Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 19


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Gazel masih menunggu jawaban Shopia, sedangkan Shopia sudah merasa keringat dingin karena takut jawabannya akan salah lagi.


“Apakah kamu berniat ingin memberitahu istriku jika kamu dan aku pernah memiliki hubungan?” Tanya Gazel kembali, ketika melihat Shopia tidak bisa menjawab apapun.


Shopia menggelengkan kepalanya dengan kuat, “tidak Tuan, saya sama sekali tidak memiliki Niat seperti itu.” Jawabnya dengan bersungguh - sungguh.


“Lalu?”


“Saya hanya ingin Anda bahagia dengan memiliki Nyonya Chloe Tuan, saya ingin Nyonya Chloe menjadi wanita terakhir untuk Anda.” Shopia menutup matanya ketika dia mengatakan hal itu.


Dia memang sudah tidak ada niat sama sekali untuk kembali bersama dengan Gazel, setelah kematian ke dua orang tuanya, Shopia sama sekali tidak ingin berhubungan dengan pria ini.


Tetapi sayangnya, dia juga tidak punya kekuatan apapun yang pada akhirnya sekarang menjadikannya sebagai seorang pelayan di Mansion Gazel.


“Bagus! Kalau begitu terus buat Chloe menjadi istri yang sempurna untukku! Karena itu gunanya kamu yang aku perintahkan untuk menjadi pelayannya! Agar Chloe tidak membuat kesalahan seperti apa yang kamu lakukkan dulu!” Balas Gazel kembali, lalu dia beranjak dari duduknya pergi meninggalkan ruangan itu.


“Erald, kamu sudah boleh pulang! Besok aku akan berangkat siang ke Kantor, dan jangan lupa untuk menyiapkan semua pakaian terbaik brand dunia untuk istriku!” Ucap Gazel, ketika Erald kembali mengikutinya.


“Baik Tuan.” Sahut Erald menundukan kepalanya, setelah itu Gazel kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Shopia masih terlihat berlutut di dalam ruangan Gazel, dia mengepalkan tangannya, bahkan dia sampai menteskan air matanya.


Dia benar - benar ingin sekali membalaskan dendamnya dengan membunuh Gazel atas apa yang pria itu lakukan pada orang tuanya.


Tetapi dia juga tidak bisa menyalahkan Gazel sepenuhnya, karena dia juga salah dalam hal ini.

__ADS_1


Dia mempermainkan Gazel yang sudah baik memberikan cinta sepenuhnya padanya, namun dia malah Mengkhianatinya.


Dan sekarang dia hanya bisa menerima Karma atas perbuatannya saat itu. Termasuk kematian ke dua orang tuanya juga adalah sebuah karma karena ke egoisannya.


***


Ke esokan paginya, Chloe terbangun ketika dia merasakan sebuah tangan sedang mengelus pipinya, membuatnya perlahan membuka matanya untuk melihat siapa yang dengan berani menganggunya tidur.


Ketika dia membuka matanya, betapa terkejutnya dia melihat wajah Gazel yang kini sedang menatapnya lekat. “Selamat pagi sayang.” Suara Gazel terdengar menyapanya membuat Chloe tersenyum dengan kikuk.


“Selamat pagi juga sayang.” Balasnya dengan perasaan canggung, karena ini kali pertamanya dia di sapa oleh seorang pria di pagi hari.


Dan pertama kalinya dia tidur bersama dengan suaminya. Membuatnya merasa sedikit merasa tidak nyaman.


“Sayang sudah bangun? Sayang tidur jam berapa?” Tanya Chloe, lalu mencoba untuk bangkit dari tidurnya masih dalam mode pelan sambil menahan rasa sakit di dadanya.


“Terima kasih.” Ucap Chloe, ketika Gazel dengan sukarela membantunya.


Gazel menganggukan kepalanya pelan. “Apakah kamu mau meminum air?” Tanya Gazel, mengambilkan segelas air yang memang sudah tersedia di atas meja.


Chloe menerima gelas itu lalu meneguknya. “Apakah tidurmu nyaman?” Tanya Gazel, mempertanyakan kenyamanan istrinya itu.


“Aku nyaman kok,” jawab Chloe dengan singkat.


“Sayang, apakah kamu bisa berjalan normal hari ini?” Tanya Gazel lagi, mempertanyakan keadaan Chloe hari ini.


Sebenarnya bukan mempertanyakan, tetapi ini jatuhnya malah berpikir jika dia sudah sembuh dalam waktu semalam.


“Sayang, aku mau kamu hari ini menemani setiap kegiatanku!” Belum saja Chloe menjawab, sudah terdengar suara perintah yang di keluarkan dari Gazel.

__ADS_1


Kalau sudah begini, apa yang akan dia katakan? Mau menolak? Tentu saja tidak bisakan.


Jadi mau tidak mau dia hanya bisa tersenyum sambil menganggukan kepalanya. “Baiklah sayang, aku akan menemanimu.” Balas Chloe dengan lembut, yang sebenarnya di dalam hatinya dia ingin sekali berteriak di depan wajah pria ini.


Tidak bisakah dia mengerti sedikit saja dengan kondisinya yang masih sangat lemah karena pasca operasi? Di mana ada orang operasi jantung sehari sembuh? Ya hanya dia saja.


Tepatnya dia di paksa sembuh oleh pria yang sayangnya sudah menjadi suaminya ini.


“Baiklah, kalau begitu aku akan memanggil Shopia untuk membantumu bersiap - siap, aku akan menunggumu nanti.” Tungkasnya, tak lupa mendaratkan sebuah kecupan kecil di kening Chloe, sebelum akhirnya dia keluar untuk mencari Shopia agar bisa membantu istrinya bersiap.


Ketika melihat Gazel sudah keluar dari kamar, Chloe akhirnya menghembuskan nafasnya. Dia lelah berpura - pura menjadi wanita yang baik, wanita penurut di depan pria yang selalu saja bersikap semena - mena padanya.


Dia ingin mengatakan jika dia masih sakit dan masih perlu beristirahat, tetapi dia malah di perintah untuk menemani pria itu pergi yang dia sendiri tidak tahu ingin kemana.


Yang jelas perasaannya mengatakan jika ini adalah hal yang tidak baik. Dan pasti akan membuatnya merasa mual kembali.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2