
Semuanya benar-benar sudah berakhir, orang-orang yang sudah menyakiti Nara dan Wisnu akhirnya mendapatkan hukuman yang sangat setimpal.
LIMA TAHUN KEMUDIAN
"Mas." panggil Nara.
"Ya, sayang." jawab Wisnu.
"Mas gimana sih, kok sampai siang gini anak-anak belum mandiin?" tanya Nara.
"Iya sayang tadi Mas ketiduran sama anak-anak." jawab Wisnu yang masih tidur bersama tiga buah hatinya.
Anak pertama Aryan Bastian, anak kedua kembar laki-laki dan perempuan yang bernama Salwa dan Ridwan.
"Mama, Mama."panggil Salwa dan Ridwan yang baru bangun. si kembar yang berusia 3 tahun itu nampak tersenyum menatap ibunya yang sudah berada di ruangan itu.
"Kalian ini sama ayah kalian sama aja deh, masa sudah siang masih belum bangun sih?" Nara yang marah kemudian menarik selimut yang dikenakan oleh 4 orang itu.
"Aryan, cepat bangun." perintah Nara.
"Ayolah Mama, hari ini kan hari Minggu. Kami mau istirahat panjang." jawab Aryan.
"Jadi kalau hari Minggu tidurnya panjang ya? kalau gitu Mama juga mau tidur panjang." jawab Nara.
"Kamu ini kenapa sih, sayang. kok marah-marah? hari ini kamu lagi dapet ya?" canda Wisnu.
"Nggak usah pakai bercanda, Mas. cepat bangun kemarin kamu bilang kita mau ke mana kok sekarang masih tidur sih?" tanya Nara yang membuat Wisnu mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh istrinya.
"Memangnya kita mau ke mana, sayang?" tanya Wisnu.
"Gimana sih mas, mas bilang kalau kita mau ziarah ke makam orang tua kita. sekarang kok lupa sih?" Nara yang mulai marah.
"Oh iya, papa lupa kalau kita harus ke makam nenek kalian." jawab Wisnu yang kemudian bergegas berlari ke kamar mandi.
"Mas, bawa anak-anak sekalian!!" seru Nara.
"Iya, lupa. Maaf sayang." jawab Wisnu yang kemudian kembali sembari menggiring 3 anak-anaknya itu.
Nara kemudian keluar dari kamar dan melanjutkan mempersiapkan makanan, kehidupan Nara dan Wisnu benar-benar begitu luar biasa. mereka mendapatkan kebahagiaan yang begitu besar, waktu selalu memberikan mereka cobaan namun waktu juga memberikan mereka kebahagiaan.
__ADS_1
Hari ini Nita dan Adi juga ke rumah Nara karena dia juga ingin ke makam orang tua Wisnu dan Nara.
"Mas, Hari ini kamu ada rapat?" tanya Nara.
"Nggak, sayang. hari ini setelah dari makam Mas mau istirahat aja." jawab Nara.
"Ya sudah kalau gitu kita jalan-jalan yuk, Aku mau jalan-jalan ke mana gitu." ucap Nara.
"Bagaimana kalau ke Dufan?" tanya Wisnu.
"Ke mana aja deh." jawab Nara.
"Ke puncak aja, mama. ke puncak!!" seru si kembar.
"Iya, Pa. kita ke puncak aja, lagi pula kalau di puncak kan udaranya bersih dan kita bisa memetik buah-buahan yang ada di villa." ucap Aryan.
"Ya udah kalau gitu setelah kita dari makan kita langsung ke puncak, Oh ya Adi, Nita. Kalian juga mau ikut atau Kalian ada acara sendiri?" tanya Wisnu.
"Aku mau jalan-jalan sama anakku aja lah bos. istriku beberapa hari ini terus marah-marah soalnya kami kan jarang liburan." jawab Adi.
"Ya udah kalau gitu kalian liburan aja sendiri, kami mau ke puncak." jawab Wisnu.
"Ada apa, Adi?" tanya Wisnu.
"Aku sama istriku minta cuti satu minggu ya, bos." ucap Adi.
"Cuti satu minggu? Memangnya kamu mau ke mana?" tanya Wisnu.
"Sebenarnya istriku itu mau jalan-jalan ke Singapura, Bos. dia katanya mau melihat singa putih yang nongkrong di pinggir sungai itu." jawab kesal Adi.
"Ngapain lihat patung seperti itu? lebih baik kan kalian ke Korea aja lihat Oppa-oppa ganteng." jawab Nara.
Tanpa sengaja Wisnu mendengar istrinya mengatakan hal itu, seketika Wisnu langsung meletakkan sendok yang dia pegang.
"Oppa oppa Korea. Memangnya, istriku ini sering sekali ya melihat Oppa-oppa Korea." sindir Wisnu.
Seketika Nara tertawa terbahak-bahak saat mendengar pertanyaan sang suami.
"Kenapa sih Mas kesel amat kalau aku bilang oppa oppa Korea? apanya sih yang membuat kamu marah?" tanya Nara.
__ADS_1
"Ya tentu aja marah loh mbak, kan Oppa-oppa Korea itu kan banyak fansnya, ganteng dan terkenal lagi." jawab Nita.
Wisnu tidak menjawab, namun terlihat dari mukanya Kalau pria itu benar-benar kesal.
"Lagian aku kan cuma lihat Mas, aku cuma ngomong. suamiku itu kamu, di hatiku itu cuma kamu. yang aku lihat setiap hari juga kamu, lalu Siapa yang menang?" tanya Nara yang membuat Wisnu langsung tersenyum sembari tertawa.
"Mas terbakar juga ya?"
"Kenapa aku cemburu sama Oppa-oppa Korea yang nggak mungkin banget untuk didapatkan." jawab Wisnu yang seolah ngeledek.
"Kok gitu sih Tuan Wisnu, padahal beberapa minggu ini kami ada pekerjaan yang pesanannya itu dari artis-artis Korea itu. bahkan kami akan bertemu langsung." ucap Nita yang malah membuat Wisnu semakin cemburu.
"Tutup mulutmu, Kalau tidak ada bom asap yang siap meledak." bisik Adi di telinga sang istri yang membuat Nita langsung terdiam.
suara canda dan kebahagiaan. Nara sangat bersyukur mendapatkan itu semuanya. setelah selesai makan akhirnya mereka pergi ke makam kemudian mereka melanjutkan ke puncak. saat berada di tempat itu Nara menatap pemandangan yang begitu indah, ketiga anak mereka sedang bermain di taman yang ada di villa.
Nara dan sang suami menatap ketiga anaknya itu.
"I love you." bisik Wisnu di telinga sang istri.
"I love you too." jawab Nara.
"Terima kasih atas semua yang kamu berikan untukku, terima kasih karena kamu selalu menjadi bagian terindah dariku." ucap Wisnu.
"Aku yang harus berterima kasih, Mas. karena kamu sudah memberikan aku kebahagiaan yang luar biasa." jawab Nara.
"Mama, papa." panggil ketiga anak Wisnu dan Nara.
"Ya sayang." jawab Nara dan Wisnu yang kemudian mendekati anak-anak mereka.
* TAMAT *
Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊
- Mawar berduri
- Terlempar ke dunia sang kaisar
- karena cinta
__ADS_1
- Gairah liar