GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
RASAKAN


__ADS_3

"Maaf, aku tidak bisa."


"Kenapa tidak bisa aku kan cuma ingin bertemu dengan keponakanku." dengan beberapa kata Lisa berharap Nara mau menerimanya.


"Putraku tidak menyukai orang asing yang datang ke tempatnya." jawab Nara.


"Ayolah Nara, kita ini adalah saudara masa kamu tidak memperbolehkan aku bertemu dengan keponakanku?" rengek Lisa.


"Entahlah, tapi aku belum bisa memberikan jawaban." jawab Nara yang kemudian mengambil Sapasang sepatu.


"Mbak Nara." Nita yang sudah masuk ke dalam kamar Nara sembari membawa dua gelas minuman.


"Ajak Lisa ke tempat tamu, Aku tidak mau pekerjaanku terganggu." dengan raut wajah yang sedikit ketus Nara meminta Nita membawa Lisa.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, Nara. kapan-kapan Aku mau menjenguk keponakanku." Lisa kemudian mengambil segelas orange juice kemudian meninggalkan kantor Nara.


Nita yang melihat hal itu ingin sekali gadis itu tertawa, ternyata tadi sebelum memberikan minuman itu Nita sudah memberikan kejutan di dalam orange juice tersebut.


"Mules-mules perut kamu, lihat aja aku yakin nanti seharian kamu akan menginap di toilet." ucap Nita yang kemudian meletakkan segelas teh hangat untuk Nara.


"Sudah kamu beri apa minumannya?" tanya Nara.


"Obat pencahar dengan dosis yang lumayan Mbak." jawab Nita.


"Baguslah kalau begitu, aku mau lihat dia seharian ini kesakitan." jawab Nara.


TUT..


terlihat Nara mengambil ponselnya yang sedang berbunyi.


"Mbak Nara, nanti aku pulangnya agak sore ya." ucap Nita.


"Memangnya kamu mau ke mana?"

__ADS_1


"Aku mau jalan-jalan sebentar."


"Mau ke mana?" tanya Nara lagi.


"Aku mau jalan-jalan dong, Mbak. masa anak muda nggak boleh jalan-jalan." jawab Nita.


"Nita, usiamu kan sudah dewasa. segera kamu bilang sama Adi untuk segera menikahimu, tidak baik pria dan wanita terus bersama tanpa ikatan apapun." ucap Nara.


"Iya mbak, sebenarnya Mas Adi mau bilang sama Tuan Wisnu mengenai hal itu. Mbak Nara tahu kan kalau kami berdua itu adalah yatim piatu, keluarga kami itu cuma Mbak Nara sama Tuan Wisnu, kalau kalian tidak memberikan komentar kami jadi sedikit kebingungan." jawab Nita.


"Bagaimana kalau dalam bulan ini kamu menikah saja dengan Adi? aku akan berbicara dengan Mas Wisnu, kalian sudah bersama itu selama 2 tahun lebih. masa hubungan kalian masih seperti ini saja." Nara yang kemudian meletakkan pensilnya dan mengajak Nita untuk berbicara serius.


"Entahlah Mbak, tapi aku mau sama Mas Adi itu sama-sama terbuka. karena Mbak tahu kan aku takut jika kami sudah menikah ada kebohongan di antara kami." ucap Nita.


"Lebih baik kalian berbicara empat mata dan segera beri jawaban kepada kami. kami akan segera mengatur pernikahan kalian." tegas Nara.


Nita menganggukkan kepalanya, senyum yang begitu lebar ditunjukkan oleh gadis itu. "Makasih ya Mbak." Nita yang langsung memeluk Nara.


"Iya, sama-sama." jawab Nara.


"Tuan." panggil sekretaris Wisnu.


"Ya, ada apa." jawab Wisnu.


"Tuan, Tuan Sanjaya ingin bertemu dengan Tuan Wisnu." ucap sekretaris Wisnu.


"Tuan Sanjaya?" tanya Wisnu.


"Iya tuan, tuan Sanjaya. salah satu dewan kota, dia adalah pejabat pemerintah." jawab sekretaris Nara Wisnu.


"Oh.., Tuan Sanjaya yang itu ya, dia kan salah satu pejabat pemerintah yang ingin bekerja sama untuk membangun beberapa proyek itu ya?" tanya Wisnu.


"Benar sekali, Tuan." jawab sekretaris Wisnu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, Kamu minta saja tuan Sanjaya untuk menungguku sebentar lagi. Tolong kamu buatkan minuman juga." pinta Wisnu.


"Baik, Tuan." jawab sekretaris Wisnu yang kemudian pergi.


"Bos." panggil Adi.


"Ya, ada apa Adi." jawab Wisnu.


"Bos, tuan Sanjaya? bukankah Tuan Sanjaya itu adalah salah satu orang yang ikut andil menjebloskan Nyonya Nara ke penjara?" tanya Adi.


"Maksudmu?" tanya Wisnu balik.


"Putra dari tuan Sanjaya itu bernama Ari, dia adalah salah satu pria yang ikut andil untuk memasukkan Nyonya Nara ke penjara." jawab Adi.


"Apa kamu yakin, Adi?" tanya Wisnu.


"Benar sekali Bos, waktu itu Saya pernah berbicara dengan Nyonya Nara mengenai hal ini. katanya waktu itu Nyonya Nara tidak bisa terbebas karena dua orang yang berusaha untuk melecehkan Nyonya Nara adalah putra pejabat." jawab Adi.


"Baguslah kalau begitu, Adi. kalau memang benar pria itu adalah pria yang mencoba untuk menghancurkan istriku maka aku akan melakukan sesuatu." jawab Wisnu.


"Apa perlu saya mencari informasi mengenai hal itu, Tuan?" tanya Adi.


"Tentu saja, Adi. kamu cari informasi sedetail apapun mengenai pria itu, Oh ya jangan lupa kamu cari dengan benar informasi salah satu pria yang juga ikut membuat istriku masuk penjara." pinta Wisnu.


"Tenang saja Bos, saya akan melakukan semuanya dengan rapi. saya juga ingin melihat orang-orang yang tidak mempunyai perikemanusiaan itu. sudah tahu anaknya salah malah ditutupi, yang tidak bersalah dimasukkan penjara yang bersalah malah jalan-jalan." ucap Adi yang kemudian pergi dari kantor Wisnu.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


- Gairah liar


__ADS_2