GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
PRIA BRENGSEK


__ADS_3

KEESOKAN HARI


"Assalamualaikum, mas."


Nara memasuki kantor Wisnu.


"Waalaikumsallam." jawab Wisnu seraya memberikan tangannya.


"Maaf mas, aku tidak tau kalau ada tamu." Nara hendak pergi.


"Masuk saja sayang."


Wisnu menepuk sofa yang dia duduki agar isterinya duduk di sampingnya.


Nara nampak tersenyum kepada sang suami kemudian menatap dua orang yang ada di kantor suaminya. senyum yang begitu mengembang itu seketika luntur, menghilang saat dia melihat wajah dua pria yang ada di depannya.


DEG..


"Selamat pagi, Nyonya Nara." sapa pak Sanjaya kepada Nara.


Nara ingat betul wajah pria yang ada di tempat suaminya.


"Selamat pagi, Nyonya Nara." sapa Ari putra dari pak Sanjaya.


Dua pria yang membuat Nara masuk ke penjara, wajah yang tersenyum begitu cantik itu seketika memudar saat wanita itu melihat dua sosok yang ada di kantor suaminya. rasa sakit hati itu seketika terlihat saat Nara menatap wajah pak Sanjaya dan Ari.


"Sayang." panggil Wisnu yang kemudian menggenggam salah satu tangan sang istri.


"I-iya Mas." jawab Nara yang sedikit tergagap.

__ADS_1


"Duduklah sayang." pinta Wisnu yang kemudian menarik tangan sang istri. pria itu memberikan ciuman di pipi Nara. "Ini surprise untukmu, sayang." bisik Wisnu di telinga sang istri hingga membuat Nara langsung menatap suaminya.


"Hahaha.., Tuan Wisnu ternyata benar-benar sangat mencintai istrinya." ucap Tuan Sanjaya.


"Tentu saja tuan saya sangat mencintai istri saya, Dia adalah segalanya, Dia adalah kebahagiaan yang sudah saya dapatkan." jawab Wisnu.


"Rumor beredar Kalau tuan Wisnu adalah seorang pria playboy, selalu bergonta-ganti wanita bahkan sempat dijuluki sebagai tuan Casanova." sindir pak Sanjaya.


"Hahaha..., Anda bisa saja Tuan Sanjaya. itu hanyalah rumor, kebenaran belum tentu seperti itu." jawab Wisnu.


Nara tidak mengatakan apapun, namun terlihat wanita itu terus menatap dua pria yang ada di kantor suaminya.


"Yang Saya dengar kalau Nyonya Nara adalah wanita yang sangat luar biasa, Anda bahkan memiliki perusahaan brand ternama yang sudah merajalela di beberapa negara." ucap pak Sanjaya.


"Benar sekali Ayah, bahkan yang aku dengar beberapa pakaian yang dikeluarkan oleh perusahaan Orchid begitu diminati. aku saja beberapa waktu yang lalu membeli satu set celana dan jaket seharga 260 juta." ucap Ari yang membuat Nara hanya tersenyum.


"Heh.," Nara menghembuskan nafasnya kemudian menata hatinya.


"Hahaha.., Anda adalah wanita muda yang sangat spesial. bahkan Anda adalah wanita luar biasa yang sudah memiliki nama tenar di negara ini." jawab pak Sanjaya.


"Terima kasih atas pujiannya, Tuan Sanjaya. tapi saya tidak begitu suka dipuji, terkadang pujian memiliki suatu makna dan arti yang menentu, karena itu Kalau anda ingin berbicara dengan suami saya lebih baik anda berbicara seperlunya. Saya tidak suka dipuji karena saya juga bukan orang yang suka memuji orang lain." jawab Nara dengan kata-kata yang begitu tajam.


pak Sanjaya dan Ari saling menatap satu sama lain, wanita yang memiliki wajah cantik itu terkesan sangat dingin bahkan sangat kasar. sesaat kemudian Ari nampak menatap wajah Nara dengan begitu intens, tiba-tiba saja dia mulai mengingat wajah seseorang yang pernah dia temui dahulu.


"Ada apa anda menatap saya seperti itu, Tuan? Apakah wajah Saya mengingatkan anda dengan seseorang?" tanya Nara yang membuat Ari seketika terdiam


DEG..


"Maaf, Nyonya Nara. bukan seperti itu hanya saja saya seolah pernah melihat seseorang yang wajahnya mirip dengan anda." jawab Ari.

__ADS_1


"Di dunia ini begitu banyak wajah yang mirip, tuan Ari. kemungkinan Anda pernah bertemu seseorang yang wajahnya agak mirip dengan istri saya. tapi jangan salah, Saya tidak suka istri saya disamakan dengan orang lain." jawab Wisnu yang membuat Ari langsung terdiam.


"Hahaha..., maafkan putra saya, tuan Wisnu. dia tidak bermaksud seperti itu hanya saja kemungkinan putra Saya pernah bertemu dengan seorang wanita yang mirip dengan istri Anda." jawab pak Sanjaya yang membuat Wisnu dan Nara saling tersenyum.


"Tentu saja mereka pernah bertemu dengan Nara, seorang gadis muda yang dijebloskan ke penjara karena tuduhan palsu yang mereka lakukan.


"Lihat saja aku pasti akan membalas dendam kepada kalian semuanya, tinggal 3 orang lagi. aku pasti akan membuat kalian menderita, tidak akan kubiarkan kalian bernafas lega." guman Nara dalam hati ketika melihat dua pria yang tertawa begitu lepas.


"Oh ya, sayang. bukankah hari ini kamu ada meeting dengan beberapa rumah produksi?" tanya Wisnu.


"Iya Mas, Hari ini aku ada meeting dengan beberapa produser. Kamu tahu kan aku harus mengeluarkan banyak dana untuk membuat sebuah film." jawab Nara.


"Nyonya Nara juga membuat film ya?" tanya Ari.


"Iya, istriku harus memegang salah satu rumah produksi yang produsernya sudah tidak mampu bertahan. rumah produksi itu sudah aku beli dan istriku yang menjalankannya." jawab Wisnu.


Pak Sanjaya seketika tersenyum saat dia mendengar jawaban dari Wisnu, pria tua itu mempunyai seorang putri yang mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang artis.


"Kita lihat apa yang akan kalian lakukan." guman Wisnu dalam hati ketika melihat senyum di wajah pak Sanjaya.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta

__ADS_1


- Gairah liar


__ADS_2