GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
PERTANGGUNG JAWABAN


__ADS_3

"Mas Wisnu, mas Wisnu!!" teriak si wanita ketika melihat Wisnu ada di tempat itu.


Seketika Wisnu menarik tubuhnya agar tidak disentuh oleh wanita itu.


"Mas yakin tidak mengenal wanita ini?" tanya Nara.


"Mas sudah bilang kan kalau mas tidak mengenal wanita ini, lagian dari mana Mas mengenal wanita ini." jawab Wisnu.


"Mungkin saja dia mantan kekasih Mas atau wanita yang pernah Mas bohongi." ucap Nara.


Terlihat Nara tersenyum kepada suaminya, dia tidak terlihat marah namun Nara menatap wanita yang bernama Sarah itu.


"Mas, Ini Sarah. Apakah kamu lupa sama aku?" tanya Sarah kembali.


"Kamu ini siapa sih, Kenapa kamu bilang seperti itu. Aku tidak mengenalmu jangan kamu mengatakan hal itu." jawab Wisnu.


"Aku mohon Mas, mengapa kamu tidak ingat padaku. ingatlah aku adalah kekasihmu." ucap Sarah.


"Kamu ini mau aku gebukin atau aku pukulin, Aku bilang kan aku tidak mengenalmu." jawab Wisnu yang kemudian berdiri di belakang tubuh Nara.


Adi menatap wanita itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Kelihatannya sih aku tidak pernah mengenal wanita ini, aku kan selalu menjadi ekor Bos Wisnu. kok aku sampai enggak tahu?" ucap Adi sembari menggaruk kepalanya.


"Tuh, Adi aja bilang seperti itu. masa aku bohong sama kamu sih sayang." Wisnu yang tidak ingin istrinya marah padanya.


"Ya sudah kalau begitu kalau mas bilang tidak mengenal dia, lebih baik Mas mandi segera ganti pakaian. Aku tadi sudah mandiin baby Aryan. anak kita juga sudah makan sama pengasuhnya." ucap Nara.


"Tolong kamu singkirkan wanita ini, sayang. aku benar-benar Aku bersumpah demi Allah aku tidak mengenal wanita ini." Wisnu yang kemudian berjalan pergi meninggalkan wanita itu.


"Kamu yakin tidak mengenal wanita ini, Adi?" tanya Nara.


"Aku benar-benar tidak mengenal wanita ini, Nyonya. lagian aku selama ini selalu sama bos Wisnu, bahkan aku sama bos Wisnu itu semenjak masih remaja, Aku bekerja di sini sudah puluhan tahun, nyonya." jawab Adi.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu Kamu mandi saja, oh ya setelah itu makan sama bosmu itu biar aku bicara sama wanita ini." ucap Nara.


"Baik nyonya." jawab Adi yang kemudian pergi.


"Mas! Mas jangan tinggalin aku!!" seru Sarah.


"Bisakah kamu duduk sebentar, Aku ingin berbicara denganmu." pita Nara.


"Aku tidak mau, aku mau berbicara sama Mas Wisnu!" seru Sarah.


"Aku berbicara dengan baik sama kamu, Jika kamu seperti ini jangan salahkan aku jika tiba-tiba aku meminta para penjaga rumahku untuk menarik kasar tubuhmu." jawab Nara.


"Aku tidak mau, aku sudah bilang kan aku tidak mau. aku mau berbicara sama Mas Wisnu, kamu ini budek apa!" teriak Sarah.


"Sekali lagi aku bicara sopan padamu, duduklah. Aku ingin berbicara denganmu." pinta Nara.


"Aku sudah bilang aku tidak mau bicara sama kamu. Aku mau Mas Wisnu, Aku mau mas Wisnu!" teriak Sarah dengan suara yang makin keras.


PLAKK...


Satu tamparan diberikan oleh Nara kepada Sarah ketika wanita itu tidak mau diam.


"Aku sudah bilang kan aku masih sopan padamu, Jika kamu tetap seperti ini jangan salahkan aku jika aku langsung menamparmu." ucap Nara yang kemudian meminta Sarah untuk duduk.


"Aku tidak mau, aku sudah bilang kan aku tidak mau. aku mau bertemu dengan Mas Wisnu, dia harus bertanggung jawab kepada putrinya!" teriak Sarah secara sembari menggerakkan tubuhnya.


PLAKK..


"Aku masih bersabar padamu berulang kali,tapi kalau kau tetap seperti ini tolong kalian telepon polisi bilang kepada polisi dia sudah membuat kerusuhan di rumahku." perintah Nara kepada salah satu pelayannya.


"Baik, nyonya." jawab salah satu pelayanan yang kemudian pergi.

__ADS_1


",kenapa kamu harus menelpon polisi, aku ke sini hanya ingin bertemu dengan Mas Wisnu!" teriak Sarah.


"Aku tidak suka rumahku dimasuki oleh maling sepertimu, di rumah ini penuh dengan CCTV bahkan ketika kamu memasuki pagar rumah ini CCTV sudah melihat wajahmu. dengan sangat mudah aku bisa menjebloskanmu ke penjara dengan tuduhan masuk ke rumah orang dan pencemaran nama baik. aku yakin 5 atau 10 tahun penjara aku bisa membuatmu membusuk di sana." ancam Nara yang terlihat sudah mulai marah.


"Kamu mengancamku?" tanya Sarah.


"Tidak, aku tidak mengancammu. aku mengatakannya sejujurnya, Jika kamu terus berteriak seperti itu akan kubuat mulutmu itu membungkam, bahkan aku bisa langsung membunuhmu di tempat ini. dengan begitu seluruh CCTV yang ada di rumah ini aku hapus, tidak akan ada jejak di rumah ini ketika kamu masuk ke sini." ucap Nara dengan penuh penekanan.


Sarah menatap Nara dengan tatapan mata yang penuh kemarahan. Kamu tidak tahu siapa aku." ucap Sarah.


"Aku tidak tahu siapa kamu, tapi yang jelas Jika kamu membuat kerusuhan akan kupastikan bukan hanya wajahmu itu yang memar. akan kupastikan seluruh tubuhmu itu memar dengan tanganku sendiri." Nara yang mulai berbicara dengan nada kasar.


"Cepat panggilkan aku Mas Wisnu!!" seru Sarah.


"Ambilkan aku tali!" seru Nara yang membuat salah satu pembantunya langsung berlari untuk mencari tali atau apapun.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Sarah.


Seorang wanita yang memang asal mulanya hidup di dunia keras karena selalu disakiti oleh saudara-saudara tirinya. namun saat ini ada seorang wanita yang berusaha untuk mencari masalah dengannya.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta


- Gairah liar

__ADS_1


__ADS_2