GAIRAH LIAR

GAIRAH LIAR
PENJARA


__ADS_3

"Dasar gadis senewen, kamu jangan cari masalah ya. Kalau kamu cari masalah Aku tidak akan membantu." ancaman Ari.


*Kalau kamu tidak bantu ya tidak apa-apa, aku akan minta bantuan sama Ayah." jawab Bunga.


"Kalau Ayah sampai membantumu itu artinya kamu menghancurkannya, Tuan Wisnu itu orang berbahaya bahkan dia adalah pria yang memiliki beberapa catatan buruk mengenai bisnis-bisnisnya." ucap Ari.


Beberapa hari kemudian kabar mengenai Lisa yang ditangkap polisi itu pun beredar luas, semua yang dulu pernah membantu Lisa kini menghilang. wanita itu sudah di penjara, tentu saja Lisa hanya bisa menangis dan menangis. sedangkan Ahsan yang berada di penjara nampak pria itu juga terkejut karena adiknya juga sudah masuk penjara.


Seorang pria yang sudah lama tidak didengar beritanya nampak dia juga sangat terkejut karena dua anaknya sudah mendekam di penjara.


"Bagaimana mungkin kedua anakku masuk penjara." ucap Pak Ramli yang benar-benar sangat terkejut karena dia sudah mengetahui kalau dua anaknya sudah mendekam dipenjara. "Aku tidak akan membiarkan mereka membusuk di sini, aku harus mencari cara untuk mengeluarkan mereka.


Pak Ramli yang benar-benar tidak menginginkan kedua anaknya membusuk di penjara, tak berselang lama seorang wanita sudah masuk ke ruang tunggu untuk menemui Pak Ramli.


"Cepatlah keluar, ada tamu yang menunggumu." ucap sipir penjara.


"Memangnya siapa yang mencari ku?" tanya Pak Ramli.


"Sudah jangan banyak tanya, cepat keluar!!" bentak sipir.langkah kaki pria tua itu berjalan keluar dari sel penjara dia terus memikirkan Siapa orang yang ingin menemuinya.


Seorang wanita berdiri memunggungi Pak Ramli, terlihat Pak Ramli sendiri sangat kebingungan. Siapa orang yang ingin menemui dirinya.


"Maaf siapa kamu?" tanya Pak Ramli.


Seorang wanita nampak menoleh menatap Pak Ramli, sebuah senyum ditunjukkan oleh si wanita yang tidak lain adalah Nara.

__ADS_1


"Halo, Ayah. sudah lama kita tidak bertemu.";Nara menyapa ayahnya. Sudah berapa tahun wanita itu tidak bertemu dengan ayahnya, seorang pria yang sudah menelantarkannya, seorang pria yang tidak pernah menginginkan dirinya. seorang pria yang secara terang-terangan tidak pernah mengakui keberadaannya.


"Kamu, Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Pak Ramli.


"Ada apa denganmu, Ayah. kenapa kamu tidak suka dengan kedatanganku? aku ini putrimu, Ayah. Tentu saja aku ke sini karena aku ingin menemuimu." jawab Nara.


Kata-kata yang dikeluarkan oleh Nara bukanlah kata-kata sederhana, kata-kata itu penuh dengan penekanan penghinaan dan cemoohan.


"Aku yakin kamu ke sini bukan hanya untuk menemuiku, aku yakin kamu ke sini ingin menghinaku ingin menertawakan keadaanku!" seru Pak Ramli.


"Ayolah, Ayah. kenapa kamu mempunyai pikiran seperti itu. tentu saja aku bukanlah wanita seperti itu, sejelek apapun Kamu adalah ayahku, aku kemarin karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu." jawab Nara.


"Memangnya apa yang ingin kamu katakan?" tanya Pak Ramli.


"Dasar anak kurang ajar, beraninya kamu mengatakan hal itu kepadaku!!" seru Pak Ramli dengan suara yang begitu keras.


"Diam, jangan berteriak!!" seru Pak sipir yang terlihat marah kepada Pak Ramli.


"Maafkan ayahku ya pak polisi. Dia sedang kumat darah tingginya." jawab Nara.


Senyum benar-benar ditunjukkan oleh Nara, wanita itu tidak akan membiarkan ayahnya hidup tenang. dia akan memberikan semua hukuman atas apa yang sudah mereka lakukan.


"Pergi kau dari sini! aku tidak Sudi melihat wajahmu!!" seru Pak Ramli.


"Tenang saja, Ayah. aku juga akan segera pergi, lagi pula aku juga tidak mau melihat wajahmu itu, wajahmu itu terlalu busuk dan terlalu menjijikkan saat aku melihat wajahmu aku semakin membencimu." jawab Nara dengan kata-kata yang begitu menyakitkan.

__ADS_1


"Dasar kurang ajar, beraninya kamu mengatakan hal itu padaku!" teriak Pak Ramli.


"Membusuk lah di tempat ini, ayah. aku ingin melihat kamu dan dua anakmu itu menderita, kalian sudah membuat aku dan dua ibuku itu menderita hingga mereka kehilangan nyawa. Aku ingin melihat kalian menderita di sini, membusuk di tempat ini." cemooh Nara yang kemudian pergi meninggalkan Pak Ramli.


Mungkin kalau tidak di dalam ruang tunggu mungkin saja pria itu akan langsung menjambak rambut Nara dan membunuhnya. namun sayangnya pria itu sudah di dalam penjara, tidak mungkin dia melakukan sesuatu yang akan membuatnya semakin membusuk di tempat itu.


"Aku akan membalasmu dasar anak kurang ajar!!" teriak Pak Ramli.


Nara hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan tempat itu, hatinya begitu bahagia. orang-orang yang sudah menyakitinya itu sudah masuk penjara, tinggal dua orang lagi dia akan memberikan pembalasan pada dua orang yang tersisa.


"Sebentar lagi kalian akan merasakan apa yang akan aku berikan kepada kalian." ucap Nara yang kemudian memakai kacamata hitamnya dan memasuki mobil.


Wanita cantik itu kini benar-benar sudah berubah, berubah menjadi seorang wanita yang bisa dibilang kejam. Karena dia sudah mendapatkan kekejaman yang tidak seharusnya dia dapatkan.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta


- Gairah liar

__ADS_1


__ADS_2