GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
PEMBALASAN YANG SEMPURNA


__ADS_3

*RUMAH PAK SANJAYA*


ketika Ari sudah membawa koper dan hendak pergi dari rumah itu, kelihatannya nasib apes benar-benar tidak bisa dihindari. para polisi sudah berada di tempat itu, mereka membawa surat penangkapan Pak Sanjaya dan Ari.


"Jangan bergerak!!" seru Pak polisi.


Raut wajah pucat terlihat sempurna di wajah Pak Sanjaya ketika melihat para polisi ada di tempatnya. "Kenapa kalian ada di sini?" pak Sanjaya yang berpura-pura.


"Kami sudah membawa surat penangkapan atas nama Pak Sanjaya dan tuan Ari." jawab Pak polisi.


Borgol sudah terpakai di tangan Pak Sanjaya dan Ari. "Aku tidak bersalah, Aku tidak bersalah!!" teriak Ari.


"Jelaskan semuanya di kantor polisi!" seru pak polisi.


Istri Pak Sanjaya nampak menatap anak dan suaminya ditangkap polisi, wanita itu hanya bisa memegang dadanya. "Sudah aku katakan berulang kali, tetap saja kalian seperti ini." ucap istri Pak Sanjaya yang kemudian tidak mampu menahan sesak yang ada di dadanya.


BRUKK.


wanita itu seketika tersungkur, para pelayan yang ada di rumah itu membawa istri Pak Sanjaya ke rumah sakit. sedangkan Pak Sanjaya dia dibawa ke kantor polisi. cerita mengenai keluarga Sanjaya benar-benar menjadi pemberitaan luar biasa, sang ayah ditangkap atas tuduhan korupsi. putranya atas tuduhan pencemaran nama baik dan pelecehan beberapa tahun yang lalu, sedangkan putrinya menjual desain orang lain.


*PERUSAHAAN ORCHID*


"Mbak Nara. panggil Nita.


"Ada apa, Nita?" tanya Nara.


"Mbak Nara sudah dengar berita itu, tidak?" tanya Nita.


"Tentu saja dong, berita sebagus itu kok tidak dilihat sih." jawab Nara sambil tersenyum.


"Akhirnya ketiga orang itu masuk penjara Mbak mereka harus menerima hasil dari perbuatan mereka." ucap Nita.

__ADS_1


"Semuanya ada pembalasannya, Nita. hukum pasti akan berjalan, sebesar dan sepandai apapun mereka menyembunyikan kesalahan mereka pasti akan terbongkar juga." ucap Nara yang kemudian tersenyum kepada Nita.


"Ini semua pantas kita rayakan, Mbak. pasti mereka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat." ucap Nita.


"Kita tidak tahu, Nita. karena hukum belum berjalan kita belum tahu apa yang akan mereka dapatkan. karena kamu tahu sendiri kan kalau kasus yang mereka hadapi itu kasus yang lumayan berat. jadi kita akan menunggu hasil dari persidangan." jawab Nara dengan kelegaan yang begitu luar biasa.


Nara bisa merasakan udara yang begitu segar, orang-orang yang sudah menjebaknya itu kini sudah mendekam di penjara. Nara mulai terbebas dari dendamnya, tinggal satu orang yang harus segera Nara bawa ke penjara.


"Hardi Kusuma, putra dari Jayadi Kusuma, aku akan melihat seperti apa orang itu, pria kaya raya yang mempunyai harta melimpah bahkan yang aku dengar kalau pria itu pria yang memiliki kekayaan luar biasa. dia menguasai beberapa pertambangan yang ada di Indonesia." ucap Nara.


Nara nampak berdiri menatap dinding kaca kantornya, kaca transparan itu nampak menunjukkan keramaian yang ada di jalanan ibukota Jakarta. di perusahaan Wisnu sendiri nampak pria itu sedang berbicara dengan Hendra.


"Apa kamu yakin informasi itu benar, Tuan Hendra?" tanya Wisnu.


"Tentu saja saya sangat yakin dengan informasi Itu, Tuan Wisnu. Tuan jangan khawatir, pembunuh dari orang tua anda akan segera kita dapatkan. kita akan mengetahui sepak terjang orang itu." jawab Pak Hendra.


"Kita sudah lama menyelidiki orang itu namun kita tidak mendapatkan apapun, aku ingin mereka mendapatkan balasan atas apa yang mereka lakukan. mereka sudah membuatku menjadi yatim sejak kecil, aku akan membuat orang-orang itu menderita setiap saat dipenjara." ucap Wisnu.


*RUMAH KUSUMA*


Terlihat seorang pria sedang membaca beberapa kabar mengenai berita seorang pengusaha yang ditangkap oleh para polisi. bahkan lebih naasnya dua anaknya sudah masuk ke penjara.


"Hardi." panggil pak Jayadi.


"Ada apa, Ayah?" tanya Hardi kepada ayahnya.


"Hardi, bukankah Ari Sanjaya ini adalah temanmu?" tanya pak Jayadi.


"Benar, ayah. Memangnya ada apa?" tanya Hardi.


"Apa kamu sudah mendengar mengenai temanmu yang sudah di penjara ini?" tanya pak Jayadi di penjara.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" Hardi yang kemudian mengambil ponsel yang dipegang oleh ayahnya.


Di sana terpampang jelas mengenai kabar ditangkapnya Pak Sanjaya bersama putranya sedangkan putrinya dengan kasus yang berbeda.


"Ini kan Ari dan adiknya? Bagaimana bisa mereka masuk penjara, Kenapa mereka di tangkap ke polisi?" tanya Hardi.


"Mana Ayah tahu, kamu kira Ayah ini wartawan." jawab Jayadi.


"Baiklah kalau begitu, Ayah. aku akan mencari informasi mengenai hal ini." Hardi yang kemudian pergi meninggalkan rumahnya untuk mencari informasi mengenai ditangkapnya Ari.


*KANTOR POLISI*


"Saya ingin bertemu dengan teman saya, Pak." pinta Hardi kepada Pak polisi.


"Maafkan aku, temanmu itu tidak bisa ditemui karena dia belum melakukan persidangan. Jika dia sudah melakukan persidangan dia baru bisa menemui tamu." jawab Pak polisi.


"Bagaimana bisa, itu tidak ada peraturannya?" tanya Hardi.


"Jika anda tidak suka tidak apa-apa, lebih baik anda keluar karena tuan Ari dan keluarganya masih harus melakukan investigasi." jawab polisi


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta


- Gairah liar

__ADS_1


__ADS_2