
" Ya sudah kalian bawa Non Dinda ke rumah sakit saja dulu, nanti Bibi menyusul, sekalian bawain baju ganti Non Dinda. " Ujar Bi Sumi.
" Baik Bi. " Jawab Anton.
" Nanti kalau ada apa apa segera kabari Bibi ya, Bibi juga mau ngabarin Pak Damar sama Bu Ririn dulu, kalian hati hati ya. "
Anton dan Erna pun mengangguk dan segera membawa Dinda ke rumah sakit, dan Bi Sumi segera menelfon Bu Ririn.
" Tuuuut, tuuuuttt. " Suara nada panggilan Bi Sumi menelfon Bu Ririn.
Bu Ririn dan Pak Damar kebetulan saat itu habis selesai meeting dan hendak makan siang, dan mendengar suara ponsel nya berbunyi dan melihat siapa yang menelponnya
" Kenapa nih, kok tumben Bi Sumi nelfon? " Ujar Bu Ririn.
" Siapa Mah? " Tanya Pak Damar.
" Ini Pah, Bi Sumi nelfon kenapa ya? " Jawab Bu Ririn.
" Ya sudah angkat saja barangkali penting. "
" Halo, ada apa Bi? " Tanya Bu Ririn kepada Bi Sumi melalui telfon.
" Anu Nya, ini tadi Non Dinda terjatuh, dan sekarang lagi dibawa ke rumah sakit sama Erna dan Mas Anton. " Jawab Bi Sumi.
" Apaaaaa???? " Teriak Bu Ririn terkejut mendengar kabar Dinda yang jatuh.
" Kok bisa sih Bi??? " Sambung Bu Ririn kembali bertanya.
Pak Damar yang mendengar suara Bu Ririn yang teriak pun ikut panik dan bertanya tanya ada apa.
" Ada apa Mah? " Tanya Pak Damar kepada istrinya.
Bu Ririn hanya menjawab pertanyaan Pak Damar dengan isyarat tangan menyuruhnya untuk menunggu terlebih dahulu.
" Bibi kurang tau Nya, soalnya tadi Bibi sedang menjemur pakaian, tapi tadi Non Dinda terpeleset di tangga Nya. " Jawab Bi Sumi menjelaskan.
" Ya sudah makasih ya Bi. "
" Baik Nya, sama sama. "
Dan Bu Ririn segera menutup telfonnya.
" Ada apa Mah? " Tanya Pak Damar kembali.
" Dinda terpeleset di tangga Pah. " Jawab Bu Ririn.
" Kok bisa sih? Pada nggak becus banget jagain Dinda! "
" Namanya Musibah Pah nggak ada yang tau. "
__ADS_1
" Ya sudah ayo cepat kita ke rumah sakit. " Ujar Pak Damar.
Mereka pun segera ke rumah sakit menyusul Anton dan Erna, sesampainya di rumah sakit mereka melihat Anton dan Erna sedang menunggu di luar ruangan UGD.
" Pak, Buk. " Sapa Erna.
" Erna, bagaimana keadaan Dinda? " Tanya Bu Ririn.
" Belum tahu Buk, Dinda sedang di periksa oleh Dokter di dalam. " Jawab Erna.
" Kata Bi Sumi tadi Dinda terpeleset di tangga, apa benar itu Erna? dan kenapa bisa terjatuh? "
" Benar Bu, tadi Non Dinda sedang bermain dengan saya, namun ketika Non Dinda sedang lari dekat tangga ia tak sengaja terpeleset dan terjatuh. " Jawab Erna.
" Kamu ini nggak becus banget jaga anak saya! " Saut Pak Damar dengan nada tinggi.
" Tapi Pak, Non Dinda jatuh sendiri Pak. " Ujar Erna.
" Alah itu cuma alasan kamu saja! "
" Maaf Pak bukannya saya lancang, tapi memang itu bukan salah Erna Pak. " Ujar Anton yang mencoba membela Erna.
" Alah ini apa lagi! kamu itu nggak usah belain perempuan ini! dia ini jelas jelas salah!! " lagi lagi Pak Damar menjawabnya dengan nada tinggi.
" Pah sudah lah Pah, yang penting sekarang yang terpenting cuma kesembuhan Dinda. " Ujar Bu Ririn yang mencoba menengahi.
" Awas ya kamu! kalau sampai ada apa apa dengan anak saya kamu yang saya salahkan! " Saut Pak Damar dengan menunjuk ke Erna.
Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruangan.
" Dok, bagaimana keadaan anak saya? " Tanya Bu Ririn.
" Jadi begini Bu, karena benturan yang terlalu keras membuat anak ibu menjadi koma untuk beberapa saat yang mungkin belum bisa kami kira, dan semoga ada keajaiban yang membantu anak ibu. " Jawab Dokter.
" Tolong Dok, lakukan yang terbaik bagi anak saya, berapapun biaya nya akan saya bayar yang penting anak saya sembuh dok. " Sambung Pak Damar.
" Iya Bapak Ibu, sabar dulu ya, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk anak Bapak dan Ibu, kami akan berusaha demi kesembuhan anak Bapak dan Ibu. " Ujar Dokter.
Bu Ririn pun menangis mendengar penjelasan Dokter dengan keadaan Dinda.
" Bapak Ibu sabar ya, doakan saja Adek cepat sadar dan segera sembuh, saya izin permisi dulu ya. " Ujar Dokter kembali.
" Baik Dok, terimakasih. " Ucap Pak Damar.
" Pahh, Dinda Paaah. " Ujar Bu Ririn sambil menangis.
Pak Damar pun langsung memeluk dan memenangkan istrinya.
" Kamu dengar itu apa yang dikatakan dokter? " Bentak Pak Damar kepada Erna.
__ADS_1
" Kamu tau ini karena siapa? ini semua karena kelalaian kamu dalam menjaga Dinda!! "
" Pak maafkan saya, tapi saya benar benar tidak tau kalau akan terjadi seperti ini. " Jawab Erna.
" Ya memang! tapi kalau kamu tidak lalai semua ini tidak akan terjadi!! "
" Saya benar benar minta maaf Pak apabila semua ini karena saya. " Jawab Erna dengan sedih.
" Pah sudah lah aku Pah, jangan menyalahkan Erna terus, mungkin ini juga teguran untuk kita sebagai orang tua agar lebih hati hati dalam menjaga anak kita. " Ujar Bu Ririn dengan bijaksana.
" Kamu ini apa apaan sih Mah? malah belain dia? " Jawab Pak Damar sambil menunjuk ke arah Erna.
" Sini kamu ikut saya! saya mau bicara sama kamu! " Ujar Pak Damar mengajak Erna untuk keluar dari rumah sakit.
Tanpa menjawab ajakan Pak Damar Erna pun langsung mengikuti langkah Pak Damar keluar.
" Kamu inget ya, kamu itu disini untuk membayar utang keluarga kamu! jadi kamu jangan seenaknya disini! " Ujar Pak Damar.
" Iya Pak saya ingat. " Jawab Erna.
" Dan ingat! kalau disini kamu macam macam orang tua kamu Jaminannya!! " Ancam Pak Damar.
" Baik Pak saya tidak akan macam macam, saya akan ingat semua kata Bapak, dan saya akan menuruti perintah Bapak, tapi saya mohon jangan sakiti orang tua saya, cukup saya yang berjuang untuk mereka disini. " Jawab Erna dengan menundukkan kepalanya.
" Bagus, dan kamu ingat jangan pernah ceritakan hal ini kepada siapa pun. "
" Baik Pak. "
" Ya sudah sana kamu masuk dulu, dan jangan bilang ini ke Ibu. "
" Baik Pak, saya permisi. "
Tanpa mereka ketahui ternyata Anton membuntuti mereka dan mendengar obrolan mereka, Anton pun kaget mendengar semua ini, dan Anton segera kembali ke dalam karena takut ketahuan oleh pak Damar.
Setibanya didalam Anton pun pura pura tidak tahu dengan apa yang terjadi.
" Ada apa Erna? " Tanya Bu Ririn.
" Tidak apa apa Bu, Bapak hanya mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati menjaga Dinda dan melakukan Pekerjaan. " Alasan Erna.
" Benar begitu? "
" Benar Bu. "
" Buk, saya minta maaf ya apabila ini semua karena saya. " Ujar Erna yang juga merasa bersalah.
" Tidak Erna, ini bukan salah kamu, namanya juga musibah tidak ada yang tau, biarlah ini menjadi pelajaran untuk kita semua ya. " Jawab Bu Ririn dengan bijaksana.
" Tapi Buu.. "
__ADS_1
" Sudah tidak apa apa, kalau gitu Ibu masuk dulu nya mau lihat keadaan Dinda. "
" Baik Bu. " Jawab Erna dan Anton.