Gairah Sang Pembantu Muda

Gairah Sang Pembantu Muda
kecurigaan Bu Ririn


__ADS_3

Pak Damar pun sontak langsung berdiri dengan matanya yang melotot ke arah Erna, menandakan bahwa ia benar benar sangat marah, Erna yang melihat Pak Damar seperti itu pun langsung ketakutan.


" Ee, Pak saya minta maaf, saya tidak sengaja. " Ujar Erna dengan wajah menunduk.


" Maaf, maaf, kamu tidak lihat saya kena air panas kaya gini! " Jawab Pak Damar penuh emosi.


" Maaf Pak tapi saya tidak sengaja. "


" Kamu ini cuma disuruh gitu aja nggak becus!! rugi saya mempekerjakan kamu dirumah saya! "


Erna pun diam saja dan tidak berani menatap Pak Damar.


" Lama lama orang tua kamu saya bawa kesini biar menderita sama kamu!! "


Tanpa di sadari ternyata Bu Ririn mendengar omongan Pak Damar itu, Bu Ririn pun kebingungan apa yang dimaksud omongan Pak Damar itu.


Pak Damar yang melihat istrinya pun terkejut, takut kalau Bu Ririn akan curiga.


" Mamah. " Ujar Pak Damar yang terkejut melihat Istirnya.


" Maksud Papah bicara kaya gitu apa ya? " Tanya Bu Ririn.


" Eee, enggak mah, papah cuma ngomong asal aja biar jera ini orang, nih liat baju papah basah disiram kopi panas sama dia! " Alasan Pak Damar.


" Beneran Pah? " Tanya Bu Ririn yang ragu.


Pak Damar pun melotot ke arah Erna, agar Erna ngomong dengan Bu Ririn bahwa yang dikatakan Pak Damar itu benar.


" Buk, tadi saya yang salah kok. " Ujar Erna.


" Terus maksud dari omongan Bapak tadi apa? " Tanya Bu Ririn kepada Erna.


" Mungkin maksud Pak Damar agar saya bisa lebih hati hati lagi dalam bekerja Buk, karena kalau saya membuat kesalahan yang fatal mungkin saya tidak bisa bekerja lagi disini, dan bagaimana nasib orang tua saya, begitu Buk. "" Ujar Erna.


" Kamu tidak sedang berbohong kan Erna? "


" Tidak Buk. "


" Lagian Mamah ini kenapa sih kaya gitu. " Ujar Pak Damar kepada istrinya.


" Aneh aja kok papah bisa bicara kaya gitu sama Erna. " Jawab Bu Ririn.


" Emm, Maaf Pak, Buk, saya permisi ke belakang dulu ya. " Pamit Erna.


Bu Ririn pun menjawab Erna dengan anggukan kepala, dan Erna segera pergi ke dapur untuk memenangkan dirinya.


" Awas kamu!! " Gumam Pak Damar dalam hati.

__ADS_1


Erna pun pergi ke dapur dengan ketakutan, Erna takut kalau apa yang dikatakan Pak Damar itu benar akan dilakukan.


Bu Ririn pun masih ragu dengan jawaban Erna dan Pak Damar, dan Bu Ririn pun berniat ingin mencari tahu ada apakah sebenarnya dengan Pak Damar dan Erna.


" Aku harus cari tahu, kenapa Papah bisa bicara seperti itu kepada Erna, dan mengapa Erna selalu terlihat takut ketika melihat suamiku? " Gerutu Bu Ririn dalam hatinya.


Singkat cerita hari ini adalah hari minggu, hari dimana Pak Damar dan Bu Ririn libur kerja, hari ini Bu Ririn berniat untuk ikut Pak Damar pergi, karena ia tahu walaupun hari libur seperti ini suaminya tidak pernah di rumah.


Melihat Pak Damar yang sudah bersiap siap untuk pergi, Bu Ririn pun segera menghampiri suaminya.


" Papah, hari ini Papah mau pergi ya? " Tanya Bu Ririn.


" Iya, memangnya kenapa? " Jawab Pak Damar.


" Mamah boleh ikut nggak Mah? "


Pak Damar pun terkejut dengan pertanyaan istrinya, tak mungkin ia mengijinkan istrinya ikut, karena bisa kacau kalau Bu Ririn tahu.


" Mau ngapain sih Mah? kaya anak kecil aja. " Jawab Pak Damar.


" Yaa Mamah bosen aja Pah di rumah, pengen jalan jalan. " Alasan Bu Ririn.


" Tidak usahlah, lagian Papa juga keluarnya sama temen temen Papa, dan cowok semua, kamu mau disana cewek sendirian? " Jawab Pak Damar dengan penuh alasan.


Bu Ririn pun pasrah karena sudah tidak punya alasan lagi agar suaminya mengijinkannya ikut.


" Nah gitu dong. " Saut Pak Damar.


Tapi Bu Ririn tidak putus asa, ia akan mencoba mencari jawaban dari Erna, Bu Ririn berencana akan mengajak Erna jalan jalan sambil ngobrolin masalahnya dengan Pak Damar, barangkali Erna mau bercerita.


" Erna, Erna. " Panggil Bu Ririn kepada Erna.


" Iya Bu. " Jawab Erna dari dapur.


Erna langsung menghampiri Bu Ririn yang memanggilnya dari arah ruang TV.


" Ada apa Buk memanggil saya? " Tanya Erna.


" Nanti temenin saya sama Dinda belanja di Mall ya. " Jawab Bu Ririn.


" Oh, baik Buk. " Jawab Erna.


Erna merasa heran, tumben sekali Bu Ririn mengajaknya pergi, biasanya Bu Ririn lebih suka belanja sendiri atau menyuruh Erna atau Bi Sumi.


" Erna, tadi kenapa Nyonya manggil kamu? " Tanya Bi Sumi yang ikut penasaran.


" Tadi Bu Ririn tiba tiba ngajak saya untuk menemani Bu Ririn sama Non Dinda belanja Bi. " Jawab Erna.

__ADS_1


" Tumben banget Nyonya ngajak orang. " Ujar Bi Sumi yang keheranan.


" Iya Bi, saya juga nggak tau. "


Siang ini Erna menemani Bu Ririn dan Dinda ke Mall, sepanjang berjalan di Mall, Erna merasa terkagum kagum saat memasuki Mall, karena baru pertama kali ini dia masuk Mall yang sebesar itu, sebelumnya ia hanya masuk ke swalayan saja.


" Buk, Mall nya bagus banget ya, luas banget, saya sampai capek jalannya. " Ujar Erna dengan polos.


" Memangnya kamu belum pernah masuk ke Mall? " Tanya Bu Ririn.


" Belum Buk, baru pertama kali ini malah. " Jawab Erna.


" Mbak Erna, yuk temenin Dinda main game di sana. " Ajak Dinda sambil menunjuk ke arah tempat game.


" Ayo Non. " Jawab Erna.


Bu Ririn pun semakin penasaran dengan Erna, dengan sikapnya yang sopan, juga kepolosannya membuat Bu Ririn kagum kepada Erna, apalagi ia adalah anak yang sangat rajin.


Setelah selesai menemani Dinda bermain, Bu Ririn lalu mengajak mereka makan, dan menurut Bu Ririn ini adalah waktu yang tepat untuk bicara sama Erna.


Sambil makan Bu Ririn pun mulai bertanya tanya kepada Erna.


" Erna, saya mau tanya boleh? " Tanya Bu Ririn.


" Boleh Buk, mau tanya apa? " Jawab Erna merasa terkejut seperti ada yang mau dibicarakan serius kepadanya.


" Erna, kamu ini kan masih muda banget ya kerja di rumah saya, memangnya kamu tidak sekolah? " Tanya Bu Ririn.


" Oh itu Buk, kirain mau tanya apa, dulu saya sekolah kok Buk, tapi cuma sampai kelas 2 SMA aja. " Jawab Erna.


" Loh kenapa kok nggak nunggu lulus dulu? "


" Tidak apa apa Buk, ada sesuatu yang harus membuat saya berhenti sekolah. " Jawab Erna yang tak sengaja hampir keceplosan.


" Sesuatu apa yang sampai membuat kamu putus sekolah kaya gini? " Tanya Bu Ririn semakin penasaran.


" Emm, tidak Buk, bukan apa apa. " Jawab Erna mulai gugup.


" Kamu menyembunyikan sesuatu ya dari saya? "


" Tidak Buk, saya sedang tidak menyembunyikan apa apa dari Ibu, memang saat itu ekonomi keluarga saya sedang tidak baik baik saja Buk, apalagi ibu saya juga sedang sakit, jadi saya lebih memilih untuk berhenti sekolah saja. " Jawab Erna mencari alasan.


" Benar itu? " Tanya Bu Ririn yang masih ragu.


" Benar Buk, saya tidak bohong. "


Bu Ririn tidak menyerah meski Erna tidak mau bercerita dengannya, Bu Ririn merasa bahwa memang ada yang disembunyikan darinya tentang Erna mau pun Pak Damar.

__ADS_1


__ADS_2