Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 18


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Seperti biasa, karena lelah menangis Chloe jadi tertidur. Hingga ketika Gazel masuk ke dalam kamar untuk memeriksanya, dia benar - benar melihat jika istrinya sedang beristirahat.


Gazel menghela nafasnya, lalu dia kembali keluar untuk mencari Shopia.


“Bawa Shopia ke hadapanku!” Perintahnya pada Erald yang masih setia melayaninya hingga malam hari.


“Baik Tuan.” Sahut Erald, yang sedari tadi memang mengikutinya dari belakang.


Tetapi, karena dirinya di suruh mencari Shopia, akhirnya Erald berpisah dengan Tuannya.


Dia memilih untuk naik Lift agar bisa segera sampai di lantai bestment, di mana tempat semua para pelayan rumah Gazel itu tinggal.


Ketika keluar dari lift, Erald melangkahkan kakinya mencari pintu yang bertuliskan nama Shopia.


Semua kamar pelayan memang memiliki nama masing - masing dari mereka. Untuk memudahkan Erald atau pelayan yang lain jika di suruh mencari si Ini maka mereka akan mudah mendapatkannya.


Erald sudah sampai di depan sebuah pintu yang bertuliskan nama Shopia. Erald mengetuknya tiga kali, sebelum akhirnya Shopia membukkan pintu untuknya.


“Eh, Tuan Erald, ada perlu apa malam


- malam mencari saya?” Tanyanya, dengan menundukan pandangannya karena takut dengan tatapan Erald yang tatapan biasapun tetap menakutkan.


Erald memperhatikan penampilan Shopia dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya. “Tuan Gazel memanggilmu! Cepat temui dia!” Jawab Erald, yang terdengar seperti perintah.

__ADS_1


“Baik Tuan.” Balas Shopia, lalu segera memperbaiki penampilannya sebelum akhirnya dia mengikuti Erlad.


Tak lupa sebelum itu dia sudah menutup pintu kamarnya, dan menguncinya.


Shopia merasa jantungnya sedang tidak aman saat ini. Entah kenapa Gazel memanggilnya di jam malam seperti ini.


Apakah karena dia kembali ke kamarnya? Tetapi Chloe pasti sudah tidur saat ini, lalu kenapa dia harus di panggil?


Ada seribu tanda tanya yang berputara di dalam kepala Shopia. Tetapi, ada satu yanh sangat dia khawatirkan.


Yaitu, tentang kalimat yang tadi dia mengatakan tentang masa lalunya bersama dengan Gazel.


“Apakah Nyonya Chloe melaporkan atau mempertanyakan soal itu? Ataukah Nyonya Chloe bohong tentang janjinya kepadaku? Ataukah Nyonya Chloe cemburu dan marah ketika mengetahui jika salah satu mantan pacar suaminya ada di sekitarnya?” Shopia terus saja bertanya - tanya soal itu.


Hingga akhirnya dia meringis dan meratapi kebodohanya. Dia bodoh karena merasa jika Chloe akan berpihak kepadanya, nyatanya jika memang sampai Gazel mempermasalahkan hal ini, maka wanita itu pasti sudah membencinya saat ini.


Shopia hanya bisa memasrahkan segalanya, jika memang takdirnya harus mati malam ini, maka itu tidak masalah karena dia juga sudah sangat merindukan ke dua orang tuanya yang sudah lebih dulu di bunuh oleh Gazel.


Erald terlihat sedang menundukan kepalanya hormat, tetapi berbeda dengan Shopia yang langsung berlutut sebagai tanda penghormatan seorang pelayan pada Majikan mereka.


“Tuan, Shopia sudah ada di sini.” Ucap Erald, yang tidak di respon sama sekali oleh Gazel.


Tatapi Erald sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, karena Gazel tidak akan merespon apapun yang menurutnya tidak penting.


“Shopia! Aku menyuruhmu menjaga dan menjadi pelayan istriku, dan kamu sudah melakukkan hari ini, katakan! Apa saja yang di lakukkan istriku selama aku pergi?! Dan apakah dia ada bercerita denganmu?” Gazel mulai mengeluarkan suaranya, untuk mempertanyakan semua kegiatan istrinya hari ini.


Shopia sempat tertegun sejenak, karena ternyata Gazel tidak mempertanyakan tentang kalimatnya pada Chloe.

__ADS_1


“Ehmm, untuk hari ini Nyonya Chloe hanya fokus pada pemulihan Pasca Operasi Tuan, tidak banyak yang dia lakukkan dan juga dia tidak mempertanyakan apapun, apa lagi soal Anda.”


“Saya hanya menjelaskan padanya, apa yang Anda sukai dan Anda tidak sukai.” Jawabnya, membuat Gaze langsung menatap ke arahnya.


Gazel memundurkan sedikit kursinya, agar dia bisa memandang Shopia dengan jelas. Dia tersenyum dengan tipis namun itu bukannya membuat semua orang terkesima melainkan ketakutan, karena senyumnya itu banyak menyimpan arti yang mengerikan.


“Memangnya kamu siapa? Sampai kamu tahu apa yang aku suka dan yang aku tidak suka?” Tanya Gazel, dengan suaranya yang mendominasi.


Dan tentu saja, seketika Shopia merasa sangat cekat, dia bahkan tidak bisa menelan lu dahnya dengan baik.


“Sa - saya, hanya memberitahukan pada Nyonya, agar bisa menjadi istri yang baik untuk Anda Tuan.” Jawabnya, semakin membuat Gazel tersenyum mendengarnya.


Erald menatap Shopia dengan pandangannya yang bingung. Entah ini Shopia yang tidak mengerti dengan pertanyaan yang di berikan oleh Tuannya. Atau karena Shopia memang tidak tahu ingin menjawab apa.


Merasa keadannya mulai memburuk, Erald hanya bisa menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Semoga saja Shopia bisa memberikan jawaban yang cukup memuaskan untuk Gazel.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2