
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah menjalankan operasi penanaman alat, kini Chloe terlihat berbaring di kamar.
Demon mengatakan, butuh waktu 2 minggu atau sebulan untuk wanita itu bisa kembali pulih seperti sedia kala.
Namun Gazel terlihat hanya diam saja, lagian dia sama sekali tidak perduli akan hal itu.
Ketika waktu sudah menunjukkan sore hari, lalu Gazel memintanpasa Erald, untuk game permainan kematian yang akan mereka lakukkan nanti malam, untuk di siarkan langsung padanya saja.
Mereka juga sudah menculik dua orang untuk menjadi target permainannya malam ini.
“Tuan, apakah Anda yakin jika tidak ingin melihatnya secara langsung?” Tanya Erald, karena ini merupakan kali pertamanya bosnya tidak ingin melihat penyiksaan terhadap dua targetnya itu secara langsung.
“Ya, untuk malam ini, hubungi para donatur yang juga ingin ikut serta melihat penyiksaan ini secara online.” Jawab Gazel dengan yakin.
Permainan dengan mempertontonkan kekerasan dan adegan pembunuhan ini. Memang merupakan salah satu bisnis Gazel dalam menambah pundi - pundi kekayaanya.
Banyak di luar sana, yang bersifat sama seperti dirinya, suka menonton penderitaan dari manusia lain.
Itu sebabnya, kegiatan seperti ini selalu dia lakukkan setiap seminggu sekali. Dan malam ini, orang - orang akan melihat pembunuhan itu secara online.
Dan lagi, dia juga ingin jika Chloe ikut menontonya, hal ini juga bisa melatih Chloe semakin berani dalam menjalani Tugasnya sebagai istri dari seorang King Psychopat.
Erald langsung mengiyakan apapun yang di inginkan oleh bosnya. Karena waktunya masih panjang, dan permainan ini akan mulai di jam 12 malam. Maka dia masih mempunyai waktu kurang lebih 8 jam lamanya untuk mengabarkan semua donatur jika acaranya akan di rubah deng Online.
Sambil menunggu acara nanti malam, Gazel memilih untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.
Ya, Gazel memang tidak hanya bekerja di dunia hitam saja, tetapi dia juga memiliki sebuah perusahaan yang cukup terkenal saat ini.
Perusahaan itu di buat hanya untuk menutupi kedoknya saja. Dan juga mencari banyak mangsa. Dia sangat suka mencari saingan - saingan bisnis yang menantangnya dan lalu menjadikannya korban.
****
__ADS_1
Berbeda halnya dengan Chloe, yang terlihat baru saja membuka matanya dari tidurnya akibat obat bius.
“Nyonya, Anda sudah bangun?” Seorang wanita tiba - tiba menyapannya.
Chloe mengerjap - ngerjapkan matanya, karena dia masih merasakan bias cahaya yang masuk. “Si - siapa kamu?” Tanya Chloe, ketika dia melihat bayangan seorang wanita yang baru pertama kali dia lihat.
“Nama saya Shopia Nyonya, saya pelayan yang di tugaskan untuk mendampingi Anda kemanapun, dan kapanpun Anda mau.” Jawab wanita itu, dengan sedikit menundukan kepalanya hormat.
Chloe menghela nafasnya, namun dia masih merasakan nyeri di dadanya. “Nyonya, apakah Anda baik - baik saja?” Tanya Shopia, mengkhawatirkan keadaan Nyonyanya yang meringis karena rasa perih Pasca operasi.
“Aku baik - baik saja.” Chloe menjawab pertanyaan Shopia dengan senyum yang terbit di wajahnya.
Shopia menganggukan kepalanya pelan, lalu dia menyuntikan sesuatu ke dalam botol infus milik Chloe. “Apa yang kamu suntikan itu?” Tanya Chloe, dengan perasaan khawatirnya. Dia takut jika pelayan yang katanya di percayakan untuknya ini, malah berniat untuk membunuhnya.
“Tadi Tuan Gazel memerintahkan untuk menyuntikan 3 antibiotik ini ke dalam cairan infus Anda Nyonya, karena ini bukanlah air infus yang sebenarnya, melainkan cairan obat Thermadol yang masuk dalam golongan Narko ti ka,” jawab Shopia, membuat ke dua mata Chloe membulat seketika dan juga mulutnya terbuka sempurna.
“Nar - Nar - Narko tika?” Tanya Chloe, tidak percaya jika suaminya sendiri memberikannya obat - obat terlarang yang seharusnya tidak dia konsumsi.
Chloe menggelengkan kepalanya yang sedikit berdenyut, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa saat ini. Padahal baru hari pertama tetapi rasanya dia sudah ingin mati. Apa lagi di hari - hari selanjutnya?
“Shopia.” Panggil Chloe dengan pelan, padahal pandangannya terlihat kosong entah menatap ke arah mana.
“Iya Nyonya, apakah Anda membutuhkan sesuatu?” Shopia mempertanyakan, apa keinginan Chloe sampai memanggilnya seperti itu.
“Apakah kamu sudah lama bekerja di sini?” Tanya Chloe, merasa sedikit penasaraan dengan keadaan rumah ini.
Shopia tersenyum, lalu menganggukan kepalanya pelan. “Sudah cukup lama,” jawab Shopia dengan jujur, membuat Chloe langsung menoleh ke arahnya.
“Cukup lama? Lalu apa yang membuatmu tahan berada di sini? Bekerja bersama dengan pria yang kurang waras seperti dia?” Tanya Chloe lagi, dia semakin penasaraan apa yang membuat Shopia sampai bertahan di sini.
Tetapi, bukannya menjawab Shopia hanya bisa tersenyum lalu merapikan barang - barang medis yang tersedia.
“Shopia.” Panggil Chloe, ketika pelayannya itu tidak merespon kalimatnya.
Shopia yang tadinya ingin melangkahkan kakinya keluar, seketika sejenak dia berhenti. “Anda akan tahu sendiri jawabannya nanti Nyonya, yang jelasnya aku tidak ingin bernasib sama seperti ke dua orang tuaku.” Shopia menjawab pertanyaan Chloe dengan penuh teka teki.
__ADS_1
Dan kepergiaan Shopia, membuat Chloe semakin merasa ketakutan. Dia kembali menangis mengadu kepada Tuhan mengatakan jika dia saat ini sangat takut sekali.
Dengan menahan rasa sakit di dadanya, Chloe berusaha bangkit dari tidurnya. Dia merasa risih dan merasa jika dia ingin duduk sejenak.
Ketika dia duduk, dia melihat sebuah layar motir besar. Yang sepertinya itu adalah tampilan beberapa CCTV yang ada di sana.
“Nyonya.” Panggil Shopia tiba - tiba, membuat Chloe terkejut dan merasakan jantungnya sangat sakit karena rasa kagetnya itu.
“Shopia, kamu jangan mengangetkan seperti itu bisa tidak sih? Sakit tau jantung aku.” Protesnya, memberikan Shopia sebuah peringatan.
“Maaf Nyonya, tetapi Tuan Gazel ingin Anda untuk turun ke bawah,” Shopia menundukan kepalanya, merasa sangat menyesal jika sudah menyakiti Nyonyanya.
Chloe mengerutkan keningnya, “untuk apa? Tidak ingatkah dia jika aku masih sakit sekarang? Aku masih belum bisa berdiri dan jalan, dadaku dan bekas sayatannya di dadaku masih terlalu sakit.” Chloe menolak permintaan Gazel yang ini. Dia bahkan merasa ingin pingsan, padahal baru duduk sebenatar menahan sakitnya.
Shopia tidak mendengarkannya, Shopia malah mengambil kursi roda dan terlihat seorang pria yang masuk dan langsung menggendong paksa Chloe untuk duduk di kursi roda.
“Heh?! Kamu kenapa memaksa?! Katakan saja aku tidak mau!” Chloe memprotes atas ketidak sopanan pelayannya dan juga pria yang menggendongnya ini.
“Maaf Nyonya, perintah Tuan Gazel adalah mutlak bagi kami.” Ucap Shopia, yang membuat Chloe langsung terdiam.
Dia lupa jika suaminya adalah seorang Psychopat gila, yang jika dirinya tidak menuruti keinginannya. Bisa - bisa dirinya sudah almarhum malam ini.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1