
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
*ORCHID PRODUCTION*
"Selamat pagi, nyonya." panggil salah satu pekerja.
"Pagi." jawab Nara.
"Nyonya, ada tamu yang ingin bertemu." jawab pekerja.
"Siapa?" tanya Nara.
"Kalau tidak salah namanya tuan Ari dan nona Bunga." jawab pekerja.
"Jadi mereka benar-benar ingin melakukan apa yang mereka inginkan, baiklah kalau begitu aku akan memastikan kalau mereka merasakan apa yang seharusnya mereka rasakan." ucap Nara yang kemudian meminta salah satu pekerja untuk membiarkan Ari dan bunga masuk ke ruangannya.
sedangkan di tempat lain anak buah Wisnu sudah berada di salah satu tempat, di salah satu ruangan untuk melakukan pekerjaan mereka.
"Aku ingin kalian melakukan sesuatu yang sudah aku katakan, kalian harus membuat wanita itu celaka. nanti aku akan menolongnya, jangan membunuhnya kalian cukup mencelakainya saja." perintah Lisa.
"Tenang saja, nona. Aku akan melakukan apa yang kamu perintahkan asalkan kamu memberikan aku uang yang besar." jawab seorang pria.
"Tentu saja aku akan membayarmu dengan uang yang banyak, tapi kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan." jawab Lisa.
"Baiklah kalau begitu, kamu tinggal menunggu semua kode dariku." jawab si pria.
anak buah Wisnu sudah merekam semua pembicaraan Lisa dan pria yang di suruh untuk mencelakai Nara.
"Sebentar lagi kamu akan masuk jebakanmu sendiri." ucap anak buah Wisnu.
__ADS_1
*KANTOR NARA*
"Baiklah kalau begitu, kalian lihat apa yang bisa aku lakukan. kalian tunggu di sini aku akan mempersiapkan para artis dulu." ucap Nara.
Bunga benar-benar begitu bahagia dengan kata-kata yang diucapkan oleh Nara, seorang gadis yang berusia 23 tahun itu begitu berambisi untuk menjadi artis bahkan dia benar-benar berambisi untuk menjadi wanita terpandang seperti Nara.
"Oh ya Mas, wanita itu ternyata tidak cantik-cantik amat ya." ucap bunga.
"Siapa?" tanya Ari.
"Itu Nyonya Nara, Aku kira Wanita itu sangat cantik hingga Tuan Wisnu begitu mencintainya." ucap Bunga.
"Kamu jangan keras-keras kalau berbicara, nanti kalau Nyonya Nara dengar kamu bakal menyesal." jawab Ari.
"Mas lihat aja, wanita itu kelihatannya aja pandai tapi kalau dibandingkan aku pasti lebih pandai aku." ucap Bunga.
"Mulutmu itu bisa diam tidak sih, kalau mulutmu tidak bisa diam aku bakal mencari lakban untuk menutup mulutmu itu." Ari kelihatan kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh adiknya itu.
"Bagaimana, nyonya nara?" tanya Ari.
"Kalian tunggu saja karena yang Aku pastikan tadi beberapa pemain figuran sudah lengkap. aku dan salah satu penulis naskah harus menambah satu pemain baru." jawab Nara.
"Kok cuma sebagai figuran saja sih, Nyonya. aku kan ingin menjadi seorang artis." ucap Bunga.
"Diam kamu, Bunga. kamu tidak boleh seperti itu." ucap Ari.
"Habis Bagaimana Mas, kok aku cuma dijadiin sebagai figuran saja sih." terlihat sekali kalau ambisi Bunga benar-benar sangat besar.
"Kalau kamu tidak mau menjadi artis figuran terlebih dahulu maka kamu boleh mencari tempat lain untuk menjadi artis. Aku tidak mau artis-artis yang bekerja sama denganku adalah artis instan, terkenal cuma sebentar kemudian menghilang." jawab Nara dengan nada yang begitu sinis.
__ADS_1
Ari dapat melihat kalau Nara marah, seketika pria itu menatap adiknya dengan tatapan mata yang sangat kesal.
"Maaf, Nyonya Nara. adikku ini terlalu polos." ucap Ari.
"Waktuku sudah habis, Aku harus segera melihat proses syuting." Nara yang kemudian berdiri meninggalkan Ari dan bunga.
Tanpa mengatakan apapun, wanita itu langsung pergi.
"Lihat deh, Mas. wanita itu benar-benar sok." ucap Bunga.
"Mulutmu itu benar-benar tidak bisa diam, tentu saja Nyonya Nara marah padamu karena kata-katamu itu." jawab Ari.
"Masa sih Mas wanita cantik seperti aku ini cuma dijadikan arti figuran, aku mau jadi pemeran utama dong." jawab bunga.
Di tempat lain proses syuting itu telah dimulai, di sana terlihat Lisa bersama beberapa rekan artis sudah berada di posisinya masing-masing.
"Aku minta kalian lakukan sesuai adegan kalian masing-masing!" seru Nara.
proses syuting akhirnya dimulai, beberapa artis itu melakukan peran mereka dengan sangat baik. sekitar 15 sampai 20 menit kemudian pria yang sudah disuruh oleh Lisa berada di tempat itu.
"Baguslah kalau begitu, pria itu sudah datang kalau begitu aku tinggal berakting untuk menyelamatkan wanita itu." guman Lisa dalam hati yang menatap orang suruhannya itu untuk mencelakai Nara.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
__ADS_1
- karena cinta
- Gairah liar