Gairah Sang Pembantu Muda

Gairah Sang Pembantu Muda
Anton mengungkapkan perasaannya


__ADS_3

" Ya sudah lah, barangkali kamu butuh bantuan Mamah kamu telfon saja ya. " Ujar Bu Ririn kepada Daniel.


" Iya Mah, ya sudah ya Mah, aku mau buru buru pulang terus ke rumah sakit, kasian Jessica disana sendiri cuma sama perawat aja. " Pamit Daniel melalui telfon.


" Iya, salam buat Jessica ya, semoga cepat sembuh. "


" Iya Mah,semoga Dinda juga cepat sembuh ya Mah, dan maafin Daniel belum bisa kesana. "


" Iya tidak apa apa yang penting Jessica bisa sehat dulu, nanti kesininya bisa kapan kapan. "


Dan mereka pun mengakhiri teleponnya, dan Daniel segera bergegas pulang dan ke rumah sakit untuk merawat istrinya itu, tak lupa sebelum sampai di rumah sakit Daniel membelikan makanan kesukaan Jessica.


Waktu sampai di rumah sakit ternyata Jessica sedang di temani oleh Erwin yang posisinya sangat dekat dengan Jessica, dan mereka terlihat begitu dekat sekali, Daniel hanya memperhatikan mereka dari balik pintu, Erwin pun nampak gugup dan langsung menjauh dari Jessica ketika melihat Daniel masuk ke dalam ruangan Jessica.


" Eh, Pak Daniel. " Sapa Erwin.


" Iya Pak, sudah lama disini? " Tanya Daniel.


" Belum Pak baru saja sampai. "


" Kamu jangan salah faham ya Mas, Pak Erwin kesini hanya sedang menjenguk ku saja. " Ujar Jessica yang mencoba menjelaskan kepada Daniel.


" Iya saya tau kok. " Jawab Daniel.


" Kenapa mereka bisa sedekat itu ya? padahal mereka hanya partner kerja tapi,,,, ah sudahlah barangkali ini memang fikiranku saja. " Gumam Daniel dalam hatinya.


" Tumben Mas kesini nggak telfon dulu. " Tanya Jessica basa basi.


" Enggak, lagian ngapain harus telfon dulu. " Jawab Daniel agak cuek.


" Baru pulang dari kantor ya Pak? " Tanya Erwin kepada Daniel.


" Iya Pak, Bapak sendiri tumben tidak kerja? " Jawab Daniel.


" Oh iya Pak, kebetulan saya sedang libur hari ini. " Jawab Erwin.


" Mas tadi kamu bawa apa? " Tanya Jessica kepada Daniel.


" Ini tadi aku belikan makanan kesukaan kamu, tapi sepertinya kamu sudah makan. " Jawab Daniel yang melihat kotak makanan disamping Jessica yang dibawakan oleh Erwin.


" Tidak apa apa kok Mas, nanti bakalan aku makan. " Jawab Jessica.


" Eee, Pak Daniel, Jessica, kalau begitu saya pamit dulu ya. " Ujar Erwin untuk pamit.


" Loh, kenapa buru buru Pak? " Tanya Daniel.


" Kebetulan saya ada urusan yang harus segera saya selesaikan Pak. " Jawab Erwin.


" Oh baik baik Pak, terimakasih sudah menjenguk istri saya. "


" Iya Pak, terimakasih ya sudah repot repot kesini. " Sambung Jessica.


" Iya sama sama, tidak repot kok, saya pamit dulu ya Pak, Jess. " Saut Erwin.


" Iya Pak. " Jawab Daniel dan Jessica.


Melihat sikap Daniel yang cuek Jessica takut kalau Daniel curiga hubungannya dengan Erwin.

__ADS_1


Daniel pun tetap berusaha berfikir positif kalau mereka memang hanya sebatas teman kerja saja.


" Mas suapin aku dong makanan yang kamu beli tadi. " Ujar Jessica untuk mencairkan suasana.


" Ya. " Jawab Daniel dengan singkat.


Daniel pun dengan sabar menyuapi dan mengurus Jessica dengan baik.


****


Hari ini Erna berada di rumah bersama dengan Anton, karena Bi Sumi sedang menjenguk Dinda ke rumah sakit.


Erna membuatkan kopi untuk Anton yang sedang berada di teras rumah mencuci mobil.


" Mas, ini saya buatin kopi. " Ujar Erna sambil membawa segelas kopi panas.


" Oh, iya Er makasih taroh situ saja dulu. " Jawan Anton.


" Nanti keburu dingin nggak enak loh. "


" Buatan kamu itu apasih yang nggak enak, apalagi kalau sambil liatin senyum kamu hehehe. " Gurau Anton.


" Ah apasih Mas Anton ini, lebay banget. " Jawan Dinda yang mukanya mulai memerah.


" Oh iya Er, nanti sore ada acara kemana? "


" Emm, kayaknya nggak kemana mana kok Mas, emangnya kenapa? "


" Jalan jalan ke taman yukk. " Ajak Anton.


" Mau ngapain? "


" Boleh, yaudah ini di minum dulu kopinya udah dibuatin juga. "


" Iya iya bawel, aku minum ya, ngomong ngomong makasih loh udah repot repot dibuatin kopi. "


" Iya sama sama, yaudah aku lanjut kerja dulu ya Mas. "


" Oke Er. "


Erna pun kembali ke dalam untuk melanjutkan pekerjaannya, dan Anton juga kembali melanjutkan pekerjaannya.


Anton mengajak Erna ke taman sebab Anton sebenarnya berniat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Erna, Anton sudah tidak bisa lagi untuk memendam perasaannya kepada Erna, Anton ingin untuk mereka segera menjalin hubungan dengan Erna.


Sebelum bertemu dengan Erna di taman, Anton pergi ke toko bunga, untuk membeli sebuah bucket bunga untuk di berikan kepada Erna.


Erna bersiap siap untuk menemui Anton di taman, Erna penasaran tumben sekali Anton mengajaknya keluar.


" Ada apa ya Mas Anton tiba tiba ngajakin keluar, kaya nggak biasanya. " Gumam Erna.


Hati Anton berdebar sangat kencang, rasanya sudah tidak sabar bertemu dengan Erna, sambil menunggu Erna datang, Anton pun berlatih bagaimana ia harus mengungkapkan perasaanya kepada Erna.


" Emm, Erna, maukah kamu menjadi pacar ku? " Gerutu Anton sendirian.


" Ah masak langsung begitu?, kayaknya kurang bagus deh. "


" Coba deh sekali lagi. "

__ADS_1


" Erna, mau kah kamu menjadi sebagian dari hidupku? "


" Ihhh, gimana sih?? " Gumam Anton.


Belum selesai Anton berlatih, ternyata Erna pun sudah datang, Anton terkejut melihat Erna yang tiba tiba berada di belakangnya.


" Mas Antonnn!!! " Bentak Erna yang sengaja membuat Anton kaget.


" Eee, ehh Erna. " Jawab Anton yang kaget.


" Hahahaha, Kaget yaaaa, lagian ngomong sendiri kaya orang gila. " Ujar Erna yang tertawa puas.


" Hehe iya, kamu ini jahil banget. " Jawab Anton.


" Erna denger nggak ya apa yang aku omongin tadi. " Gumam Anton dalam hatinya.


" Mas Anton, malah ngalamun lagi. " Ujar Erna.


" Enggak kok Er, oh iya kamu cepet banget kesini nya? " Tanya Anton.


" Oh jadi kecepetan nih??, yaudah aku balik lagi aja. " Jawab Erna yang merajuk.


" E, e, e, ya jangan dong, masak udah sampai sini mau pulang lagi. " Jawab Anton sambil menahan tangan Erna.


" Lagian aneh banget Mas Anton ini. "


" Hehehe, iya iya maaf. "


Badan Anton pun panas dingin, jantungnya berdebar begitu kencang, dahinya yang mulai mengeluarkan keringat dingin membuat Erna heran kepada Anton.


" Mas Anton ini kenapa sampe keringetan kaya begitu? gerah ya? " Tanya Erna.


" Emm, hehe enggak kok Er. " Jawab Anton.


" Terus kenapa coba? "


" Er, aku mau bicara sama kamu. " Ujar Anton.


" Mau bicara apa Mas? kayaknya serius banget? " Tanya Erna yang mulai ikut Deg-degan.


" Emmmm, gimana yahhh. "


" Gimana apanya Mas? bicara saja. " Tanya Erna yang semakin penasaran.


" Aku, aku sayang sama kamu Er. " Ujar Anton dengan wajah merahnya.


" Maksud kamu Mas? " Tanya Erna yang mulai kebingungan.


" Iya Er, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. "


" Emm, maaf Mas, tapi aku sudah menganggap kamu seperti Kakakku sendiri Mas. " Tolak Erna dengan sopan.


" Tapi aku ingin lebih dari itu Er. " Ujar Anton.


" Maaf Mas aku belum bisa, aku belum siap kaya begini. "


" Terus bagaimana dengan perasaanku Er? " Tanya Anton yang mulai kecewa dengan jawaban Erna.

__ADS_1


" Maaf Mas, aku tidak berniat untuk menyakiti hati kamu, tapi memang untuk saat ini aku belum memikirkan hal itu Mas, aku sedang fokus untuk membantu orang tuaku Mas. " Jawab Erna yang tidak ingin menyinggung hati Anton.


" Baiklah, aku mengerti dengan posisi kamu Er, dan aku akan siap menunggu kamu. " Jawab Anton dengan bijaksana.


__ADS_2