Gairah Sang Pembantu Muda

Gairah Sang Pembantu Muda
Anton membuntuti Pak Damar


__ADS_3

Semalaman Erna memikirkan omongan Pak Damar tadi siang, ia menjadi kepikiran dengan orang tuanya dirumah, Erna benar benar tidak berani macam macam disini karena takut dengan ancaman pak damar.


Anton yang juga saat itu memikirkan Erna mempunyai niat untuk mengetahui Erna dan keluarganya lebih dalam, sebenarnya musibah apa yang menimpa mereka, hingga Erna harus se takut itu kepada Pak Damar.


Hari telah berganti pagi, hari ini adalah hari Minggu jadi Pak Damar dan Bu Ririn libur dinas di kantor, biasanya kalau hari libur seperti ini Pak Damar sering berkunjung ke Ladangnya, selain menjadi pengusaha sukses, Pak Damar ini mempunyai lahan yang cukup luas, hingga dapat memperkerjakan banyak orang di ladang itu, dan juga Pak Damar menambah penghasilannya dengan meminjamkan uang kepada orang orang dengan bunga yang cukup tinggi, bagi masyarakat setempat tidak masalah mau seberapa pun bunganya, yang penting mereka bisa mendapatkan pinjaman uang dengan waktu yang singkat, karena di situ hanya Pak Damar lah orang yang paling kaya.


Namun Bu Ririn tidak begitu memperhatikan apa saja yang dilakukan Pak Damar di desa, dan Bu Ririn pun tidak mengetahui apabila ternyata Pak Damar ini menjadi seorang rentenir, Bu Ririn pun tidak pernah menaruh rasa curiga dengan apa saja yang di kerjakan oleh suaminya itu, setahu Bu Ririn selain menjadi pengusaha Pak Damar ini adalah pemilik lahan terbesar di desa.


Dan ternyata Bukan hanya orang tua Erna saja yang mempunyai hutang kepada Pak Damar, namun banyak orang yang memiliki hutang kepada Pak Damar.


Hari ini Erna menemani Bu Ririn menjaga Dinda di rumah sakit, karena Pak Damar akan mengecek ke ladang, karena sudah lama Pak Damar tidak kesana.


Pak Damar pergi dengan para bodyguard pribadinya, karena rasa penasaran Anton sangat besar, jadi dengan diam diam Anton membuntuti mobil Pak Damar dari belakang dengan menggunakan mobil milik temannya agar tidak ketahuan.


Anton pun juga baru tahu kalau Pak Damar ini mempunyai lahan sebanyak ini, karena sebelumnya Anton memang tidak pernah diajak untuk melihat lahan pertanian milik Pak Damar ini.


Sesampainya di ladang, Pak Damar disambut oleh beberapa karyawannya, dan seorang laki laki yang terlihat begitu akrab dengan Pak Damar.


" Selamat pagi Pak Sandi. " Sapa Pak Damar dengan seorang laki laki tersebut.


" Selamat pagi juga Pak Damar. " Jawab Pak Sandi dengan berjabat tangan.


" Bagaimana dengan panen akhir akhir ini Pak? " Tanya Pak Damar dengan perkembangan ladangnya.


" Wah, untuk akhir akhir ini panen kita sedikit menurun Pak, karena di serang oleh hama hama yang begitu sulit untuk di taklukkan Pak. "


Pak Sandi ini adalah orang kepercayaan Pak Damar yang diberi wewenang lebih untuk mengurus lahan ini.


" Kalian harus segera memusnahkan hama hama ini Pak, kalau tidak segera di atasi, lalu bagaimana panenan kita selanjutnya? " Pinta Pak Damar.


" Baik Pak, kami semua juga sudah berusaha untuk mengatasi serangan hama ini Pak. "


Tak lama kemudian datanglah seorang laki laki paruh baya yang mengampiri Pak Damar.


" Selamat pagi Pak Damar. " Sapa seorang laki laki paruh baya itu.

__ADS_1


" Ya, ada perlu apa kamu kesini? " Tanya Pak Damar.


" Maaf Pak, saya mau menanyakan kabar anak saya, apakah dia disana baik baik saja Pak? "


" Anak kamu baik baik saja di rumah saya. "


" Apakah saya boleh menemui anak saya dirumah Bapak, Pak? "


" Tidak, dan kamu jangan pernah coba coba untuk berani kerumah saya, apalagi sampai menemui anak kamu! "


" Tapi Pak, saya sudah lama merindukan anak saya. "


" Boleh kalau kamu mau menemui anak kamu, tapi dengan satu syarat. "


" Apa itu syaratnya Pak? "


" Kamu harus melunasi hutang hutang kamu beserta dengan bunganya! "


Laki laki paruh baya itu pun terdiam tanpa sepatah kata pun.


" Emm, maaf Pak untuk saat ini saya belum ada uang untuk membayarnya. "


" Saya sudah sangat hafal dengan jawaban kamu. "


" Sudah sana kembali bekerja! " Perintah Pak Damar untuk menyuruhnya pergi.


Anton pun bertanya tanya siapakah laki laki paruh baya itu, mengapa ia menanyakan kabar anaknya yang berada di rumah Pak Damar.


" Siapa yang bapak bapak itu tanyakan? siapa anaknya yang berada di rumah Pak Damar? apakah yang dimaksud itu Erna? lalu apa maksut dari obrolan mereka tadi? " Gerutu Anton.


" Maaf Pak kalau saya lancang, ada masalah apa dengan Pak Edo, sehingga ia menanyakan tentang putrinya kepada Bapak? " Tanya Pak Sandi yang bingung dengan keributan antara Pak Edo (Ayahnya Erna), dengan Pak Damar.


" Itu si Edo itu punya hutang dengan saya, tapi dia nggak bisa bayar hutang hutangnya kepada saya, dan akhirnya anaknya dia saya bawa kerumah saya untuk bekerja dirumah saya, karena kebetulan pembantu di rumah saya sudah mau pulang kampung. " Jawab Pak Damar.


" Oh seperti itu Pak? ".

__ADS_1


" Ya, dan kamu beritahukan ke semua orang yang ada disini, kalau mau pinjam uang ke saya haris bisa membayarnya kalau tidak mau nasibnya seperti anaknya Edo. "


" Oh, Baik baik Pak, nanti saya akan beritahukan kepada penduduk disini. "


" Ya sudah kalau begitu saya mau pergi, karena saya masih banyak urusan. " Ujar Pak Damar.


" Baik Pak, terimakasih atas kunjungannya kemari Pak, nanti untuk laporan panen tiap bulannya akan segera saya kirimkan kepada Bapak. "


" Baik saya tunggu. " Ujar Pak Damar dan segera meninggalkan Lahan.


Setelah Pak Damar pergi Anton pun segera mencari informasi tentang siapa Bapak itu.


Mulai dari Anton bertanya kepada petani di sekitar ladang, dan sampai pura pura menyamar menjadi orang yang mengajak Pak Sandi untuk bekerja sama.


" Selamat Siang Pak. " Ujar Anton yang menyamar sebagai juragan dari desa sebrang.


" Selamat Siang Pak, maaf Bapak siapa ya? " Tanya Pak Sandi kepada Anton.


" Perkenalkan Pak, saya Pak Heru, saya adalah juragan pemilik lahan dari desa sebrang, saya kesini mau lihat lihat tanaman Bapak, barangkali nanti saya tertarik saya akan mengajak kerja sama dengan untung yang tinggi Pak. " Ujar Anton yang menyamar namanya sebagai Pak Heru.


" Oh, baik baik Pak Heru, saya Sandi Pak, pemegang lahan disini, silahkan Pak, mari saya temani. " Jawab Pak Sandi tanpa curiga dengan penyamaran Anton.


" Baik Pak, terimakasih Pak. "


Sambil berkeliling lahan tersebut, Anton pun pura pura sambil menanyakan tentang panen dan lain lain, sambil mencari dimana keberadaan Bapak bapak yang ngobrol dengan Pak Damar tadi.


Tak lama kemudian Anton pun melihat keberadaan Bapak tersebut, ia pun pura pura merasa tidak asing dengan Bapak tadi.


" Bapak itu siapa ya Pak? saya seperti tidak asing dengan Bapak tersebut, dan sebelum saya menemui Bapak tadi saya melihat, bapak ini sedang berbicara dengan orang yang bersama anda tadi. " Ujar Anton.


" Oh itu namanya Pak Edo Pak, dia adalah salah satu karyawan yang sudah sangat lama sekali, dan bisa dibilang paling lama bekerja disini. " Jawab Pak Sandi.


" Kalau boleh saya tahu kenapa tadi Bapak oni seperti dimarahin ya Pak? "


" Iya Pak, kalau tidak salah karena hutang piutang seperti itu. "

__ADS_1


" Kalau tidak salah dengar tadi saya sempat mendengar bahwa anaknya bekerja di rumah Bapaknya tadi ya Pak? anaknya namanya siapa ya Pak? barangkali Bapak ini adalah sodara dari orang tua saya, karena saya tidak asing dengan mukanya. " Alasan Anton.


__ADS_2