ini hadiah untukmu, Tuhan benar-benar begitu adil. ketika kita mencari cara untuk mendekati orang-orang itu ternyata mereka berdua langsung mendekati kita sendiri." jawab Wisnu.


"Kamu benar Mas, mereka harus merasakan apa yang aku rasakan Ahsan sudah merasakan pembalasanku, sekarang yang lain harus juga merasakan apa yang sudah mereka lakukan padaku." jawab Nara.


*SEMINGGU KEMUDIAN*


"Selamat pagi,"


Lisa sudah berada di tempat Nara.


"Anda siapa, nona?" tanya salah pembantu.


"Aku adalah saudara dari majikan kalian." jawab Lisa.


"Maaf Nyonya, tapi kami tidak pernah tahu kalau Nyonya Nara mempunyai saudara." jawab salah satu pembantu.


"Kalian sama sekali kalian tidak tahu kalau aku ini saudara dari majikan kalian? aku ini kakak dari Nyonya kalian!" bentak Lisa.


Hari ini adalah hari Minggu, Nara dan Wisnu berada di rumah mereka. Nara dan Wisnu yang sedang berada di ruang makan, nampak mereka berdua mendengar suara kegaduhan yang ada di ruang tamu.


"Suara siapa itu, sayang?" tanya Wisnu.


"Tidak tahu, Mas." jawab Nara yang sedang menyuapi baby Aryan.


"Mas mau lihat dulu ya, kamu suapin Aryan dulu." ucap Wisnu.


"Oh ya Mas, nanti kalau kembali tolong Mas bilang sama pengasuh Aryan untuk segera kemari." pinta Nara.

__ADS_1


"Siap, Nyonya." jawab Wisnu yang kemudian pergi meninggalkan istrinya.


Suara teriakan yang begitu keras itu membuat beberapa pelayan yang ada di rumah Wisnu mereka berkumpul di ruang tamu.


"Anda tidak boleh masuk, nyonya. anda ini tidak boleh langsung nyelonong begitu saja!" bentak salah satu pelayan.


"Kalian ini tidak tahu ya kalau aku ini saudari dari Nyonya kalian, aku ini kakaknya! Kalian paham tidak sih, dasar kalian itu pembantu otaknya tidak dipakai!!" bentak Lisa balik yang membuat para pekerja yang ada di rumah Wisnu sangat geram dengan wanita yang barusan masuk itu.


Beberapa waktu yang lalu ada wanita gila sekarang ada wanita gila lagi.


"Ada apa ini?" tanya Wisnu yang sudah berada di ruang tamu.


Lisa yang melihat Wisnu datang seketika dia langsung berbicara dengan begitu lembut dan menggoda.


"Tuan Wisnu, syukurlah Tuan Wisnu datang untuk menemui saya." ucap Lisa.


"Kamu mau ngapain di tempat saya?" tanya wisnu.


"Hari ini adalah hari istirahatku dan keluargaku. Aku tidak menerima tamu, lebih baik kamu kembali lain hari." Wisnu yang mengusir Lisa.


"Ada apa mas?" Nara yang sudah berada di ruang tamu.


"Tidak ada apa-apa, sayang. cuma ada orang yang tidak penting saja." jawab Wisnu yang kemudian mengajak Nara untuk masuk.


"Nara! Nara!!" panggil Lisa dengan suara yang begitu keras.


Nara tahu kalau Lisa berada di tempatnya, namun Nara ingin Lisa tahu kalau sekarang semuanya sudah berbeda.


"Anda dengar sendiri kan, Nyonya. lebih baik nyonya pergi dari sini, Tuan Wisnu sudah meminta Anda keluar dari sini. Jika anda tidak mau segera keluar maka para penjaga rumah ini yang akan mengusir nyonya!!" bentak salah satu kepala pelayan.


"Kalian ini benar-benar tidak sopan, Aku ini adalah saudara Nyonya kalian! kalian tidak dengar apa!!" teriak Lisa.

__ADS_1


"Anda ini benar-benar tidak tahu malu ya, mengaku-ngaku sebagai saudari dari Nyonya Nara. sekarang Anda pergi dari sini jika tidak kami akan menendang anda keluar dari sini!" salah satu pelayan wanita dengan kasar langsung mendorong tubuh Lisa hingga wanita itu tersungkur di lantai.


"Kalian benar-benar tidak tahu diri ya, berani sekali kalian melakukan hal ini padaku!!" seru Lisa.


"Lebih baik anda keluar dari sini, jika tidak kami semuanya akan mengeroyok Nyonya karena nyonya berani masuk kemari." ancam salah satu pembantu yang membuat Lisa langsung terdiam.


Wanita itu menatap raut wajah dari beberapa pelayan wanita yang ada di tempat Nara. wajah para wanita itu benar-benar sangat menyeramkan, seketika Lisa memilih untuk keluar dari rumah Nara.


"Mereka semuanya benar-benar kurang ajar, berani sekali mereka mengusirku. mereka tidak tahu apa siapa aku ini, aku ini seorang model seorang artis." Lisa yang terus mengomel panjang lebar.


Wisnu dan Nara melihat Lisa yang sudah diusir dari rumah mereka di lantai 2, di salah satu ruangan Nara melihat Lisa diusir oleh para pelayannya.


"Aku akan terus menyiksa mereka, Mas. aku akan membuat mereka merasakan penderitaanku." ucap Nara.


"Tentu sayang, mereka harus merasakan bagaimana getirnya kehidupanmu." jawab Wisnu yang kemudian bermain-main dengan putranya.


Di tempat lain tepatnya di rumah Pak Sanjaya, pria itu harus mencari cara agar Nara mau membantu putrinya untuk menjadi artis.


"Ayah, ayah harus mendekati wanita itu. aku ingin menjadi artis, Ayah." pintar bunga putri dari Pak Sanjaya.


"Tenang saja, Ayah pasti akan bicara sama Nyonya Nara." jawab Pak Sanjaya.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta

__ADS_1


- Gairah liar


__ADS_2