Games Of Hell By Mr. Psychopat

Games Of Hell By Mr. Psychopat
Chapter 6


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Ketika transaksi selesai, kini Chloe terlihat sudah bersiap ingin pergi. Mobil sudah siap di luar, dan Erald juga sudah berdiri menunggunya di luar.


Chloe menggeret koper besar miliknya, dan satu tas lagi untuk menyimpan barang - barang penting yang akan dia bawa.


Dengan nafasnya berat, Chloe melihat sekeliling kamarnya. Ruangan yang sudah menemaninya selama 9 tahun belakangan ini dia tempati.


Kamar yang sudah menjadi saksi bisu ketika melihat tangisannya, melihat tawanya dan juga melihat semua perjuangannya menulis novel - novel untuk menghasilkan uang.


Sekarang harus dia tinggalkan, hanya lantaran uang yang dia hasilkan sepertinya tidak cukup, sampai orang tuanya harus menjualnya seperti ini.


Kembali tetesan air mata itu keluar, ketika dia ingin melangkahkan kakinya keluar.


Dia turun ke bawah dan terus menggeret kopernya sampai di luar dan melihat Miranda yang berdiri di depan pintu bersama dengan Erald.


Tadinta Chloe mau membekukam hatinya dengan tidak mau berpamitan dengan wanita yang sudah begitu jahat padanya.


Namun dirinya juga tidak menetup kemungkinan jika Miranda adalah sosok ibu yang baik, yang bahkan masih mau memberikan dirinya sebuah kasih sayang dan nasehat, berbeda dengan ibu kandungnya yang bahkan melihat wajahnya saja tidak mau.


Dengan perasaan sakitnya, Chloe langsung memeluk tubuh Miranda dengan erat. “Mah, makasih ya sudah memberikan Chloe kesempatan untuk merasakan namanya sebuah kasih sayang, di saat Ibu kandung aku tidak perduli denganku, di saat Papah menatap ke arahku saja mungkin benci. Mungkin salah aku karena tidak bisa menghasilkan uang lebih banyak, tapi tidak apa - apa, mungkin semuanya sudah takdir.” Ucapnya ketika di dalam pelukan Mamah sambungnya itu.


Miranda bahkan juga sampai menangis ketika mendengar kalimat yang di ucapkan oleh Chloe.


“Apakah kita sudah bisa pergi?” Tanya Erald, ketika Chloe dan Miranda terhanyut dalam perpisahan terakhir mereka.

__ADS_1


Chloe menarik nafasnya lalu menghelanya pelan, dia menguraikan pelukannya dan menatap wajah Miranda. “Aku pergi ya Mah, salam untuk Papah, dan terima kasih karena sudah menanggung kehidupanku selama 23 tahun ini.” Pamitnya dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan.


Dia tidak mau semakin lemah, dan nantinya akan membuatnya berat untuk pergi. Miranda hanya melihat saja ketika Chloe masuk ke dalam mobil untuk pergi meninggalkan rumahnya selama - lamanya.


Begitulah isi perjanjian, yang tidak memperbolehkan Chloe untuk bertemu dengan orang tuanya sekalipun.


****


Mobil terlihat sudah mengarah memecah perjalanan, Chloe terus menangis karena masih merasa sangat berat meninggalkan rumah itu.


Meninggalkan Papahnya, Mamahnya dan adik - adiknya. Jujur ini adalah perpisahan yang sangat buruk, tetapi di juga tidak bisa melakukkan apapun.


Karena di rumah saja dia tidak di anggap, jadi mungkin saja sekarang mereka sedang bahagia karena kepergiannya. Apa lagi mereka sudah mendapatkan uang 20 Miliyar, makan bakso sampai muntahpun mereka bisa, tidak perlu menunggu dirinya gajian baru bisa makan makanan enak.


Chloe duduk sendiri di kursi bagian tengah, sedangkan Erald duduk di depan bersebelahan dengan supir.


Chloe langsung bergegas menegakan tubuhnya, dan menghapus air matanya. “Maaf, untuk apa ya?” Tanya Chloe dengan bingung. Kenapa dia harus menyerahkan semua alat komunikasinya.


“Bukankah sudah di jelaskan dalam surat perjanjian, bahwa tidak ada ponsel, laptop atau apapun yang bisa menjadi sarana komunikasi.” Jawab Erald, mengingatkan kembali apa yang ada di dalam surat perjanjian itu.


Mendengar hal itu, Chloe langsung mengerucutkan bibirnya, dan terus berpikir bagaimana dia akan hidup tanpa ponsel untuk ke depannya? Lalu dengan Novel - Novel yang sedang dia tulis? Bagaimana dengan pembacanya?


Tetapi dia juga tidak bisa membantah, ketika perjanjian itu juga berhubungan dengan uang yang sudah di berikan kepada orang tuanya.


Chloe menghela nafasnya pelan, lalu mulai memberikan semuanya pada Erald, mulai dari ponsel, Laptop miliknya.


“Apple watch!” Pinta Erald lagi, ketika dia merasa Chloe belum menyerahkan semua alat komunikasinya.

__ADS_1


“Apa? Ini hanya jam tangan, mau di ambil juga?” Tanya Chloe bingung, ketika Erald mau mengambil jam tangannya.


“Itu adalah Apple Watch, bukan jam tangan biasa! Jam tangan itu bisa buat berkomunikasi dan bahkan berkirim Whatsapp.” Jawab Erald, yang mau tidak mau dengan perasaan beratnya Chloe memberikan jam tangannya itu.


Sekarang yang dia bawa hanyalah diri dan barang - barangnya yang sangat tidak penting.


Tetapi beruntungnya masih ada buku - buku yang mungkin bertotal 50pcs, buku teman - teman sesama penulisannya yang dia beli dulu namun tidak sempat dia baca.


Jadi setidaknya dia sedikit ada hiburan jika di sana nanti dia merasa suntuk.


Chloe yang semalaman tidak tidur, kini tanpa dia bisa tahan, dia tertidur di dalam mobil, menunggu sampai mereka tiba di tempat tujuan.


Erald melihat ke belakang, dan mendapatkan calon istri tuannya itu sedang tertidur. “Syukurlah dia tertidur, jadi dia tidak akan bosan selama 2 jam perjalanan ini.” Lirih Erald pelan, lalu mengabari Bosnya jika mereka sudah berada di dalam perjalanan menuju ke rumah pribadi milik Gazel.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2