Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 17


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Saya juga adalah termasuk mantan kekasih dari Tuan Gazel.” Sambungnya lagi. Membuat Chloe semakin tidak mengerti, apa maksud dari kalimat Shopia ini.


Kalau Shopia adalah mantan kekasih Gazel? Kenapa bukan Shopia yang dia nikahi? Dan kalau memang dia sudah tidak mau Shopia, kenapa dia tidak melepaskan wanita ini? Dan malah menjadikan mantan kekasihnya sebagai pelayan istrinya? Maksudnya apa? Chloe sama sekali tidak bisa memikirkan bagaimana caranya pria itu berpikir.


Chloe hanya tersenyum saja ketika dia mendengar jika Shopia adalah mantan kekasih dari suaminya.


Dia tidak mau merespon apapun, karena dia pikir Shopia adalah masa lalu, sedangkan dirinya adalah masa kini dan mungkin di ke depannya nanti akan ada lagi yang menemani Gazel di masa depan.


Chloe berbaring di tempat tidurnya, ketika Shopia selesai merapikannya. “Terima kasih Shopia.” Ucapnya, lalu mulai merenggakang tubuhnya.


“Nyonya, untuk masalah yang tadi, apakah bisa Anda merahasiakannya?” Shopia tiba - tiba bertanya kepada Chloe, sebelum dia melangkahkan kakinya pergi.


“Soal yang mana?” Tanya Shopia, merasa tidak mengerti kemana arah tujuan Shopia.


“Yang saya mengatakan jika saya adalah mantan kekasih Tuan Gazel, karena dia pasti akan samgat marah jika tahu saya menyebarkan tentang itu.” Jawabnya, memberitahukan Chloe apa niatnya.


Chloe sempat terdiam cukup lama, dia merasa sama sekali tidak perduli dengan hal itu, dan bahkan tidak ada sedikitpun niatnya untuk memberitahukan Gazel tentang apa saja yang dia katakan pada Shopia.


“Nyonya.” Panggil Shopia, ketika melihat Chloe yang hanya diam saja tanpa menjawabnya atau sekedar merespon permintaanya.

__ADS_1


“Baiklah Shopia, kamu jangan khawatir karena aku tidak akan memberitahukan apapun soal itu.” Sahut Chloe dengan senyumnya.


Dia tulus mengatakan hal itu, sehingga Shopia kembali bisa bernafas lagi. “Terima kasih Nyonya, kalau begitu selamat beristirahat.” Shopia menundukan kepalanya hormat. Dia juga berpamitan untuk keluar dari kamar Chloe, agar istri tuannya itu bisa beristirahat.


Sepeninggalan Shopia, Chloe sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Mungkin karena tadi dia sudah tidur, atau karena setiap dia memejamkan matanya dia teringat akan kejadian tragis yang ada di depan matanya seharian ini.


“Hiskkk,hikkss.” Tiba - tiba saja dia menangis.


Dia rindu akan rumahnya, dia rindu akan kamarnya yang selama ini sudah menjadi saksi bisu kesakitannya.


Dia rindu menulis, dia rindu membaca komentar dari para pembacanya. Dia rindu bercengkrama dengan teman - teman penulisnya.


Semalam, dia berpikir jika kehidupannya akan seindah Novel yang dia buat. Menderita bersama keluarganya, bertemu dengan Sang Tuan Muda, lalu mereka menikah setelah itu saling jatuh cinta dan akhirnya happy Ending.


Ini baru satu hari, dia bahkan sudah mendapatkan banyak luka, lalu bagaimana jika satu minggu? Bagaimana jika sebulan? Dan mungkin tidak akan pernah ada setahun, karena bisa saja dia sudah menjadi almarhuma.


Pernikahaan impiannya, dengan menikah di dalam sebuah hotel mewah, menggenakan gaun pernikhaan layaknya princesse, menari dan berdansa di bawah gemerlapnya lampu redup dengan di iringi tepuk tangan dari para tamu. Semua hanya bisa dia simpan dan bahkan jika bisa dia buang jauh - jauh karena sudah pasti jawabannya dia tidak akan pernah mendapatakannya.


“Ya Tuhan, kenapa tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang bisa Engkau kirimkan pada anakMu ini? Kenapa hidupku selalu saja menderita? Apakah tidak ada kebahagian yang layak untukku Tuhan?”


“Setiap saat permintaanku selalu sederhana, aku hanya meminta Engkau mengirimkan satu saja sosok yang bisa menjadi malaikat kebahagiaan untukku, jujur aku iri dengan seseorang yang kerap kali memperlihatkan keharmonisan keluarganya, di sayang Papah, di sayang Mamah, sedangkan aku? Siapa yang mau sayang sama aku?”


“Teman - temanku, yang sudah mendapatkan keluarga sempurna, lalu mereka juga mendapatkan pasangan yang sangat serta cinta akan mereka, tetapi kenapa aku tidak bisa mendapatkannya? Kenapa Tuhan? Kenapa?”

__ADS_1


Chloe terus saja mempertanyakan takdir buruk yang selalu saja menimpahnya. Dia tidak tahu, apa salahnya sehingga Tuhan seperti membencinya, seperti pilih kasih padanya.


Setiap kali, seseorang mengatakan jika Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan Umatnya, tetapi bagaimana dengan dia? Kerap kali dia sudah mengatakan jika dia sudah tidak sanggup, tetapi Tuhan selalu menambahkan terus menerus masalah serta ujian dalam hidupnya.


Entah kapan hari kelulusannya itu tiba, yang jelas, setiap detik nafasnya dia selalu mengharapkan untuk tidak berhembus keluar lagi.


“Bagaimana caranya supaya mati cepat ya? Apakah ada caranya supaya bisa bunuh diri tanpa rasa sakit?” Gumamnya lagi.


Seperti inilah Chloe, ketika dia menangis meratapi nasib buruknya. Maka dia akan selalu berpikir untuk bagaimana cara mengakhiri hidupnya.


Tetapi dia juga takut sakit, jadi selama ini dia hanya mencoba meminum ratusan biji obat yang tidak berefek sama sekali di dalam tubuhnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2