Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 10


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Biar aku saja yang melakukkannya.” Segera ketika Suara Gazel tiba - tiba terdengar, seketika membuat semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah bos besar mereka, terutama Chloe, yang wajahnya sudah memucat mendengar kalimat Gazel yang mau menangani operasi untuknya.


Erald mendekat ke arah bosnya. “Tuan, dia -“ kalimat Erald terhenti, ketika Gazel mengangkat tanganya dan meminta asistennya itu untuk berhenti.


“Lebih baik kamu pergi untuk melihat bagaimana perkembangan Markas terbaru kita hari ini, seleksi semua wanita yang akan menandatangi kontrak untuk menyewakan rahimnya.” Gazel memberikan perintah kepada Erald untuk pergi dan tidak menganggunya.


Erald menghela nafasnya, karena kalimat Tuannya ini sesaat mengingatkan dirinya bahwa tugasnya dia mengurus istri Tuannya itu sudah selesai.


Mulai dari sini, sampai seterusnya maka itu hanya bisa Chloe lewati sendiri. “Baik Tuan,” sahut Erald, yang lalu menundukan kepalanya berpamitan untuk mengerjakan tugasnya.


Lalu Gazel juga menatap ke arah Rose, meminta gadis itu untuk pergi.


“Siapkan segalanya!” Perintah Gazel pada Demon, yang membuat sang dokter langsung menoleh ke arah Chloe.


“Silahkan berbaring Nyonya.” Pinta Demon pada Chloe yang masih berdiri dengan menatap Gazel penuh dengan perasaan takutnya.


“Apa yang laki - laki ini ingin lakukkan kepadaku? Apakah dia mengerti tentang mengoperasi tubuh manusia? Kenapa dia tidak membiarkan saja dokter yang menanganiku? Kenapa dia juga harus turun tangan?” Perasaan takut serta khawatir di dalam dirinya kini mulai meronta - ronta, membuat dirinya ingin berteriak meminta tolong pada siapapun yang bisa menolongnya.


Tidak ada pergerakan dari Chloe, Demon langsung mendekatinya dan membisikan sesuatu di telinganya. “Bergerak sekarang! Kalau kamu tidak mau dia memberikanmu sebuah siksaan.” Demon memberikan Sebuah peringatan kepada istri bosnya ini.

__ADS_1


Membuat Chloe yang ketakutan langsung naik ke atas tempat tidur yang sudah di sediakan.


Perawat wanita yang ada di sana membantu Chloe untuk membuka bajunya. Awalnya Chloe menolak, namun mereka ingin melakukkan operasi bukan tidur di hotel, jadi pakaian harus di lepaskan dan juga membantu memasangkan Infus untuk Chloe.


Setelah semua persiapan selesai, ke dua tangan Chloe juga sudah terikat lurus, alat pendeteksi jantung juga sudah terdengar.


“Tuhan, saya takut Tuhan,” ucapnya dalam hati, ketika ini pertama kalinya dia berada di atas meja operasi.


Apa lagi ini bukan karena penyakitnya, tetapi karena sebuah sifat manusia yang sangat gila.


Demon terlihat mulai menyuntikan obat bius ke dalam tubuhnya. Tetapi, Gazel sudah mendekat dan mulai menyatkan pisau itu ke tubuhnya. “Arrrgggghhhh.” Teriak Chloe dengan segala kesakitannya.


“Tuan, obat biusnya belum bekerja!” Demon memperingatkan Gazel, namun pria itu malah menatap ke arahnya dengan tatapan tajamnya dan terus melanjutkan apa yang saat ini sedang dia lakukkan.


“Apa ini? Kenapa rasanya sangat sakit sekali? Rasanya dadaku seperti sedang di lindis oleh truck besar berulang kali,” Chloe merintihkan dan meneriakan rasa sakitnya.


“Kenapa pandanganku gelap? Apa aku sudah akan meninggal? Apakah ini akhir kematianku?” Tanyanya ketika pandangannya mulai terasa gelap tanpa ada cahaya sedikitpun yang menerangi.


“Aku adalah Kematian, kalau aku belum menentukan kapan kematianmu, maka itu bukanlah akhirmu! Meskipun kamu berteriak ingin mati, aku tidak akan membiarkanmu mati, sebelum aku bosan mendengar rintihanmu.”


“Aku seperti pernah mendengar suara itu? Tetapi siapa dia? Kenapa dia selalu mengatakan hal yang sama?”


***

__ADS_1


Ketika Demon melihat Chloe sudah tidak sadarkan diri, dia melihat ke layar monitor pendeteksi jantung. Dia baru bisa bernafas ketika melihat jika alat pendeteksi jantung itu menunjukan detakan yang normal, yang mengartikan jika Chloe tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius, bukan karena pingsan atau apapun yang sangat menyakitkan akibat ulah suaminya sendiri.


Sedangkan Gazel, terlihat santai saja ketika dia memainkan pisaunya untuk membelah setiap apapun yang menghalanginya untuk bertemu dengan jantung istrinya.


Ke dua mata Gazel berbinar ketika dia berhasil melihat jantung milik Chloe yang berdetak dengan normal. “Demon, apakah kamu melihatnya?” Tanya Gazel, dengan perasaannya yang bahagia.


“Ya Tuan, saya melihatnya.” Jawab Demon, mengambil jawaban teramannya.


“Jantung ini hanya akan berdetak bersamaku, jika detak jantungku tidak ada, maka dia juga akan berhenti berdetak.” Tungkasnya lagi, lalu memulai memasangkan alat itu dengan di bantu oleh Demon yang mengarahkan dan menjahit alat itu dengan sempurna di bagian tubuh yang sangat dekat dengan jantung.


Karena alat ini bersifat seperti bom yang akan membunuhnya jika suaminya juga terbunuh.


Rencana yang sangat sempurna bukan? Kematian Gazel juga akan menyebabkan kematian untuk Chloe yang membuat mereka menjalin sebuah kasih sehidup sematinya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2