GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
NITA YANG MARAH


__ADS_3

"Kok gitu mas?" tanya Nita.


"Mas kurang tahu, wanita ini tiba-tiba masuk seperti hantu." jawab Adi.


"Kok gitu sih mas Adi, tadi kamu bilang rindu, setelah ada isterimu kamu langsung berubah." Siska mulai memanas-manasi Nita.


"Huh.., kamu mau membuat aku marah ya?" guman Nita dalam hati.


"Mas." Siska ingin menyentuh Adi. namun pria itu langsung menghindar.


"Oke, karena kamu mau main-main denganku maka aku akan memberikanmu balasan. berani banget kamu berusaha untuk menggangguku." ucap Nita yang kemudian dengan sengaja berjalan mendekati sang suami. "Mas." panggil Nita kepada suaminya.


"Ya, sayang." jawab Adi.


"Mas, nanti kita jalan-jalan yuk. sekalian kita cari tempat untuk honeymoon." Nita yang malah memanas-manasi Siska.


"Memangnya kamu mau ke mana? Tuan Wisnu bilang kita bisa menggunakan villa yang ada di puncak." jawab Adi yang malah ikut melakukan kejahilan bersama sang istri.


"Mas, nanti kalau naik minum obat ya, biar kita bisa melakukan dari malam sampai pagi. kalau perlu seharian kita on terus." ucap Nita dengan ekspresi yang begitu lucu.


Siska yang melihat kemesraan sepasang suami istri itu seketika dia meradang. "Kalian kira aku akan cemburu, gitu?" tanya Siska.


"Kenapa kamu harus cemburu? kamu kan bukan apa-apanya suamiku? apalagi suamiku kan tidak punya perasaan sama kamu, buat apa kamu cemburu toh, kamu itu kan cuma wanita pengganggu aja." Nita yang malah menyalakan api di atas kepala Siska hingga membuat wanita itu benar-benar kebakaran jenggot.


"Dasar wanita udik, kamu ingin bermain-main denganku!" bentak Siska.


Nita tidak akan mendengarkan perkataan itu. "Mas, kita makan dulu yuk. setelah itu kita romantis-romantisan di sini. biar nyamuk yang tidak tahu diri itu segera meninggalkan tempat ini." ucap Nita.


"Memangnya kamu mau apa?" tanya Adi.


"Aku mau menyuapimu." jawab Nita.


"Pakai apa?" tanya Adi dengan raut wajah yang sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Aku mau menyuapimu dengan mulutku ini, kamu mau nggak?" tanya Nita yang membuat Adi seketika tersenyum sembari menundukkan kepalanya.


"Idih, kok malu-malu sih Mas. biasanya kan kamu suka kalau gitu." ucap Nita yang membuat Siska seketika melebarkan kedua bola matanya.


"Dasar wanita sinting!" bentak Siska yang kemudian meninggalkan ruangan Adi dengan kekesalan yang sangat luar biasa.


"Tuh kan pergi." ucap Nita.


"Tentu saja pergi, mana ada orang mau melihat orang lain bermesraan." jawab Adi.


"Ya biarin aja, Mas. wanita itu benar-benar tidak tahu malu, memangnya siapa sih dia Mas?" tanya Nita.


"Dulu itu dia sempat mengejar Tuan Wisnu, namun sayangnya Tuan Wisnu itu tidak pernah meladeni dia jadi dia mengejarku." jawab Adi.


"Lalu, kamu meladeni dia?" tanya Nita.


"Ya nggak lah, ngapain Mas ngeladenin dia. masih ada banyak wanita yang lebih baik dari dia, dia tidak pernah mempunyai kebaikan di hatinya. buat apa mas mempunyai istri seperti dia apalagi dia tukang foya-foya." ucap Adi yang kemudian duduk bersama Nita.


"Masak-masakan Padang, Mas." jawab Nita. kalau gitu aku ambil air dingin dulu ya, Hari ini cuacanya panas banget Mas benar-benar gerah." ucap Adi.


"Buat orens jus yang banyak ya Mas, aku juga kepanasan beberapa hari ini cuacanya benar-benar tidak mendukung." jawab Nita.


DUA HARI KEMUDIAN


*Rumah Bastian Wisnu*


"apa semuanya akan baik-baik saja, Mas?" tanya Nara.


"Semuanya akan baik-baik saja, sayang. kamu jangan khawatir, lagi pula Mas juga sudah bilang sama Pak Hendra kalau dia harus mempersiapkan seluruh bukti itu." jawab Wisnu.


"Jadi tuan Jayadi itu sudah memanipulasi kecelakaan itu?" tanya Nara.


"Benar sekali, Tuan Jayadi dulu pernah bekerja sama dengan ayahku, tapi sayangnya Ayah tahu mengenai korupsi yang dilakukan oleh Tuan Jayadi. kemungkinan besar pria itu ingin membungkam mulut Ayah." jawab Wisnu.

__ADS_1


"Lalu, Apa tidak sebaiknya kita langsung melapor polisi, Mas?" tanya Nara.


"Anggap saja satu umpan dua buruan, ayahnya telah melakukan kejahatan kepada keluarga Mas. sedangkan putranya melakukan kejahatan kepadamu. Mas ingin memberi mereka pembalasan setimpal, mereka harus membusuk di penjara. aku tidak akan pernah memaafkan mereka." jawab Wisnu.


"Mas, Mas harus hati-hati. Mas harus melakukan rencana dengan matang, Yang aku tahu tuan Jayadi itu adalah orang kaya raya. bahkan dia lebih kaya darimu." Nara sedikit takut.


"Mas tidak akan pernah mundur sedikitpun, Mas pasti akan berusaha untuk mendapatkan keadilan. jika Mas sudah memenangkan semua, yang mas inginkan tentunya putranya juga akan masuk penjara." jawab Wisnu.


"Ya sudah kalau begitu aku akan melakukan sesuai dengan rencanamu, Mas." ucap Nara.


Nara dan Wisnu sudah kembali ke Jakarta, sepasang suami istri itu sudah berada di rumah mereka. Adi juga sangat lega karena bosnya sudah kembali, dengan begitu dua kali kerja itu tidak perlu dia lakukan. sore itu Nita dan Adi ke tempat Wisnu, terlihat sepasang suami istri itu ingin membicarakan sesuatu kepada Wisnu.


"Kalian sudah makan?" tanya Nara.


"Sudah, Mbak. tadi habis makan di warung pinggir jalan." jawab Nita.


"Makan apa!" tanya Nara.


"Makan makanan seafood, Mas Adi ini suka padahal dia tahu kalau aku alergi udangm" Nita yang tidak terima.


"Gimana sih sayang kamu kan tidak makan seafood, kamu kan makan nasi gorengnya." Adi mencoba untuk membela diri.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta


- Gairah liar

__ADS_1


__ADS_2