
Lagi lagi Daniel tidak menghiraukan hadiah yang diberikan oleh Jessica.
Jessica pun sudah merasa bahwa kali ini suaminya marah besar kepadanya, Jessica langsung memeluk Daniel dari belakang, karena posisi Daniel membelakangi Jessica.
Namun justru pelukan Jessica membuat Daniel merasa curiga dengan aroma parhum yang berbeda.
" Parfum siapa ini? mengapa beda dari parfum yang ia pakai sehari hari? " Gumam Daniel dalam hatinya.
Tapi Daniel tidak mau menanyakan hal itu, yang akan membuat suasana semakin kacau, Daniel berfikir kalau memang benar Jessica ada pria lain tidak mungkin kalau ia langsung menuduh Jessica tanpa bukti, jadi sementara ini Daniel hanya bisa memendam kemarahannya itu.
" Mas, kamu jangan marah dong sama aku, aku minta maaf Mas. " Ujar Jessica yang masih memeluk Daniel.
Semakin erat Jessica memeluk Daniel, semakin besar rasa penasaran Daniel untuk mengetahui parfum siapa ini, Daniel pun akhirnya menanyakan kepada Jessica karena sudah tidak mampu menahan rasa penasarannya itu.
" Kok parhum kamu aromanya beda? malah seperti parfum laki laki. " Tanya Daniel.
Jessica dibuat kaget oleh pertanyaan Daniel, Jessica nampak bingung mau menjawab apa, tapi Jessica tetap mencari alasan untuk mengelabuhi suaminya.
" Oh, ini tu tadi aku minta parfumnya Klien aku Mas, karena tadi aku kaya nggak pede kalau nggak pake parfum, jadi aku minta deh. " Alasan Jessica.
" Kan biasa kamu juga ngga pernah lupa bawa parfum di tas kamu? " Tanya Daniel yang merasa aneh dengan jawaban Jessica.
" Anu tadi tu tasnya ketinggalan di mobil Mas. "
" Memangnya kamu tidak bisa ngambil ke sana? sampai kamu minta parfum ke orang lain? "
" Ya tadi tu jauh banget mobilnya, karena panas jadi aku males mau ke mobil. "
" Oh, ya sudah. " Jawab Daniel yang tidak mau berdebat lagi dengan Jessica dan mencoba untuk kembali percaya kepada Jessica.
Sebenarnya hati kecil Daniel masih belum puas dengan jawaban Jessica, namun ia mencoba untuk percaya penuh kepada istrinya karena ia ingin menjaga keharmonisan rumah tangganya.
" Ah ya sudah lah, mungkin aku saja yang terlalu terbawa suasana. " Gumam Daniel dalam hatinya.
" Kamu percaya kan Mas sama aku? " Sambung Jessica.
" Ya. " Jawab Daniel dengan singkat.
Jessica pun lega mendengar jawaban Daniel kalau ia percaya kepada Jessica.
" Mas, kamu mau kan maafin aku? " Tanya Jessica.
" Iya, tapi jangan di ulangi lagi, kamu tau saya itu sudah lama menunggu kamu. " Jawab Daniel.
" Iya sayang, makasih ya. " Ujar Jessica yang senang langung memeluk kembali suaminya.
__ADS_1
Pagi hari seperti biasa Daniel selalu bangun lebih awal dari Jessica, hari ini karena Daniel masuk kerja siang, jadi pagi ini Daniel menyempatkan memasak nasi goreng untuk sarapan.
Setelah matang ia pun menyiapkan semua makanan di meja makan, dan membangunkan Jessica di kamar.
" Jess, Jess, bangun sarapan dulu. " Ujar Daniel.
" Argh, masih ngantuk lah Mas, nanti aja. " Jawab Jessica yang masih memejamkan matanya.
" Nanti nasi goregnya keburu dingin nggak enak. "
" Emm, kamu yang masak Mas? " Tanya Jessica yang mulai membuka matanya.
" Iya aku yang masak. "
" Memangnya kamu tidak kerja hari ini? "
" Kerja tapi aku nanti berangkat siang. "
" Oh, ya sudah, yukk. " Jawab Jessica yang semangat untuk sarapan.
Yang belum mengenal Daniel, mereka akan mengira bahwa Daniel itu laki laki cuek, namun siapa sangka kalau ternyata sebenarnya Daniel uni adalah type lelaki yang begitu humoris.
Hari ini Erna mendadak jatuh pingsan di dapur rumah Pak Damar, dirumah hanya ada Bi Sumi, Anton, dan Dinda karena seperti biasa Pak Damar dan Bu Ririn pergi ke kantor, Bi Sumi yang melihat Erna jatuh pingsan segera mencari Anton untuk meminta pertolongan.
" Iya Bi, saya ada di garasi. " Jawab Anton.
" Itu Mas, Erna pingsan. "
" Hah?, Erna pingsan?, Dimana Bi? " Tanya Anton yang kepanikan.
" Itu di dapur Mas. "
" Ya sudah Bi, ayo buruan kasian Erna. " Saut Anton yang segera lari menuju dapur.
Anton terlihat sangat khawatir dengan keadaan Erna, setelah melihat Erna pingsan di lantai, Anton langsung mengangkat tubuh Erna untuk dipindahkan ke sofa, Bi Sumi segera mencari minyak kayu putih dan segelas air hangat untuk Erna, dan segera di oleskan ke hidung Erna.
" Erna, Erna, ayo bangun. " Ujar Anton yang khawatir.
" Bi, ini tadi Erna kenapa, kok bisa sampai pingsan seperti ini? " Tanya Anton kepada Bi Sumi.
" Saya juga tidak tau Mas, tau tau Erna sudah pingsan, makannya saya juga kaget, tapi memang beberapa hari ini Erna ngeluh kalau kepalanya sering pusing, tapi setiap mau Bibi anter ke rumah sakit tidak mau, katanya nanti juga sembuh sendiri." Jawab Bi Sumi.
Tak lama kemudian Erna terbangun dari pingsannya, dan terlihat kebingungan.
" Erna, kamu udah sadar? " Tanya Anton.
__ADS_1
" Emm, Mas Anton, memangnya aku kenapa? " Jawab Erna yang mulai kebingungan.
" Kamu itu tadi pingsan Neng. " Jawab Bi Sumi.
" Kamu kenapa?, ada yang sakit?, yang kamu rasain sekarang apa? kita langsung ke rumah sakit aja ya? " Tanya Anton yang begitu kepanikan.
" Mas Anton ini keliatannya khawatir sekali dengan keadaan Neng Erna. " Ujar Bi Sumi yang mengetahui tatapan mata Anton yang penuh cinta kepada Erna.
" Ah Bi Sumi ini, namanya juga orang panik Bi pasti ya kaya gini. " Jawab Anton.
" Iya, tapi ini kepanikannya beda loh hehe. " Ujar Bi Sumi sambil bercanda.
" Bi Sumi bisa saja. " Saut Erna.
" Erna, periksa ke rumah sakit ya? " Ujar Anton mengajak Erna ke rumah sakit.
" Tidak usah Mas, aku tidak apa apa kok, nanti juga baikan sendiri, mungkin cuma kecapean aja. " Jawab Erna.
" Tidak apa apa bagaimana?, orang kamu sampai pingsan seperti ini kok bilang tidak apa apa. " Ujar Anton memarahi Erna.
" Iya Neng mending kamu periksa aja dulu nanti dari pada kamu kenapa kenapa, kan kasian nanti kamu mana jauh dari keluarga pula. " Sambung Bi Sumi yang turut khawatir dengan keadaan Erna.
" Tidak Bi, tidak apa apa aku cuma kecapean saja. " Jawab Erna.
" Nanti kalau kamu tidak periksa nanti kalau keadaan kamu semakin parah gimana? yang mau bantuin Bibi siapa? " Paksa Bi Sumi.
" Tuh kamu dengerkan, mendingan ke rumah sakit saja dulu ya? " Ajak Anton.
" Tapi Mas. "
" Ah tidak usah tapi tapi, periksa saja oke? " Jawab Anton.
" Sudah kamu nurut saja Erna, ini juga demi kebaikan kamu. " Sambung Bi Sumi.
" Ya sudah aku mau, tapi nanti Dinda yang ngurusin siapa Bi? " Jawab Erna yang juga khawatir dengan Dinda.
" Sudah nanti biar Bibi yang ngurusin Non Dinda, nanti Pak Damar sama Bu Ririn juga bakalan faham. " Ujar Bi Sumi.
" Beneran Bi? "
" Iya, sudah buruan berangkat. "
" Mas Anton, Bibi titip Erna ya. " Ujar Bi Sumi kepada Anton.
" Iya Bi. " Jawab Anton.
__ADS_1