
"Cepat lakukan." ucap lirih Lisa yang memberi kode kepada orang suruhannya.
"Lisa, cepat lakukan bagianmu!!" seru Nara.
"A-apa?" Lisa yang terkejut.
"Ada apa denganmu, cepat lakukan dialog mu!!" seru Nara.
Salah satu pemain langsung menarik tangan Lisa. " Kamu ini kenapa melamun?" tanya salah satu artis.
"Aku-a..," Lisa benar-benar kebingungan.
"Cut!" seru produser.
"Kamu ini kenapa Lisa! kamu benar-benar bodoh!" seru produser.
"Maaf aku tidak fokus." jawab Lisa yang dari tadi menatap pria suruhannya.
"Cepat!" seru produser.
Tak berselang lama pria yang di suruh oleh Lisa mencoba untuk mencelakai Nara.
KREKKK..
Melihat pria suruhannya hendak memotong lampu kristal itu, seketika Lisa langsung berakting hendak menyelamatkan Nara.
AAAAA!!!
BRAKKK!!!
Lampu kristal di rumah besar itu jatuh.
"AAAAA!!!" teriak Lisa.
"Kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Wisnu.
"Iya, mas." jawab Nara.
"Tolong!!" seru Lisa yang kejatuhan lampu kristal besar.
"Lepaskan aku!" seru orang suruhan Lisa.
"Tuan, pria ini sudah kami tangkap." ucap Adi.
"Nara tolong aku..," Lisa yang kesakitan.
"Dasar bodoh, kenapa kamu di sana!" seru orang suruhan Lisa.
__ADS_1
"Kamu mengenalnya?" tanya Nara kepada pria suruhan Lisa.
"Aku-aku tidak mengenalnya!" seru Lisa yang ketakutan.
"Dasar wanita sialan!" seru si pria.
PLAKK!!
Wisnu menampar wajah pria suruhan Lisa.
"Aku hanya orang suruhan wanita itu." jawab si pria yang menunjuk Lisa.
"Bohong! pria itu bohong!" seru Lisa.
"Angkat lampu itu, bawa wanita itu kemari " perintah Wisnu.
"Baik." jawab Adi.
"Dasar bodoh, kamu benar-benar bodoh!!" Lisa berteriak kepada si pria.
tanpa sengaja Lisa terus mengumpat bahkan wanita itu kelepasan bicara saat dia memarahi si pria karena berani membuat dia terluka.
PLAKK!!!
Seketika Nara langsung memberikan tamparan di pipi Lisa. "Beraninya kamu melakukan hal ini padaku!!" seru Nara.
"Sudah berapa kali kamu berusaha untuk mencelakaiku, sekarang kamu tetap berusaha untuk mencelakaiku!!" seru Nara.
"Pria itu berbohong! pria itu pria brengsek." jawab Lisa.
"Kamu bilang apa! kamu bilang Aku pria brengsek, kamu yang brengsek, kamu membayarku untuk mencelakai wanita ini. kamu sekarang bilang kalau aku ini brengsek!" seru si pria.
"Beraninya kamu bilang kalau aku yang membayarmu!" bentak Lisa.
"Kamu kan Yang membayarku, kenapa kamu tidak mengaku." si pria yang mulai marah.
"Kamu harus percaya sama aku, Nara. Aku bukan orang seperti itu." ucap Lisa yang mulai berakting begitu sedih.
Orang-orang yang ada di tempat syuting nampak menatap Lisa, seorang wanita cantik yang ternyata mempunyai sifat licik dan sangat buruk.
"Beraninya kamu mencoba untuk mencelakai Nyonya Nara, Lisa!" seru salah satu artis.
"Diam Kalian, tidak usah kalian ikut campur!!" seru Lisa yang terduduk di lantai. Kakinya sudah terluka bahkan punggungnya juga terluka akibat kejatuhan lampu kristal dengan berat sekitar 30 kg tersebut.
"Dasar wanita tidak tahu diri, berani-beraninya kamu mengatakan hal itu padaku!!" seru si pria.
"Nara, kamu harus percaya sama aku. Kamu harus percaya padaku, aku tidak mungkin melakukan hal itu." Lisa berusaha untuk meraih tangan Nara.
__ADS_1
Terlihat wanita itu berusaha untuk menahan sakit agar membuat Nara bersimpati padanya. Sudah cukup kamu melakukan hal ini padaku." jawab Nara yang kemudian menghempaskan tangan Lisa.
Adi membawa alat perekam, sebuah percakapan yang dilakukan oleh Lisa dan si pria. orang-orang yang ada di tempat itu benar-benar sangat terkejut mereka juga mendengarkan perintah Lisa untuk mencelakai Nara.
"Bohong, itu semua bohong. itu tidak benar!" teriak Lisa.
"Kamu sudah tertangkap tapi kamu tetap saja seperti ini, Apa yang harus aku lakukan padamu, Lisa. aku sudah memberikanmu maaf berulang kali namun tetap saja kamu melakukan kesalahan dan kesalahan." Nara terus menekan Lisa.
AAAA!!!
Lisa berteriak dengan begitu keras ketika dia sudah tidak bisa mengatakan apapun. orang suruhannya akhirnya membuka mulut.
"Pria ini berbohong, pria ini berbohong!!" teriak Lisa.
"Lebih baik panggil polisi sekarang juga dan berikan seluruh bukti yang sudah kita kumpulkan!" perintah Wisnu.
"Kalian tidak boleh seperti ini, kalian tidak boleh seperti ini!!" teriak Lisa.
"Berani sekali kamu mencoba untuk mencelakai istriku, aku sudah bersabar Karena istriku sendiri bilang akan memberikanmu balasan. sekarang aku akan melihat apa yang akan kamu lakukan, Kamu sudah membuat kebodohan seperti ini maka kamu harus menerima konsekuensi dari setiap tetes air mata yang kau berikan kepada istriku." Wisnu yang kemudian mengajak Nara pergi dari tempat itu.
"Ternyata wanita ini wanita jahat, dia berusaha untuk mencelakai Nyonya Nara. dia kira dia ini siapa." para artis yang ada di tempat itu terus mencaci maki Lisa.
"Aku tidak bersalah, Aku tidak bersalah!!" teriak Lisa.
Percuma saja wanita itu berteriak seperti itu karena pada dasarnya dia tidak akan bisa melakukan hal itu, dia harus menerima apa yang sudah dia lakukan. sebentar lagi dia akan mendapatkan balasan dari semua yang sudah dia lakukan.
"Segera tangkap wanita itu!' perintah pak polisi.
"Kalian tidak boleh melakukan hal ini, padaku! kalian tidak boleh, aku tidak bersalah!!" seru Lisa yang berteriak begitu keras ketika salah satu polisi langsung membobol tangannya. punggung yang masih kesakitan itu tentu saja membuat Lisa semakin kesakitan.
"Cepat bawa dia!" perintah pak polisi kepada anak buahnya. hari itu menjadi hari yang begitu luar biasa, Ari dan bunga yang melihat kejadian itu mereka nampak terdiam.
"Tuan Wisnu benar-benar sangat menakutkan." ucap Bunga.
"Karena itu kamu jangan berani melakukan sesuatu yang membahayakan. kita jika sampai Tuan Wisnu marah bisa-bisa kita semua dalam bahaya, kamu mengerti!" Ari yang memperingatkan adiknya
"Tapi aku hanya ingin menjadi artis, Aku hanya ingin menunjukkan kepada orang-orang kalau aku ini lebih hebat." jawab Bunga.
* Bersambung *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta
__ADS_1
- Gairah liar