Gairah Sang Pembantu Muda

Gairah Sang Pembantu Muda
Anton menceritakan tentang keluarga Erna kepada Bi Sumi.


__ADS_3

Sesampainya di rumah, ternyata Pak Damar berada di rumah, Anton pun kebingungan bagaimana ia akan menjawab pertanyaan Pak Damar.


" Seharian nggak keliatan habis dari mana kamu? " Tanya Pak Damar.


" Oh, anu Pak, maaf Pak tadi saya jengukin sodara saya yang sedang sakit, tadi mau pamit lupa Pak karena sedang buru buru. " Jawab Anton yang mencari alasan.


" Lain kali pamit, jangan se enaknya sendiri. " Tegur Pak Damar.


" Baik Pak, saya minta maaf. "


Tanpa menjawab Permintaan maaf Anton Pak Damar pun langsung pergi.


Anton masuk ke dalam rumah mencari Erna, tapi tidak menemukannya, ia kemudian bertanya kepada Bi Sumi yang berada di dapur kemana Erna pergi.


" Bi, Erna kemana ya? kok ngga ada? " Tanya Anton.


" Oh Erna, dia udah dari tadi siang nemenin Non Dinda di rumah sakit Mas. " Jawab Bi Sumi.


" Oh yaudah makasih ya Bi. "


" Kenapa nanyain Neng Erna? kangen ya hehe. " Gurau Bi Sumi.


" Dih apaan si Bibi, ya enggak lah. "


" Hahaha ya kan siapa tau, namanya juga orang lagi jatuh cinta ya nggak? hehe. "


" Ah Bibi ini sok tau. "


" Emang Bibi tau kok, Bibi tau dari pandangan mata kamu setiap melihat Erna, ngaku aja deh hahaha "


Anton pun menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Bi Sumi yang terus mengejeknya.


" Tuh kan wajahnya merah, berarti bener dong ini kalau lagi jatuh cinta sama Erna hehe. " Ujar Bi Sumi lagi.


" Iya iya iya Bibi cerewet banget. " Jawab Anton yang akhirnya mengaku.


" Nahkan ngaku juga, ngapain pake bohong segala coba, lagian juga malah bagus kalau kalian nanti pacaran, jadi Erna punya teman bercerita di sini kasian dia. " Ujar Bi Sumi yang keceplosan.


" Kasian gimana Bi maksutnya? " Tanya Anton yang mulai curiga bahwa Bi Sumi sudah mengetahui tentang Erna.


" Bi, saya mau tanya, tapi Bibi jawab jujur ya? " Tanya Anton yang mulai membuat Bi Sumi penasaran.


" Mau tanya tentang apa? kayaknya kok serius banget? "


" Apakah Bibi tau sesuatu tentang Erna dan keluarganya Bi? "

__ADS_1


" Maksudnya? " Bi Sumi yang bingung dengan pertanyaan Anton.


" Sebaiknya kita keluar saja Bi jangan disini, nanti kalau ada yang dengar. " Ujar Anton sambil mengajak Bi Sumi pergi keluar.


Bi Sumi pun kebingungan sebenarnya apa yang mau disampaikan oleh Anton samapai ia tidak mau kalau orang lain mendengarnya.


Setelah sampai di luar Bi Sumi yang sudah penasaran pun langsung menanyakannya dengan Anton.


" Sebenarnya apa sih yang mau kamu bicarakan? kok sepertinya serius sekali? " Tanya Bi Sumi.


" Bibi tau apa saja tentang Erna Bi? " Jawab Anton yang balik bertanya.


" Bibi tidak tahu apa apa tentang Erna. "


" Ah Bibi tidak usah berbohong, saya tau kalau Bibi mengetahui sesuatu tentang Erna. "


" Tidak, Bibi memang tidak berbohong. "


" Tapi sepertinya Bibi tau sesuatu deh. "


" Katanya tadi mau bicara sesuatu sama Bibi kok malah nanya nanya yang nggak jelas gitu, jadi bicara apa tidak? "


" Jadi gini Bi, kemarin waktu dirumah sakit aku tidak sengaja mendengar obrolan Pak Damar dengan Erna, ternyata Erna itu kerja disini karena terpaksa, karena sebelumnya orang tua Erna itu mempunyai hutang kepada Pak Damar Bi, tapi mereka tidak mampu membayarnya, dan kemudian Erna yang harus membayarnya dengan bekerja disini tanpa dibayar Bi. "


" Dan Bibi tahu tidak kalau Pak Damar itu ternyata menjadi Rentenir di desa? "


" Bibi juga baru tahu waktu Erna cerita ke Bibi saat itu, sebenarnya Bibi curiga dengan Tuan mengapa ia selalu pergi bersama anak buahnya dihari libur kerja, tapi Bibi tidak pernah berfikir sejauh itu, Bibi pikir memang sedang banyak urusan lain. " Ujar Bi Sumi yang masih belum percaya dengan apa yang Anton katakan.


" Ngomong ngomong Mas Anton tahu dari mana semua ini? " Tanya Bi Sumi.


" Emm, sebenarnya tadi pagi saya membuntuti Pak Damar dan anak buahnya Bi, ternyata Pak Damar mempunyai lahan sawah yang sangat luas disana, dan ketika saya di sana ternyata Bapaknya Erna pun bekerja di lahan itu Bi, dan tidak sengaja saya mendengar kalau Bapaknya Erna itu menanyakan bagaimana keadaan Erna disini, tapi justru Pak Damar malah memarahinya dan melarangnya untuk menemui Erna di sini. " Ujar Anton yang menjelaskan apa yang ia lihat tadi pagi.


" Kenapa ya kok Pak Damar melarang hal itu? "


" Makannya itu Bi yang membuat saya bingung, apakah mungkin Bu Ririn tidak mengetahui semua ini Bi? "


" Bisa jadi, karena Erna juga bilang kalau cerita ini jangan sampai diketahui oleh orang lain. "


Tak lama kemudian mereka dikagetkan dengan kedatangan Bu Ririn yang tiba tiba berada dibelakang mereka.


" Ngapain kalian ngobrol di luar kaya gini, kaya ada yang serius saja. " Ujar Bu Ririn.


" Eh Ibuk. " Jawab Anton yang terkejut.


" Ada apa nih sampe pada ngobrol di luar gini? ' Tanya Bu Ririn.

__ADS_1


" Ah tidak ada apa apa Nya, kita cuma ngobrol biasa saja sambil cari angin. " Jawab Bi Sumi.


" Iya Buk, bener banget kita sambil nyari angin biar nggak jenuh di dalam. " Sambung Anton.


" Beneran nggak ada apa apa? " Tanya Bu Ririn yang merasa belum yakin dengan jawaban mereka.


" Beneran Buk, masak kita bohong. " Jawab Anton untuk meyakinkan.


" Nyonya mau berangkat ke rumah sakit lagi? " Tanya Bi Sumi untuk mengalihkan pembicaraan.


" Iya Bi, nanti tolong siapkan baju ganti untuk Dinda ya. "


" Baik Nya. " Jawab Bi Sumi.


" Oh iya Nton, nanti kamu antar saya ya, soalnya Bapak ada meeting hari ini. " Ujar Bu Ririn kepada Anton.


" Iya Buk. " Jawab Anton.


Bu Ririn pun kembali masuk ke dalam rumah, Anton dan Bi Sumi pun kembali bekerja.


Erna yang saat itu menjaga Dinda sendirian, ia pun terus berdo'a dan berharap Dinda akan segera sadar dari komanya.


Tak lama kemudian jari Dinda pun nampak bergerak, Erna yang melihat pergerakan jari Dinda pun langsung memanggil Dokter, dan akhirnya Dokter pun datang untuk memeriksa Dinda.


" Dok bagaimana keadaan Dinda? " Tanya Erna.


" Ini adalah suatu mukjizat tuhan, Adek Dinda ini sudah sadar dari komanya, namun dia belum berani untuk membuka matanya, tapi dia bisa mendengar dan merespon suara kita. " Jawab Dokter.


" Bolehkah saya mencoba bicara dengan Dinda Dok? " Tanya Erna yang sangat gembira.


" Boleh, coba saja. "


" Non, Non Dinda, Non Dinda dengar Mbak Erna tidak? " Ujar Erna dengan lembut kepada Dinda.


Dinda pun merespon suara Erna dengan menggerakkan jarinya, Erna langsung tersenyum melihat Erna yang merespon suaranya.


" Sering sering di ajak ngobrol ya biar Dinda cepat sadar. " Ujar Dokter.


" Baik Dok. " Jawab Erna.


" Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu ya? " Pamit Dokter.


" Baik Dok terimakasih. "


Dokter pun meninggalkan ruangan Dinda, Erna teringat bahwa Dinda sangat senang sekali kalau dibacakan cerita dongeng, jadi Erna membacakan cerita dongeng untuk Dinda suapaya Dinda selalu merespon suaranya dan segera sadar dari komanya.

__ADS_1


__ADS_2