GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
KANTOR POLISI


__ADS_3

Akhirnya Sarah dibawa ke kantor polisi oleh para polisi, Nara meminta salah satu sopir pribadinya untuk mengantarkan kantor polisi.


"Sayang." panggil Wisnu.


"Iya Mas." jawab Nara.


"Biar mas pergi sama kamu aja." ucap Wisnu.


"Apa aku tidak sebaiknya sama sopir aja Mas?" tanya Nara.


"Nggak, kamu sama Mas aja. kita bawa Aryan sekalian nanti Adi juga akan ikut." jawab Wisnu.


"Iya Nyonya, biar aku antar saja daripada nanti ada apa-apa aku nggak tahu." ucap Adi.


"Memangnya ada apa Adi?" tanya Nara.


"Takut-takutnya ada orang-orang yang sudah bersiap-siap untuk melakukan sesuatu, takutnya aja kalau wanita itu suruhan seseorang." jawab Adi.


"Ya sudah kalau begitu kamu hubungi Nita dahulu, takutnya kalau kalian itu ada janjian keluar nanti. kalau dia nunggu kamu lama dia ngambek loh." ucap Nara.


"Hari ini kita nggak ada janjian lo, Nyonya. dia harus segera tidur katanya capek." jawab Adi.


Akhirnya Nara dan yang lain pergi ke kantor polisi untuk memberikan beberapa kesaksian, Adi juga seperti itu namun berbeda dengan Sarah yang terus besi kuku kalau dia harus mendapatkan pertanggungjawaban dari Wisnu soal putrinya.


"Tuan Wisnu, Apa Anda yakin tidak mengenal wanita ini?" tanya pak polisi.

__ADS_1


"Sampai kapanpun saya tidak mungkin mengenal wanita ini, pak." jawab Wisnu.


"Mungkin dia kenalan Dari Tuan Wisnu dulu, mungkin aja wajahnya udah berubah jelek sekarang?" tanya pak polisi yang membuat Nara menatap polisi yang mungkin berusia sekitar 40 tahun tersebut.


"Pak polisi kalau bicara itu yang sopan dikit ya, masa bilang seperti itu." ucap Nara.


"Bukan seperti itu, Nyonya. takutnya dulu dia cantik sekarang dia seperti ini hingga Tuan Wisnu tidak mengenalinya." jawab pak polisi.


"Ya mungkin aja sih, coba Mas Wisnu ingat-ingat mungkin dia putri dari kenalan Mas atau putri dari teman Mas atau pernah bekerja sama Mas?" tanya Nara.


"Ingatan Mas ini tidak sedangkal itu, sayang. kalau Adi aja nggak kenal masa aku harus kenal. schedule Mas itu dibuat sama dia, kemana-mana Itu dia yang handle. Kalau Mas keluar tanpa sepengetahuan dia bisa-bisa dia lebih cerewet dari mama Mas." jawab Wisnu yang membuat Adi malah tertawa.


"Hahaha..., bener banget. padahal usia kami itu sama tapi kalau Bos melakukan sesuatu pasti aku langsung memarahinya seperti seorang ibu-ibu bawel gitu." jawab Adi.


"Mas! mas!!" teriak Sarah dari dalam sel penjara.


"Anda jangan khawatir, Nyonya Nara. lagi pula ada beberapa informasi yang kemungkinan akan membuat kita tahu siapa orang-orang yang berusaha untuk mencelakai Nyonya. kami akan menggali terus siapa wanita ini." jawab pak polisi.


"Tolong juga selidiki mengenai wanita yang bernama Ferlian, Sudah beberapa tahun dia terus meneror saya dengan memberi saya ancaman pembunuhan.' ucap Nara.


"Maksud nyonya?" tanya pak polisi.


"Saya takutnya masalah wanita itu memang ada hubungannya dengan suami saya. para wanita yang memang mengejar suami saya itu berusaha untuk menyingkirkan saya." jawab Nara.


"Anda jangan khawatir, kami akan segera menyelidiki hal ini. nyonya Nara Kalau ada informasi sekecil apapun Tolong beritahu kami." minta pak polisi.

__ADS_1


"Saya akan bekerja sama dengan anda, pak polisi." jawab Nara yang kemudian pergi bersama dengan suaminya dan Adi serta putranya.


"Kamu mencurigai Ferlian, sayang?" tanya Wisnu.


"Kemungkinan besar Iya, mas. karena Mas tahu sendiri kan beberapa tahun yang lalu ketika Mas menikahiku dia mencoba untuk mencariku namun sayangnya dia tidak mengetahui Siapa calon istri dari Mas Wisnu." jawab Nara.


"Maksudmu hadiah yang waktu itu dari dia?" tanya Wisnu.


"Mas ini bagaimana sih, kok sekarang pemikirannya agak turun?" tanya Nara yang membuat Wisnu malah tersenyum.


"Aku tidak terlalu menanggapi wanita itu, sayang. nanti takutnya kamu mencurigai aku ada main sama dia." jawab Wisnu.


"Lebih baik Mas kerahkan anak buah Mas, aku tidak mau putra kita menjadi sasaran orang-orang yang membenci kita." ucap Nara.


"Kamu tenang aja, sayang. aku akan meminta orang-orang ku untuk mencari tahu siapa yang berusaha untuk mengganggu kita." jawab Wisnu yang kemudian menggendong Aryan.


suara yang begitu arogan itu sekarang sudah berubah menjadi hangat, Wisnu yang dulu begitu dingin dan kasar itu sekarang berubah menjadi pria yang begitu lembut kepada istri dan putranya. namun berbeda untuk para musuh-musuhnya, dia akan selalu memberikan mereka balasan atas semua yang sudah mereka lakukan.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


- Gairah liar


__ADS_2