
Sesampainya dirumah Erna pun segera turun dari mobil.
" Terimakasih ya pak. " Ujar Erna.
" Ya. " Jawab Daniel yang lagi lagi menjawab dengan se singkat singkatnya.
Erna segera masuk dan meninggalkan Daniel, ternyata Bi Sumi sudah menunggu mereka di dalam, karena tadi Bu Ririn sudah menelfon ke rumah dan menyuruh Bi Sumi agar memasak Makanan kesukaan Daniel.
" Loh, Erna kok sendirian? Den Danielnya mana? " Tanya Bi Sumi sambil memperhatikan pintu.
" Oh, Pak Daniel masih diluar Bi. "
" Oh ya sudah, nanti kamu tolong bantuin siapin makan malam untuk Den Daniel ya. "
" Baik Bi. "
" Oiya Erna, ngomong ngomong bagaimana keadaan Non Dinda?. " Tanya Bi Sumi.
" Dinda sekarang udah mendingan Bi, sudah mau ngobrol kadang juga suka ngajak bermain, ya sudah banyak perkembangan lah. " Jawab Erna.
" Syukur deh kalau begitu, Bibi kasian sekali sama Non Dinda, masih kecil harus masuk rumah sakit kaya gitu. "
" Iya Bi, saya juga tidak tega melihatnya, Ya sudah kalau begitu, saya mandi dulu ya Bi seharian belum mandi gerah banget. " Ujar Erna.
Bi Sumi hanya menjawabnya dengan anggukan kepala, dan segera menyambut Daniel.
" Den. " Ujar Bi Sumi sambil menundukan kepalanya.
" Eh Bi Sumi, apa kabar Bi? "
" Baik Den, Aden sendiri bagaimana kabarnya? Oiya Den, Non Jessica nya mana kok nggak ikut masuk? "
" Oh, Jessica nggak ikut kesini hari ini Bi, dia mau nyusul besok besok katanya. "
" Oh, begitu ya den, Ya sudah Aden mandi dulu nanti Bibi siapkan makan malamnya. "
" Iya Bi. " Jawab Daniel dan segera menuju ke kamarnya.
Sehabis mandi Erna segera membantu Bi Sumi mempersiapkan makan malam untuk Daniel, dan Daniel pun turun dari kamarnya, ia duduk dan memperhatikan Erna yang mondar mandir menyiapkan makanan.
" Gadis ini kalau di lihat lihat cantik juga. " Gumam Daniel dalam hatinya.
" Ihhh, apaan si aku ini, bisa bisanya mikir sampai situ. " Sambung Daniel didalam hati.
Erna salah tingkah karena tak sengaja ketika Erna memperhatikan Daniel tapi Daniel juga memperhatikannya balik.
Erna menaruh semua makanan di meja, Daniel pun hendak mengambil piring, Namun tidak sengaja menyentuh tangan Erna, mereka pun saling bertatapan, Jantung sangat Erna berdebar debar ketika mereka saling bertatapan, Erna yang tak kuasa menahan detak jantungnya segera menarik tangannya, Daniel pun terkejut ketika Erna menarik tangannya.
" Maaf saya tidak segaja. " Ujar Daniel.
__ADS_1
" Iya Pak tidak apa apa, saya permisi ke dapur dulu ya Pak. " Jawab Erna.
Daniel mengangguk, dan Erna segera pergi dari meja makan, Erna berlari ke dapur sambil memegangi tangannya yang habis di pegang oleh Daniel.
" Mimpi apa aku semalem, kok bisa jadi kaya begini. " Gumam Erna.
" Loh, Erna kamu kenapa? jangan melamun malam malam tidak baik. " Tanya Bi Sumi yang heran memperhatikan sikap Erna yang senyum senyum sendiri sambil memegangi tangannya.
" Hehehe, tidak apa apa kok Bi. " Jawab Erna malu malu.
" Dasar anak muda sekarang memang aneh aneh sekali. " Ujar Bi Sumi sambil menggeleng gelengkaj kepalanya.
Erna yang juga kebingungan dengan sikapnya sendiri mulai menggaruk kepalanya.
Hari sudah larut malam, namun Erna tak kunjung tidur juga, Erna berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air putih.
" Aduhhhh. "
Ketika Erna keluar dari kamarnya ia bertabrakan dengan Daniel yang sedang berjalan menuju dapur juga, mereka berdua pun terjatuh.
" Kamu ini bagaimana sih, jalan kok nggak liat liat. " Ujar Daniel yang geram.
" Emm, maaf Pak saya tidak sengaja, saya tidak melihat kalau ada Bapak lewat. "
" Lain kali hati hati dong! "
" Iya Pak, sekali lagi saya minta maaf. "
" Ihhh, dasar cowok ya, udah tau salah masih aja nyalahin orang! " Gerutu Erna di kamarnya.
" Udah judes, galak lagi, untung saja dia tampan, coba kalau tidak. " Sambung Erna yang ngomel-ngomel sendiri.
Hari sudah berganti pagi, Erna segera bangun dan melakukan aktivitas nya seperti biasa, membantu Bi Sumi masak dan membersihkan rumah.
Daniel sarapan di siapkan oleh Bi Sumi, dan Erna membersihkan rumah, Anton yang baru selesai mandi melihat Erna yang sedang menyapu di depan rumah.
" Loh Mbak Erna, tadi malem pulang sama siapa? kok tidak minta dijemput saya? " Tanya Anton.
" Oh itu Mas, semalem saya pulang sama Pak Daniel. "
" Oh memangnya Mas Daniel kesini? " Tanya Anton yang tidak tahu kalau Daniel pulang.
" Iya Mas, Pak Daniel kesini kemarin tapi baru pulang kerumah semalem Mas. "
" Ohh, pantesan saya nggak lihat. "
Anton memperhatikan Erna, ia diam diam mengagumi paras Erna yang cantik itu, namun ia belum berani untuk mengungkapkan perasaannya terhadap Erna.
" Erna, kamu dipanggil sama Den Daniel tuh. " Ucap Bi Sumi yang berjalan dari dalam rumah.
__ADS_1
" Memangnya ada apa ya Bi? " Tanya Erna yang terkejut.
" Hem, Bibi tidak tau neng, ya coba kesana dulu, barangkali ada yang penting. "
" Baik Bi, terimakasih. "
Erna deg-degan ada apa Daniel memanggil dirinya.
" Permisi Pak, Bapak manggil saya ada apa ya? " Ujar Erna.
" Ini saya sama kamu disuruh sama mamah untuk menemani Dinda di rumah sakit, soalnya hari ini mamah ada meeting dadakan. "
" Oh, Baik Pak, mau berangkat kapan Pak? "
" Kamu siap siap saja dulu, nanti kalau sudah siap kita segera berangkat. "
Erna segera mandi dan siap siap untuk berangkat ke rumah sakit, hari ini Erna menggunakan dress warna hitam selutut dengan rambut hitam panjang yang di urai, polesan bedak tipis di wajahnya membuat Erna terlihat sangat anggun.
Erna telah siap untuk berangkat, Daniel telah menunggu Erna di ruang tengah, Daniel terpesona dengan penampilan Erna yang terlihat cantik dan elegan.
" Wahhh, ternyata bisa cantik juga nih cewek. " Gumam Daniel dalam hatinya.
" Sudah selesai siap siapnya? " Tanya Daniel basa basi.
" Sudah Pak. " Jawab Erna.
" Ya sudah kamu tunggu di luar dulu, nanti saya segera keluar. " Ucap Daniel.
Erna berjalan keluar, ketika Erna sampai di teras rumah, Anton juga terkesima melihat penampolan Erna hari ini yang terlihat semakin cantik, Anton memperhatikan Erna dari ujung rambut sampai ujung kaki, Erna yang melihat kelakuan Anton pun heran.
" Mas, Mas Anton, kamu kenapa sih Mas? " Ujar Erna.
" Ehhhh, kenapa Erna? " Jawab Anton yang kaget karena di tepuk pundaknya oleh Erna.
" Mas Anton kenapa kok ngeliatinnya begitu, aku nggak cocok ya pakai baju ini? atau kurang gimana? " Ujar Erna sambil memutarkan tubuhnya.
" Tidak Erna, kamu sudah sangat cantik sekali hari ini, sampai membuat saya terpesona hehe. " Gurau Anton.
" Ahh, Mas Anton ini bisa saja. " Jawab Erna dengan muka merahnya.
" Ih, beneran tau, cantik banget saya nggak bohong loh. " Ujar Anton untuk meyakinkan Erna.
" Hehehe, Makasih mas, saya jadi kepedean. hehehe. " Jawab Erna.
Daniel yang memperhatikan mer,eka dari kejauhan pun ikut tersenyum dan mengajak Erna untuk segera berangkat.
" Eh Mas Daniel, kapan sampai Mas? " Sapa Anton.
" Baru semalem, cie masih pagi juga udah pada berduan aja. " Ujar Daniel.
__ADS_1
" Tidak kok Mas, kami hanya mengobrol biasa. " Jawab Anton.
" Kan kalau mau tidak biasa juga tidak apa apa. " Ujar Daniel sambil bercanda.