Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 26


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Seperti apa yang di katakan oleh Chloe tadi, dia ingin turun ke bawah untuk mendapatkan makan siangnya.


Walaupun tubuhnya sangat lemah saat ini, tetapi dia tidak menunjukan itu di depan semua orang. Karena dia tidak mau di anggap sebagai wanita lemah.


Ketika makanan sudah di suguhkan, Chloe merasa risih karena Gazel tidak mau pergi dari sebelahnya. “Apakah kamu sedang mengambil sikap untuk melawanku?” Tanya Gazel tiba - tiba. Mungkin dia sedang meyakinkan diri jika wanita yang beberapa waktu tadi dia siksa, kini mulai menunjukan sikap berani padanya.


Chloe mulai mengambil nasi serta beberapa lauk yang akan dia makan. “Tidak, untuk apa aku melawanmu? Hanya membuang waktu saja.” Jawabnya, lalu mengambil sendok dan garpu dan mulai menyendokan nasi itu ke dalam mulutnya.


“Tetapi kenyataannya sekarang seperti itu!” Gazel menegaskan jika Chloe benar - benar sudah mulai melawanya.


“Mungkin hanya perasaanmu saja.” Balas Chloe lagi, dia benar - benar tidak perduli dengan reaksi pria di sebelahnya ini.


Mau marah, mau teriak ataupun membentak, dia sama sekali tidak perduli. Karena yang terpenting saat ini adalah dia makan.


Gazel menatap Chloe dengan penuh amarah. “Ambil semua makanan ini! Jangan biarkan dia makan sampai dia mau tunduk padaku lagi!” Perintah Gazel pada pelayan yang berdiri di sana untuk mengambil makanan yang tersaji.


“Noooo!!!” Ke dua mata Chloe langsung melotot pada pelayan yang mau mengambil makanan di depannya. Lalu dia kembali menatap ke arah Gazel dengan pandangannya yang penuh dengan rasa kebencian.


“Kalau kamu mengambil makanan ini, jangan lupa kalau nyawamu dan nyawaku sudah terhubung, kalau aku mati, maka kamu juga akan mati.” Ujarnya, membuat Gazel langsung tertegun.


Dari mana wanita ini tahu kalau alat yang berada di jantungnya itu juga terhubung dengan jantungnya? Seingatnya kemarin Erald hanya memberitahu jika dia mati maka Chloe juga akan mati, tetapi Erald tidak memberitahu jika Chloe mati maka Gazel juga mati. Apakah asistennya itu mengkhianatinya?


Gazel benar - benar salah dalam mengambil sikap, dia pikir jika dia menanamkan alat itu pada Chloe, maka Chloe akan tunduk dan hormat kepadanya, tetapi sekarang justru kebalikkannya. Padahal dia belum melakukkan apapun yang bisa memicu rasa benci wanita ini, tapi kenapa dia sepertinya sangat marah?


“Hahahahha, terus kamu pikir aku takut?” Tanya Gazel lagi, dia menantang ancaman Chloe yang tidak berarti apa - apa baginya.

__ADS_1


Tetapi, Chloe juga tidak menunjukan reaksi khawatirnya, malah dia terlihat kembali melanjutkan makannya.


“Aku tidak perduli sih, mau itu membuatmu takut atau tidak, lagian siapa juga yang mau mati demi pria seperti kamu.” Jawabnya, semakin membuat jantung Gazel berdegup dengan kencang.


Apakah wanita ini baru saja mengatakan penolakan terhadap dirinya secara terang - terangan?


“Kamu benar, karena aku akan membunuhmu lebih dulu sebelum kematianku.” Balas Gazel lagi, dia kembali mengatakan hal yang pastinya akan membuat Chloe takut.


Chloe menganggukan kepalanya pelan sembari mengunyah makananya. “Kapan?”


Tanyanya dengan santai, lalu mengambil gelas yang berisikan air putih di sebelahnya dan meminumnya.


“Kapan?” Tanya Gazel balik.


Chloe tertawa melihat ekspresi Gazel yang nampak seperti orang bodoh. “Aku harus memberitahu satu hal, kalau aku sudah tidak menyukai dunia ini dari lama, menurutku tidak ada sama sekali yang menarik di dalamnya, makanya aku sering berusaha mengakhiri hidup, tetapi gak pernah mati. Jadi aku tanya sekarang sama kamu, kapan kamu mau membunuhku? Bosan gak sih sama dunia ini?” Chloe menjelaskan apa yang sedang dia pikirkan saat ini, dan ini malah membuat Gazel mulai merasa khawatir kepadanya.


Bukan khawatir tentang kesehatan mental Chloe, tetapi dia malah khawatir jika suatu saat Chloe berbalik menyerangnya dan bahkan membunuhnya.


“Mau kemanapun aku itu bukan urusanmu!” Jawab Gazel sedikit membentak.


“Ohhh, aku sebenarnya juga tidak perduli kamu mau kemana, aku hanya ingin bertanya, apakah kamu akan makan? Kalau tidak makanan ini akan aku habiskan, soalnya enak.” Tungkasnya lagi, membuat Gazel menatap jengah ke arahnya, tetapi Chloe kembali bersikap tidak perduli, dan bahkan dia tertawa sambil mengambil Lagi lauk makanan yang ada.


Sedangkan Gazel sudah pergi untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.


Braaakkkkkk, dia membanting pintu mengejutkan Erald yang sedang mengerjakan tugas di dalamnya. “Breng sekkkkkk!” Makinya entah pada siapa.


“Erald! Kemarin aku sudah menyuruhmu mencari tahu, apa kelemahan Chloe, apakah kamu sudah menemukannya?!” Tanya Gazel dengan nafasnya yang terlihat naik turun.


Erald menganggukan kepalanya pelan. “Saya memang sudah mencarinya Tuan, tetapi tidak ada satupun yang menjadi kelemahannya.” Jawab Erald, memberikan laporan yang akurat.

__ADS_1


“Hahahhahaha, tidak mungkin, wanita ini pasti memiliki seseorang yang begitu dia sayang, dan bisa menjadi kunci untuk menundukkannya seperti apa yang kita lakukkan pada Shopia dulu.” Sahut Gazel, tidak mempercayai laporan yang diberikan Erald itu.


“Tuan, saya tidak pernah salah dalam memberikan laporan kepada Anda, ketika Shopia saya bisa menemukan jika orang tuanya lah yang menjadi kelemahannya, tetapi tidak dengan Nyonya Chloe, yang saya yakinkan meskipun Anda membunuh orang tua atau saudaranya yang lain, dia tidak akan breaksi apapun.” Erald menjelaskan semuanya dengan wajahnya yang penuh dengan keyakinan.


Bugghhhh, “aaaarrggghhhh, sial!!! Kenapa aku menikahi wanita sakit jiwa itu?!” Umpatnya penuh amarah.


Niatnya ingin bermain - main dan memberikan kehidupan layaknya neraka bagi istrinya, kini malah berbalik membuatnya hidup dalam jurang yang curam.


“Bagaimana dengan kekasih? Apakah dia memiliki kekasih?” Tanya Gazel lagi, namun jawaban Erald tetap sama, asistennya itu menggelengkan kepalanya pelan.


“Kalau semuanya tidak punya, lalu apa yang wanita ini lakukkan semasa hidupnya selama 23 tahun ini?” Gazel nyaris frustasi, mengingat jika Chloe ternyata bukan wanita bodoh seperti yang dia bayangkan ketika pertama kali bertemu.


Dia berpikir, wanita yang dengan rela menerima jika dirinya di jual belikan itu adalah wanita yang tidak memiliki akal.


Karena kasih sayang, serta patuhnya dia terhadap orang tuanyalah yang membuatnya menerima perjanjian penjual ini. Makanya, Gazel mengira dia adalah wanita lemah lembut seperti yang lainnya,


Tetapi ternyata dalam berspekulasi itu harus di sertai dengan bukti dan kenyataan. Jika sudah seperti ini, yang terjadi ke depannya nanti adalah momen di mana mereka akan saling serang.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2